AJANG KOMPETISI MELALUI CLASSMEETING DI SMA NEGERI 1 PRAMBANAN

Berdasarkan progam kerja OSIS SMA Negeri 1 Prambanan masa bakti 2016/ 2017 untuk meningkatkan potensi dan menyalurkan bakat dalam bidang olahraga, OSIS menyelenggarakan kegiatan Classmeeting. Kegiatan ini dilaksanakan setelah Ulangan Akhir Semester Ganjil yaitu pada tanggal 8-10 Desember 2016 di lapangan voli dan GOR VIGARA. Peserta Classmeeting adalah peserta didik kelas X, XI, dan XII. Setiap kelas wajib mengirimkan personil dalam mengikuti pertandingan. Kegiatan yang dilaksanakan yaitu voli dan futsal.

Classmeeting menjadi kalender rutin antar kelas di SMA Negeri 1 Prambanan. Prinsip pelaksanaan kegiatan classmeeting adalah kegembiraan dan antusiasme yang tinggi. Hal ini karena siswa saling bertemu dalam perlombaan yang dilandasi kekeluargaan. Classmeeting bertujuan untuk menumbuhkan jiwa sportif, menyalurkan bakat dibidang olahraga, mencari bibit unggul dalam olahraga, dan menjalin tali persaudaraan antar peserta didik.

Menurut Firnanda Hariansyah Putra selaku ketua panitia, kegiatan ini diharapkan peserta didik dapat terhibur dan menjadi fresh setelah selesai mengikuti UAS. Lebih lanjut Nanda menyatakan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat mengembangkan potensi dibidang olahraga untuk mencari bibit dalam pertandingan O2SN. “Kegiatan Classmeeting sangat seru dan menyenangkan. Selain itu, siswa dapat menunjukkan bakatnya,” tutur Wyne peserta kelas X.

Setiap tim yang berhasil melewati babak penyisihan akan berlanjut ke babak berikutnya. Pertandingan yang dilaksanakan berlangsung seru, setiap tim masing-masing menyuguhkan kemampuan mereka tanpa mengenal lelah.  Meskipun kegiatan classmeeting dimulai sejak pukul 07.30 WIB dan berakhir sampai selesai semuanya sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Suara sorak suporter setiap kelas menjadi motivasi dan semangat bagi teman-teman mereka yang sedang berlomba. Semua tim yang bertanding tidak pernah menyerah untuk menuju ke babak final dan memperebutkan klasemen puncak.  

Hasil perjuangan setiap tim terbayar sudah, pengumuman pemenang pada hari Senin, 16 Januari 2017 menjadi penghargaan yang telah mereka tempuh dengan kejuaraan sebagai berikut.

Juara voli putri diraih kelas:

  1.  XI MIPA 1
  2. XII MIPA 1
  3. X MIPA 1

Juara futsal putra:

  1. XII IPS 2
  2. XI MIPA 1
  3. X MIPA 3

SMA Negeri 1 Prambanan memberikan apresiasi berupa piala kepada masing-masing juara. Hasil kejuaraan tersebut merupakan prestasi dan bukti kerjasama antar kelas. Setiap tetes keringatmu adalah bukti semangat juangmu! Tunjukkan potensi dan teruslah berkarya tunas-tunas VIGARA!

PEMENTASAN SENI TARI SMA NEGERI 1 PRAMBANAN DALAM RANGKA PENILAIAN TUGAS AKHIR SEMESTER GANJIL MATA PELAJARAN SENI BUDAYA

Peserta didik kelas X11 SMA Negeri 1 Prambanan telah menunjukkan kreasinya  melalui seni tari. Kegiatan ini merupakan implementasi mata pelajaran Seni Budaya. Penampilan kreasi tari ini juga sebagai penilaian mata pelajaran seni dan budaya yang diselenggarakan pada tanggal 8 dan 9 Desember 2016. Kompetensi dasar yaitu peserta didik dapat berkreasi karya tari sesuai iringan. Pementasan ini bertujuan untuk mengembangkan seni budaya, memberi sarana bagi peserta didik untuk mengapresiasi karya seni tari, dan melestarikan budaya.

 

Persiapan dilakukan sejak bulan Agustus, berawal dari pengetahuan dasar, praktik, apresiasi, dan akhirnya ekspresi masing-masing anak. Peserta didik baik laki-laki maupun perempuan dengan percaya diri menunjukkan aksinya. Mereka menyuguhkan tarian baik tarian nusantara murni,  kreasi sendiri, maupun modifikasi yang berasal dari berbagai daerah. Jenis tarian yang ditampilkan seperti tari panen padi, kuda-kuda, Enggang dan lainnya.

 

Bapak Slamet Riyadi, S.Pd selaku pengampu mata pelajaran Seni Budaya berharap dengan pementasan ini, peserta didik mampu  menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal, dapat mengembangkan seni, nguri-uri kebudayaan, dan suatu saat dapat go international.

 

Berikut salah satu video dari salah satu kelompok tari, silahkan menuju ke link berikut : https://youtu.be/if2ZOX4s_hg

Kegiatan Kemah Siswa SMA Negeri 1 Prambanan Tahun Pelajaran 2016/2017

Untuk menambah pengalaman dan wawasan peserta didik dalam kepramukaan,  SMA Negeri  1 Prambanan mengadakan kemah siswa selama tiga hari yaitu 15-17 Desember 2016 di Bumi Perkemahan Pentingsari Cangkringan. Kegiatan ini dilaksanakan untuk peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Prambanan Sleman Tahun Pelajaran 2016/2017 dengan jumlah peserta sebanyak 192 anak. Penyelenggaraan kegiatan dilaksanakan dengan kepanitiaan guru, karyawan dan pembina  pramuka SMA Negeri 1 Prambanan.

Kegiatan kemah siswa merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan oleh sekolah. Tujuan diadakannya kegiatan ini antara lain, memperkenalkan kepada peserta didik kelas XI lebih dekat dengan alam sekitar sehingga dapat menghargai sesame makhluk Tuhan, menunjukan kepada peserta didik kelas XI.  Sebagian keindahan alam, mencoba teori yang sudah didapatkan di kelas, memperkenalkan kepada peserta didik kelas XI lebih dekat dengan sang Pencipta, menumbuhkan kerjasama antar peserta didik.

Dalam upacara pembukaan di bumi perkemahan Pentingsari Kepala SMA N 1 Prambanan Darwito, S.Pd menyampaikan bahwa seluruh peserta kemah diharapkan untuk melatih kemandirian, kedisliplinan dan tertib dengan peraturan yang telah ditetapkan serta tidak membuat keributan pada malam hari di lingkungan sekitar perkemahan.

Para peserta kemah sangat antusias mengikuti setiap kegitan yang telah dibuat oleh panitia. Hal ini tampak dari meriahnya setiap acara yang dilaksanakan selama berada di bumi pekemahan Pentingsari Cangkringan. Adapun kegiatan yang dilaksanakan seperti membuat tenda, hasta karya, outbond, fashion show, wide game, lomba masak, api unggun, dan pentas seni. Mereka juga bergembira dengan menyanyi, menari dan berlomba. Melalui kegiatan ini, sebagaimana yang disampaikan oleh panitia pelaksana, Bapak Wasi Suharsono, S.Pd, siswa diharapkan memperoleh bekal untuk terus berjuang menjadi pribadi yang positif, menanamkan respect dan responsibility.

“Tidak ada masa depan yang lebih baik yang bisa diwujudkan tanpa melalui kejujuran, meningkatkan disiplin diri, kegigihan, semangat belajar yang tinggi, mengembangkan rasa tanggung jawab, memupuk persatuan di tengah kebhinekaan, semangat berkontribusi bagi kemajuan bersama, serta rasa percaya diri dan optimisme”, tutur beliau. 

Terimakasih Ibu Telah Menyambut Hadirku dengan Tawa Bahagia

Karya : XI MIPA 3

Secara resmi tanggal 22 Desember ditetapkan sebagai Hari Ibu. Hal ini diresmikan Presiden Soekarno melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959, menetapkan bahwa tanggal 22 Desember Hari Ibu mulai dirayakan secara nasional hingga saat ini.

Pada awalnya peringatan Hari Ibu adalah untuk mengenang semangat dan perjuangan para perempuan dalam upaya perbaikan kualitas bangsa ini. Misi itulah yang tercermin menjadi semangat kaum perempuan dari berbagai latar belakang untuk bersatu dan bekerja bersama.

Kalau kita melihat sejarah betapa heroiknya kaum perempuan (kaum Ibu) pada saat itu dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, apakah sepadan dengan peringatan Hari Ibu saat ini yang hanya ditunjukkan dengan peran perempuan dalam ranah domestik. Misalnya dalam sebuah keluarga pada tanggal tersebut seorang ayah dan anak-anaknya berganti melakukan tindakan domestik seperti masak, mencuci, belanja, bersih-bersih, dan kemudian memberikan hadiah-hadiah untuk sang ibu. 

Peringatan Hari Ibu di Indonesia saat ini lebih kepada ungkapan rasa sayang dan terima kasih kepada para ibu, memuji sifat keibuan para ibu. Berbagai kegiatan pada peringatan itu merupakan kado istimewa, penyuntingan bunga, pesta kejutan bagi para ibu, aneka lomba masak dan berkebaya, atau membebaskan para ibu dari beban kegiatan domestik sehari-hari.

Ibu, sampai kapanpun akan menjadi sosok yang paling kita hormati dan banggakan serta wajib kita sayangi, karena dari ibu-lah kehidupan kita berawal. Sejak ibu mengandung kita selama Sembilan bulan, dan kemudian ia mempertaruhkan nyawanya ketika membesarkan dan mengutamakan kebaikan untuk kehidupan kita anaknya.

Ia adalah satu-satunya sosok wanita yang mungkin rela memberikan apa saja untuk anaknya. Maka dari itu, tidaklah terlalu berlebihan rasanya jika kita mencurahkan seluruh tenaga kita semampu yang kita bisa terbalaskan, namun setidaknya lakukanlah sesuatu untuk sekedar membahagiakan dan menjadikannya wanita tersempurna sebagaimana layaknya.

Dalam agama islam, kedudukan seorang ibu sangatlah dimuliakan. Bahkan diumpamakan bahwa surganya seorang anak itu ada dibawah telapak kaki ibu. Oleh karena itu, diwajibkan pada seorang anak untuk dapat berbakti kepada kedua orang tuanya terlebih lagi kepada ibu kandungya. Ibu selalu memberi dan berbuat untuk anaknya, rela korbankan apa saja demi anaknya, dan tak pernah lupa memberi nasihat demi kebaikan anaknya, itulah wujud kasih sayang ibu.

            Bukan setumpuk emas yang kau harapkan dalam kesuksesanku

            Bukan gulungan uang yang kau minta dalam keberhasilanku

            Bukan juga sebatang perunggu dalam kemenanganku

            Tapi, keinginan hatimu membahagiakanku

Mungkin kita tidak menyadari apa yang sudah beliau perjuangkan untuk melahirkan kita. Memang pada saat itu situasinya agak berbeda dibandingkan segala penderitaan beliau dalam mengandung kita walaupun seringkali si anak selalu melakukan aktivitas, seperti menendang menendang perut beliau sambil menahan rasa sakit akibat ulah kita.

Lebih dari itu, ibu juga merasakan seluruh beban saat mengandung kita saat masih didalam perut. Beban yang dirasakan pada saat ibu sedang beraktivitas dalam berbagai hal seperti bekerja, memasak, dan sebagainya meski harus menahan beban dan rasa sakit saat mengandung kita pada saat itu. Seharusnya dengan itu semua kita dapat menyayangi ibu membasuh kedua kakinya dengan air sebagai pengabdian seorang anak yang tak pernah tergantikan oleh apapun.

Seringkali kita tidak pernah membayangkannya, seperti kegelisahan seorang ibu yang pada saat itu sedang mengandung kita sebelum akhirnya kita dilahirkan dari rahimnya. Dengan sekuat tenaga beliau menahan semua penderitaan serta beban yang ditanggung demi seorang anak yang sedang dikandungnya dalam aktivitas apapun. Namun kegelisahan seorang ibu itu merupakan hal yang sangat berat, karena pada saat melahirkan ibu sangat cemas dengan keadaan anaknya sebelum akhirnya anak itu dapat dilahirkan sampai-sampai beliau tidak mencemaskan keadaannya sendiri.

Ibu hanya mengutamakan keselamatan anaknya daripada mencemaskan keadaanya tersebut. Sungguh, kecemasan ataupun segala kegelisahan yang pernah dialami ibu kita itu sangat besar dan beresiko terhadap keadaannya pada saat itu. Ibu kita tidak peduli walau beliau harus mati hanya untuk menolong seorang anak yang dilahirkannya daripada anaknya yang harus mati akibat nyawa anaknya tidak tertolong.

Maka dari itu mengapa harus adanya peringatan hari ibu, karena hari ibu merupakan suatu pengabdian, suatu perjuangan, dan suatu pengorbanan seorang ibu yang melahirkan, yang memberi ASI, yang membesarkan kita selama ini. Bukan itu saja hari dimana seorang ibu menjadi pahlawan bagi hidup kita dan menjadi pelopor utama dalam hidup kita setelah ayah. Karena kalau bukan jasa beliau mungkin kita tidak dapat merasakan seperti sekarang ini, yang dapat menjejaki kaki kita ke dunia ini tanpa perjuangan seorang ibu yang melahirkan kita.

IBU, tiada kata yang lebih indah dari kata “ibu”, mengucap, mendengar dan menulis kata ibu, selalu terasa damai. Karena ibu adalah malaikat tanpa sayap, ibu pahlawan tanpa tanda jasa, dan ibu pemberi tanpa pamrih. Sebesar apapun seorang anak berusaha membalas jasa ibunya tidak akan pernah mampu menandingi kasih sayang dan pengorbanan ibu untuk anak-anaknya.

SMA Negeri 1 Prambanan Terima Sertifikat ISO 9001:2008

SMA Negeri 1 Prambanan berhasil meraih sertifikat ISO Sistem Manajemen Mutu Internasional 9001:2008 dari PT TUV Rheinland. Penyerahan serifikat ISO berlangsung di Gedung Sportarium SMA Negeri 1 Prambanan (Sabtu, 10/12). Penerimaan sertifikat ISO 1900:2008 merupakan prestasi dan bukti pengakuan atas kualitas SMA Negeri 1 Prambanan.

Tujuan sertifikat ISO adalah menjalankan proses standarisasi kegiatan manajemen dan tolok ukur keberhasilan di sekolah. Diraihnya sertifikat ISO 9001:2008 merupakan kerja keras tim ISO dan kerjasama semua keluarga besar SMA Negeri 1 Prambanan, tentu dengan dukungan masyarakat dan Komite Sekolah. Audit yang dilakukan adalah memeriksa kesesuaian kumpulan dokumen bukti fisik yang dibuat mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hasil serta evaluasi. Sasaran audit yaitu kinerja Kepala Sekolah sebagai Top Manajemen, Wakil Manajemen Mutu, kurikulum, kesiswaan, Bimbingan Konseling, sarana prasarana, humas, Tata Usaha Sekolah, dan perpustakaan.

Penyerahan sertifikat ISO dihadiri oleh, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman bapak Arif Haryono, SH yang sekaligus merangkap sebagai perwakilan dari Bupati Sleman, perwakilan General Manajer TUV bapak Sapto Haryono, Kabid Kurikulum dan Kesiswaan  Dikpora Sleman, pengawas bidang SMA Drs. H Agus Susanto, M.Pd, Muspika Prambanan, bapak ibu guru purna SMA Negeri 1 Prambanan, Kepala Sekolah SMK Negeri 1  Kalasan, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Kalasan Drs. H Tri  Sugiharto, pengurus komite, pengurus alumni, guru dan karyawan, pengurus OSIS dan perwakilan unit kegiatan siswa SMA Negeri 1 Prambanan, dan tamu undangan lainnya.

Penyerahan sertifikat ISO pertama di buka dengan doa dengan pembawa acara Putri Azzahra Salsabila dan Hafidh Nur Ozi Alfianto, selanjutnya menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama paduan suara putra-putri VIGARA. Acara juga dimeriahkan dengan suara emas Monica Indah Sari beserta iringan musik oleh peserta didik. Acara selanjutnya sambutan dari bapak Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Prambanan, bapak H. Darwito, S.Pd. Beliau menyatakan bahwa sertifikat ISO yang kami peroleh merupakan langkah awal sekolah kami dalam rangka menggapai mimpi yang telah kami tuangkan dalam  visi sekolah yaitu menghasilkan siswa yang “Unggul dalam Mutu, Berwawasan Global, Berkepribadian dan Taqwa.” Visi tersebut akan kami capai dengan cara merencanakan, menetapkan dan melaksanakan  misi SMA Negeri I Prambanan.

Beliau juga menyampaikan, pada kesempatan ini seluruh sivitas akademika SMA Negeri 1 Prambanan dengan rendah hati memohon doa dan restunya pada hadirin sekalian agar kami bisa mewujudkan mimpi  kami  yang pada ujungnya turut serta dalam meningkatkan mutu pendidikan di wilayah sleman pada khususnya dan di DIY pada umumnya.

Selanjutnya bapak Sapto Haryono, selaku perwakilan PT TUV memberikan sambutan. Beliau menyampaikan bahwa untuk mendapatkan sertifikat ISO merupakan perjuangan, karena ISO merupakan standar Internasional. Perlu diketahui bahwa SMA Negeri 1 Prambanan (18/11) diaudit, dan tim audit telah memberikan rekomendasi untuk layak mendapatkan ISO. Ketika mengimplementasikan tentunya harus melakukan peningkatan, perbaikan, kedisiplinan, kompetensi secara berkelanjutan. “Selain itu, kami memberikan apresiasi kepada Kepala Dinas Sleman, karena perlu diketahui bahwa sekolah yang mendapatkan ISO jenjang SMA ada 13, dan SMK ada 16”, terangnya.

Acara diisi dengan penampilan tarian Putri Enggang oleh peserta didik SMA Negeri 1 Prambanan. Selanjutnya acara puncak prosesi penyerahan sertifikat ISO 1900:2008 dari PT TUV dengan diiringi oleh empat penari dan Heganingtyas sebagai pembawa sertifikat. Perwakilan PT TUV Sapto Haryono menyerahkan sertifikat kepada bapak Arif Haryono, sebagai Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman yang merangkap sebagai perwakilan Bupati Sleman, selanjutnya sertifikat diserahkan kepada Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Prambanan, bapak H. Darwito, S.Pd. Keluarga besar merasa bersyukur dan senang, hal ini terlihat ketika senyum bahagia ketika foto bersama.

Seusai foto bersama, bapak Arif Haryono memberikan sambutan. Beliau mengucapkan selamat dan sukses karena seluruh keluarga besar SMA Negeri I Prambanan telah meraih ISO. Beliau juga menyatakan sistem penjaminan mutu merupakan kebijakan Kabupaten Sleman. Kami melakukan tiga langkah, yaitu: (1) melakukan perluasan akses pelayanan pendidikan. Hal ini terbukti bahwa seluruh aspek mengenyam pendidikan 12 tahun dan memberikan beasiswa, bantuan operasional sekolah, pengadaan sarana prasarana; (2) peningkatan pemerataan pendidikan, dengan cara sekolah level atas supaya mempertahankan dan meningkatkan, level sedang dan bawah berusaha bergerak ke atas, sehingga terjadi pemerataan dan kesenjangan akan sempit; (3) peningkatan tata kelola dalam pendidikan.

Bapak Arif Haryono menambahkan, Hand over ISO merupakan bagian peningkatan tata kelola, karena meningkatnya mutu tidak terlepas dari manajemen. Hal ini merupakan langkah awal, bagaimana SMA menerapkan mutu secara konsisten dan terus menerus dan membangun watak, karakter melalui peradaban untuk mencerdaskan bangsa dan keterampilan yang tinggi. “Membangun peradaban itu butuh sistem, melalui sistem manajemen mutu, ISO dapat membangun sistem, karena ISO merupakan instrumen melakukan pengelolaan satuan pendidikan,” tambahnya. Namun demikian, mesti telah meraih ISO, beliau berharap agar seluruh keluarga besar SMA untuk tetap berusaha semaksimal mungkin dalam mempertahankan konsistensi dan meningkatkan kualitas pendidikan. Rangkaian prosesi penyerahan sertifikat ISO ditutup dengan doa yang dipandu oleh bapak Anshori.

Selamat kepada SMA Negeri 1 Prambanan telah meraih Sertifikasi ISO 9001:2008 Sistem Manajemen Mutu, semoga ini menjadi langkah awal yang baik untuk meningkatkan kualitas pendidikan. VIGARA JAYA! “Unggul dalam Mutu, Berwawasan Global, Berkepribadian dan Taqwa.”

SOSIALISASI SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL (SPMI) DI SMA NEGERI 1 PRAMBANAN

Pada hari Selasa, 28 November 2016 tim sekolah model dan LPMP mengadakan sosialisasi sistem penjaminan mutu internal di SMA Negeri 1 Prambanan. Sistem penjaminan mutu internal adalah sistem penjaminan mutu yang dilaksanakan dalam satuan pendidikan dan dijalankan oleh seluruh komponen satuan pendidikan. Sistem penjaminan mutu pendidikan berfungsi sebagai pengendali penyelenggaraan pendidikan oleh satuan pendidikan untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu. Penjaminan mutu pendidikan dilaksanakan secara sistematis antara seluruh pemangku kepentingan di sekolah yang meliputi Kepala Sekolah, Guru, Tenaga Kependidikan/Tata Usaha, dan bekerja sama dengan komite sekolah.

Sosialisasi  pertama disampaikan oleh bapak Sumarno selaku tim sekolah model dari SMA Negeri I Kalasan. Beliau menyatakan bahwa SMA Negeri 1 Prambanan merupakan salah satu sekolah imbas jenjang SMA dari kelima sekolah imbas yaitu SMA Negeri Pakem, SMA Negeri Depok, SMA Ngaglik, dan SMA Ngemplak. Selanjutnya, beliau menyampaikan siklus penjaminan mutu yang dilakukan secara berkelanjutan. Siklus sistem penjaminan mutu internal terdiri  lima tahapan yaitu pemetaan mutu dengan mengisi EDS, penyusunan rencana peningkatan mutu, implementasi rencana peningkatan mutu sesuai 8 SNP, evaluasi/ audit internal, dan penetapan standar mutu pendidikan.

Selain itu, bapak Harno Handoyo juga menyampaikan implementasi SPMI yang dilaksanakan di SMA Negeri I Kalasan. Sebagai contoh standar yang diambil adalah sarana dan prasarana, langkah pertama mulai dari pemetaan mutu dengan mengisi Evaluasi Diri Sekolah (EDS), kondisi saat ini belum ada jalan khusus untuk difabel. Langkah kedua yaitu rencana pemenuhan mutu, menyatakan perlu dibangun jalan khusus difabel. Langkah ketiga yaitu implementasi mutu dengan indikator sudah tersedia satu  jalan khusus difabel. Langkah keempat melakukan evaluasi, kemudian baru menentukan standar mutu baru.

Hasil dari sistem penjaminan mutu internal diharapkan adanya peningkatan mutu pendidikan pada level sekolah dari waktu ke waktu, seperti roadmap yang disampaikan yaitu membangun tradisi mutu, menuju budaya mutu, dan terciptanya budaya mutu.

IGNATIUS ARYA JALU HARMADIKA DAN ROSA VIRGINIA RATIH KRISNANI SEBAGAI PESERTA PENDALAMAN MATERI DUTA REMAJA SEHAT TAHUN 2016

Sebagai tindak lanjut Pemilihan Duta Remaja Sehat Tingkat Kabupaten/ Kota yang terintegrasi pada kegiatan Kampanye Sehat Remaja Tahun 2016, Dinas Kesehatan DIY mengadakan acara pendalaman materi untuk  pemenang Duta Remaja Sehat Tingkat Kabupaten/ Kota Tahun 2016,  sekaligus untuk pemilihan Duta Remaja Sehat Tingkat DIY Tahun 2016. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat dan Sabtu, 25-26 November 2016 di Hotel Rosalia Indah Jl. Veteran No. 108 A Umbulharjo Yogyakarta.

Duta Remaja Sehat 2016 Kabupaten Sleman yaitu Nur Habib Pangestu dan Hayuning Ratri Hapsari dari SMA Negeri 1 Pakem, Ignatius Arya Jalu Harmadika dan Rosa Virginia Ratih Krisnani dari SMA Negeri 1 Prambanan, M. Alwan Rosyid dan Kartika Widi dari SMA Negeri 1 Tempel. Rosa dan Arya adalah siswa SMA Negeri 1 Prambanan yang mengikuti kegiatan ini. Keduanya menjadi juara ke-2 putra dan putri dalam pemilihan duta remaja sehat tingkat Kabupaten Sleman tahun 2016.

Materi yang disampaikan pendalaman materi duta remaja sehat Jumat (25/11) adalah kesehatan reproduksi remaja, HIV/ AIDS, manajemen gizi bagi kesehatan remaja, psikologi remaja masa kini. Materi pada hari Sabtu (26/11) yaitu pengenalan dasar kepemimpinan, kemampuan protokoler, teknik komunikasi dan jurnalisme remaja.

Rosa Virginia Ratih Krisnani, selaku peserta menyatakan senang dan bersyukur karena bisa menjadi salah satu peserta pendalaman materi duta remaja sehat. “ Materi yang disampaikan sangat bermanfaat dan menarik untuk menjadi bekal duta remaja sehat,” ujar Rosa. Kedua putra putri duta remaja sehat ini berencana membentuk kader remaja sehat di kampus SMA Negeri 1 Prambanan. Dengan mengikuti pendalaman materi ini semoga dapat merangkul remaja hidup sehat, baik sehat jasmani maupun rohani.

PERINGATAN HARI GURU NASIONAL DAN HUT PGRI KE-71 DI PRAMBANAN SLEMAN

Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional dan PGRI ke-71, pengurus cabang Persatuan Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Prambanan menyelenggarakan upacara. Bapak ibu guru dan perwakilan peserta didik SMA Negeri 1 Prambanan mengikuti upacara di lapangan Bokoharjo, Prambanan, Sleman. Upacara dihadiri oleh Muspika Kecamatan Prambanan, guru SD, SMP, SMA/ SMK, perwakilan peserta didik, dan tamu undangan.

Pukul 07.00 WIB sebelum upacara dimulai, peserta didik dari SD Tempur Sari menampilkan senam sehat. Selanjutnya pukul 07.30 upacara peringatan hari PGRI ke-71 dimulai. Pembina upacara dalam peringatan kali ini adalah bapak Camat Prambanan, sedangkan komandan dan petugas upacara berasal dari perwakilan guru di Kecamatan Prambanan.

Bapak Abu Bakar, M.Si sebagai pembina upacara membacakan sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy. Peringatan hari PGRI ke-71 bertema “Guru dan Tenaga Kependidikan Mulia Karena Karya”. Mendikbud dan pemerintah, menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan atas dedikasi, komitmen, ikhtiar yang telah dilakukan guru, pamong dan tenaga kependidikan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Guru memiliki peran yang mulia. Tidak ada sosok sukses yang tidak melewati sentuhan seorang guru.

Pemerintah telah bertekad meningkatkan kesejahteraan guru melalui pemberian tunjangan profesi dan tunjangan khusus bagi guru yang sudah bersertifikat pendidik. Mendikbud berharap hal ini berimplikasi nyata bagi perbaikan kompetensi dan kinerja guru. Beberapa kebijakan strategis untuk membentuk guru yang profesional, sejahtera, bermartabat, dan terlindungi sedang dan akan terus dilakukan oleh pemerintah di semua tingkatan. Peningkatan profesionalisme guru menjadi salah satu dari lima agenda utama pembangunan pendidikan nasional.

Setelah pembina upacara menyampaikan sambutan dari Mendikbud, kemudian petugas membacakan doa. Selanjutnya sebagai penutup, paduan suara menyanyikan lima lagu diantaranya adalah Guruku Tersayang, Pahlawan Pembangun Insan Cendekia, dan Terima Kasih Guruku. Semoga kekuatan doa dan lantunan lagu dari petugas memberikan semangat melangkah maju bagi semua guru. Selamat Hari Guru Nasional dan PGRI Ke-71!

Kemeriahan HUT SMA Negeri 1 Prambanan Ke- 31

SMA Negeri 1 Prambanan merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke- 31 . Kegiatan ini merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh OSIS SMA Negeri 1 Prambanan. Di ulang tahunnya yang ke- 31 ini,  kepanitian dari OSIS mengangkat tema “Vigara Creative Action”. Acara ini dilaksanakan selama dua hari yakni tanggal 19 dan 21 November 2016 dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan diantaranya bakti sosial, festival, dan pentas seni.

Senam pagi dan sepeda santai mengawali rangakaian acara. Seluruh warga sekolah melakukan senam bersama di lapangan SMAN 1 Prambanan. Setelah selesai, acara dilanjutkan dengan sepeda santai. Kegiatan ini berlangsung semarak karena diikuti oleh seluruh warga sekolah. Peserta sepeda santai yang telah sampai di sekolah disambut dengan bazar yang telah disiapkan oleh siswa dari masing-masing kelas. Aneka makanan yang tersedia antara lain ada pecel, sego wiwit, aneka kue, dan berbagai jenis jajanan pasar. Tidak hanya makanan namun tersedia juga berbagai jenis minuman yang ditawarkan antara lain ada es dawet, es kelapa muda, es coklat cincau, dan masih banyak yang lainnya.

Selain itu, OSIS SMAN 1 Prambanan mengadakan kontes pemilihan Miss dan Maskot VIGARA. Setiap kelas diwajibkan mengirimkan perwakilannya untuk mengikuti kontes tersebut. Siswa yang ditunjuk wajib mengenakan berbagai jenis kostum yang unik dengan tema yang berbeda-beda. Riuh penonton dan pendukung terdengar disetiap penampilah peserta. Juri cukup kebingungan menentukan pemenang karena penampilan setiap peserta yang unik dan menunjukkan gaya yang khas sesuai dengan kostum yang mereka pakai.

Pada hari kedua merupakan puncak acara HUT SMAN 1 Prambanan. Acara dimulai dengan melaksanakan apel pagi. Di dalam apel tersebut Bapak Dalimin, S.Pd membacakan sejarah SMAN 1 Prambanan dari awal kelahiran, pergantian kepala sekolah, perkembangannya, hingga berbagai prestasi yang telah diraih oleh siswa-siswi terbaik SMAN 1 Prambanan. Beliau berharap agar SMAN 1 Prambanan terus maju menjadi sekolah yang unggul dalam mutu, berwawasan global, berkepribadian dan takwa, sehingga menghasilkan siswa-siswi yang berkualias.

Bapak Darwito, S.Pd selaku Pembina Upacara menjelaskan bahwa tujuan dari pelaksanaan kegiatan yang bertema “Vigara Creative Action” adalah untuk membangkitkan kreatifitas seni dan menyalurkannya dalam sebuah seni pertunjukkan serta menambah kecintaan terhadap almamater SMAN 1 Prambanan. Beliau juga berharap agar SMAN 1 Prambanan dapat  terus berkembang menjadi sekolah yang lebih baik. Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng dan pelepasan burung merpati. Upacara apel pagi ditutup dengan pertunjukkan paduan suara oleh siswa.

Setelah itu, acara dibuka dengan pemukulan gong oleh Kepala SMA Negeri 1 Prambanan. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian sembako oleh Dimas Lingga selaku ketua panita secara simbolis kepada warga sekitar. Bapak Darwito, S.Pd mengawali pentas seni dengan membawakan sebuah lagu yang berjudul “Kemesraan”. Para siswa cukup antusias menyambut penampilan beliau. Mereka beberapa saat ikut menyanyikan lagu tersebut. Setelah itu dilanjutkan dengan pentas seni dari para siswa, antara lain ada pertunjukkan dari beberapa grub band dan teater yang mengambil judul “Ande Ande Lumut”. Yang terakhir adalah pertunjukan dari bintang tamu yakni Sri Plecit. Sri Plecit merupakan sebuah band indie lokal yang bergenre rege. Para siswa berdansa dan bernyanyi bersama di depan panggung. Beberapa alumni SMAN 1 Prambanan turut memeriahkan jalannya HUT SMAN 1 Prambanan yang ke- 31 ini.

“Selamat Ulang Tahun SMAN 1 Prambanan yang ke- 31, semoga Allah SWT selalu mengaruniakan yang terbaik untuk kita semua”.

 

 

Program Jaksa Masuk Sekolah, Kejari Sleman Datangi SMA Negeri 1 Prambanan

Tim Jaksa Masuk Sekolah Kejaksaan Negeri Sleman memberikan Penerangan dan Penyuluhan Hukum di SMA Negeri 1 Prambanan. Kegiatan Jaksa Masuk Sekolah (JMS)  ini diikuti oleh Guru dan seratus pelajar dari perwakilan kelas X, XI, dan XII, serta anggota OSIS.

Kegiatan Penyuluhan Hukum dalam Program Jaksa Masuk Sekolah dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 15 November 2016 pukul 10.30 Wib s/d 12.00 WIB bertempat di Laboratorium Biologi SMA Negeri 1 Prambanan. Tim Jaksa Masuk Sekolah disambut baik oleh Bapak Darwito, S.Pd selaku Kepala SMA Negeri 1 Prambanan yang sekaligus membuka kegiatan Penerangan dan Penyuluhan Hukum tersebut.  Materi penyuluhan hukum disampaikan oleh Bapak Fredy R. hendrawan dan Bapak Bambang Prasetya yang membahas mengenai tindak pidana narkoba. Program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) mendapatkan respon positif dari siswa siswi SMA Negeri 1 Prambanan, hal itu dapat dilihat dari keaktifan mereka dalam sesi tanya jawab mengenai materi yang telah diberikan.

Tim Jaksa Masuk Sekolah yang dipimpin oleh Fredy R. Hendrawan memaparkan dan menjelaskan mengenai Peran Kejaksaan Republik Indonesia sekaligus memberikan pengenalan materi tentang hukum di kalangan para siswa. Pengenalan hukum ini seputar Bahaya Narkoba dan Psikotropika, yaitu UU No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, UU No. 5 Tahun 1997 Tentang Psikotropika, dan UU No. 23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan. Kegiatan ini berlangsung dengan tertib dan lancar.

Program Jaksa Masuk Sekolah merupakan program pemerintah pusat yang dicanangkan di seluruh wilayah Indonesia dengan tujuan yaitu pengenalan serta pembinaan hukum sejak dini, sehingga anak-anak bangsa tidak terjerumus dengan pelanggaran hukum, seperti tawuran, narkoba dan masalah kriminal lainnya. Kegiatan ini merupakan agenda bulanan yang dilaksanakan tiga kali setiap bulannya. Sekolah lain yang memperoleh penyuluhan hukum sebelumnya adalah SMK Muhammadiyah Prambanan dan SMA Negeri 1 Kalasan.

Kegiatan ini diharapkan dapat dijadikan bahan pembelajaran untuk memperluas wawasan dalam menambah pengetahuan, mengenalkan, dan menanamkan nilai-nilai kejujuran bagi para pelajar sebagai penerus generasi bangsa Indonesia.