• SMA Negeri 1 Prambanan Sleman
  • 0274 496753
  • sma1prb@yahoo.co.id

BERITA

  • Memaknai Sejarah dengan Nonton Bareng Film G30S/ PKI  Di SMA Negeri 1 Prambanan Sleman tahun 2017/ 2018

    Memaknai Sejarah dengan Nonton Bareng Film G30S/ PKI Di SMA Negeri 1 Prambanan Sleman tahun 2017/ 2018

    Pada hari Sabtu, 30 September 2017 Koramil Prambanan bekerja sama dengan SMA Negeri 1 Prambanan Sleman melakukan nonton bareng film pengkhianatan G30S/ PKI yang bertempat di GOR VIGARA. Seluruh keluarga besar SMA, baik peserta didik maupun guru bersama jajaran Koramil Prambanan menyaksikan film ini. Seluruh peserta didik dengan arahan wali kelas masuk GOR dengan tertib. Sebelum menyaksikan pemutaran film ini, Komandan Koramil Prambanan mengatakan bahwa kegiatan nonton bareng film ini bertujuan untuk mengetahui penggalan sejarah Indonesia yang pernah terjadi. Beliau berpesan supaya semua peserta didik ketika menyaksikan dapat memaknai mana adegan yang bersikap nasionalisme dan adegan yang kejam jangan sampai ditiru.

    Peristiwa G30S PKI menjadi malapetaka dan tragedi berdarah bagi Indonesia. Mereka melakukan penculikan, penyiksaan, dan pembunuhan terhadap enam perwira tinggi. Para perwira angkatan darat tersebut disiksa selanjutnya dibunuh dan dimasukan ke Lubang Buaya. Dalam film ini terlihat ketujuh korban dan TNI Angkatan Darat yaitu Letnan Jenderal Ahmad Yani yang menjabat sebagal Menteri I Panglima Angkatan Darat (Menpangad), Mayor Jenderal R.Soeprapto yang menjabat sebagai Deputi II Pangad, Mayor Jenderal Haryono Mas Tirtodarmo yang menjabat sebagai Deputi Ill Pangad, Mayor Jenderal Suwondo Parman yang menjabat sebagai Asisten I Pangad, Brigadir Jenderal Donald Izacus Panjaitan (Asisten IV Pangad), Brigadir Jenderal Soetoyo Siswomihardjo (lnspektur Kehakiman loditur), Letnan Satu Piere Andreas Tendean (Ajudan Jenderal A.H. Nasution). Ketika terjadi penculikan tersebut, Jenderal A.H. Nasution berhasil menyelamatkan diri, tetapi putrinya Ade Irma Suryani menjadi korban sasaran tembak.

    Walaupun pemutaran film G30SPKI ini menyita waktu sekitar 3,5 jam semua peserta didik terlihat tetap tertib duduk di barisan masing-masing. Mereka tidak hanya menyaksikan film itu tetapi juga membuat resume film tersebut. Menurut pernyataan Novaria kelas X ia belum pernah menyaksikan film G30S/PKI. “Begitu kejamnya perilaku komunis dan tidak manusiawi, semoga Indonesia terhindar dari sikap komunis”, tuturnya.

    Dengan menyaksikan film pengkhianatan G30SPKI semoga seluruh peserta didik dapat memaknai sejarah dan selalu menumbuhkan sikap nasionalisme. Semoga para pejuang dan pahlawan Indonesia mendapat derajat yang tinggi dan Indonesia tetap dapat mempertahankan NKRI.

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

KOMENTAR

BERITA LAINNYA

Indeks