GLADIAN PEMIMPIN SATUAN SMA NEGERI 1 PRAMBANAN GUGUS DEPAN SLEMAN 14.059-14.060 TAHUN 2016/ 2017

Salam pramuka! Salam!

Gerakan pramuka SMA Negeri 1 Prambanan Sleman menyelenggarakan Gladian Pemimpin Satuan (GPS). Kegiatan dilaksanakan pada hari Sabtu dan Minggu, 5-6 November 2016 di SMA Negeri 1 Prambanan. Peserta dalam kegiatan ini adalah pimpinan sangga dan wakil pimpinan sangga. Bentuk kegiatan berupa perkemahan Sabtu Minggu dan latihan dasar kepemimpinan.

 

Gerakan pramuka mempunyai tugas pokok menyelenggarakan pendidikan karakter bagi generasi muda sesuai Undang-Undang Republik Indonesia No. 12 Tahun 2010 tentang gerakan pramuka. Maka dari itu, Gladian Pemimpin Satuan bertujuan (1) meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa; (2) membina kader-kader pramuka yang tangguh; (3) meningkatkan kecakapan dan ketrampilan berorganisasi; (4) menumbuhkan nilai saling menghargai, patriotisme, dan nasionalisme; (5) meningkatkan pengetahuan, pengalaman, dan kemampuan pemimpin sangga dan wakilnya.

 

Gladian Pemimpin Satuan dimulai hari Sabtu, 4 November 2016 pukul 14.00 WIB. Sebelum acara dimulai peserta melakukan daftar ulang, cheeking perlengkapan, dan menjalankan ibadah. Setelah itu tibalah pada awal acara, yaitu upacara pembukaan. Kak Agung, selaku pembina upacara berharap semoga kegiatan dari awal sampai akhir berjalan lancar. Beliau juga berpesan kepada seluruh peserta, karena kegiatan ini dilakukan semalam di sekolah maka semua peserta diharapkan selalu bersikap baik dan menjaga diri.

 

Kegiatan selanjutnya dinamika kelompok, yel-yel, dan permainan tradisional yang dipandu oleh Kak Kamal dan Kak Yola. Dalam kegiatan ini ketua dan wakil sangga dipisah, kemudian masuk pada kelompok sangga yang berbeda. Satu kelompok terdiri dari 6 orang dengan menggunakan nama kelompok yang diambil dari nama pahlawan. Setiap kelompok dalam hitungan waktu 10 menit menyuarakan yel-yel masing-masing dengan semangat. Setelah itu, permainan tradisional seperti ular naga, jamuran, cublak cublak suweng, dingklik oglak-aglik dilakukan oleh seluruh peserta. Hal ini dilakukan untuk melestarikan permainan tradisional.

 

Peserta Gladian Satuan adalah peserta yang penuh semangat. Hal ini terbukti bahwa pukul 19.15 sampai 21.00 seluruh peserta tetap menerima materi cara membuat proposal, laporan pertanggungjawaban, dan teknik penyampaian materi yang disampaikan oleh Kak Ryan, Kak Sigit, dan Kak Nizar. Pukul 22.00 sampai 01.00 WIB semua peserta digiring mengikuti caraka malam. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang paling menantang. Ketika malam hari yang sepi semua peserta dilepas jalan sendiri sesuai arah yang ditentukan. Apakah semua peserta berhasil dalam kegiatan ini? Jawabannya ya, semua peserta berhasil menjalankan tantangan ini, hal ini terbukti semua peserta baik laki-laki maupun perempuan mengikuti caraka malam sampai finish.

 

Minggu (7/11), kegiatan diawali dengan senam. Kegiatan ini dapat memulihkan semangat dan kesegaran tubuh setelah semalam mengikuti kegiatan. Kegiatan dilanjutkan dengan materi yang disampaikan Kak Agung, Kak Bambang, dan Kak Zaini tentang cara penguasaan audien, materi upacara adat, maket simpul dan ikat. Kegiatan dipenghujung yaitu upacara penutupan pada pukul 09.15-10.00 WIB. Serangkaian kegiatan telah dilaksanakan. Seluruh panitia dan peserta merasa bersyukur karena kegiatan ini berjalan dengan lancar.

 

Michell Angel Patricia, selaku pimpinan sangga penegas menyatakan bahwa kegiatan ini memberikan berbagai manfaat yang luar biasa. Ia menyatakan kegiatan yang telah dilalui dapat melatih keberanian, kedisiplinan, menghargai orang lain, dapat menjaga satu sama lain, dan dapat menumbuhkan jiwa kepemimpinan.

 

Dengan dilaksanakan Gladian Pemimpin Satuan, diharapkan dapat memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan bagi pramuka penegak SMA Negeri 1 Prambanan sehingga dapat menjadi pribadi tangguh, berjiwa pancasila, dan menjadi pemimpin berkualitas yang dapat mengamalkan satya dan darma pramuka.

“SATYAKU KUDARMAKAN, DARMAKU KUBAKTIKAN”

Goreskan dan tanamkan semboyan itu dalam jiwamu! 

Deklarasi Pelajar Cinta Damai Anti Tawuran, Anti Vandalisme, dan Anti Narkoba di SMA N 1 Prambanan

SMA N 1 Prambanan menggelar kegiatan deklarasi anti tawuran, anti vandalisme, anti narkoba pada hari Rabu, 9 November 2016 di halaman upacara. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh warga SMA N 1 Prambanan serta dihadiri olehKepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Sleman, Kepala BNN Sleman, Kepolres Sleman, Kapolsek Prambanan, komite sekolah, , Camat beserta Muspika Prambanan, Lurah Madubaru, serta segenap tamu undangan.

Deklarasi yang selenggarakan di pagi hari ini merupakan realisasi dari surat keputusan  Kepala Disdikpora Kabupaten Sleman nomor : 421/4780 tertanggal 3 November 2016 agar sekolah sekolah tertujuk untuk menyelenggarakan kegiatan deklarasi anti tawuran, anti vandalisme dan anti narkotika pada para siswa dan warga sekolah.Beberapa sekolah yang melaksanakan kegitan ini antara lain SMA N 1 Prambanan, SMK N 1 Sayegan, SMA N 1 Sleman, SMK N Berbah, SMK Piri Ngaglik, SMA N 1 Ngaglik, SMK Muhammadiyah Prambanan, SMA N 1 Minggir, SMA N 2 Ngaglik, SMK Muhammadiyah Pakem, SMA N 1 Sayegan, SMK N 1 Cangkringan.

Seluruh rangkaian apel upacara berjalan cukup sukses. Peserta upacara mengikuti rangkaian apel upacara dengan penuh khitmadhingga berahirnya acara. OSIS SMA N 1 Prambanan telah mempersiapkan kegiatan ini beberapa hari sebelumnya. Para siswa begitu antusias menyambut deklarasi ini. Mulai dari latihan apel upacara, menyiapkan baner, serta menyiapkan kain sepanjang 1,10x 35 meter.

“Dengan deklarasi ini diharapkan mampu menekan angka kekerasan, tawuran, aksi vandalisme dan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar sehingga Kabupaten Sleman tidak lagi menduduki peringkat atas pada kasus-kasus pelanggaran yang dilakukan oleh pelajar di Daerah Istimewa Yogyakarta” tegas Bapak Darwito, S.Pd selaku kepala SMA N 1 Prambanan.

Dalam kegiatan itu perwakilan pelajar membacakan janji untuk tidak melakukan tawuran di sekolah maupun jalanan. Mereka juga bersedia menghindarkan diri dari vandalisme serta narkoba. Kemudian apel upacara ditutup dengan berdoa bersama. Usai apel upacara, seluruh siswa dan para tokoh pendidik serta tamu undangan membubuhkan tanda pada kain putih berukuran 1,10X35 m. Hal ini menjadi simbol kesepakatan sebagai bentuk dukungan dan mencegah pelanggaran dari deklarasi yang telah dibacakan.

Wakapolres Sleman sebagai pembina apel upacara juga menghimbau agar masing-masing pelajar menjaga sikap supaya tidak mudah terpancing emosi. Selain itu beliau juga berharap agar semua pelajar di Sleman menjaga kerukunan, mengefektifkan komunikasi, mengedepankan musyawarah, serta mewujudkan suasana tentram, dan damai saling bekerjasama bergandengan tangan sebagai saudara untuk menyiapkan diri menjadi generasi muda yang sehat, cerdas, ceria, berkualitas, dan berakhlak mulia.

LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN OSIS SMA NEGERI 1 PRAMBANAN TAHUN 2016/2017

SMA Negeri 1 Prambanan mengadakan Latihan Dasar Kepemimpinan OSIS (LDK) tahun 2016/2017. Pelatihan dilakukan selama dua hari, pada tanggal 29 dan 30 Oktober 2016 di SMA Negeri 1 Prambanan. Peserta kegiatan berjumlah 50 orang, diantaranya adalah purna OSIS 2015/ 2016, purna Dewan Ambalan dan anggota OSIS 2016/2017.

Jiwa leadership perlu ditumbuhkan pada anggota OSIS SMA Negeri 1 Prambanan. Hal ini penting karena dalam menjalankan roda organisasi diperlukan pemimpin berkualitas yang dapat menjalankan kegiatan dengan baik dan mengambil keputusan secara bijaksana.  

Salah satu usaha dalam mengembangkan kepemimpinan OSIS di SMA Negeri 1 Prambanan adalah dengan mengadakan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK). Pelatihan ini dilaksanakan rutin setiap tahun ketika pergantian pengurus OSIS. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kepemimpinan, meningkatkan solidaritas, melatih tanggung jawab, dan menumbuhkan kedisiplinan.

Kegiatan yang diberikan dalam latihan dasar kepemimpinan mencakup kegiatan indoor dan outdoor. Materi indoor yaitu kepemimpinan, penyuluhan narkoba HIV, pembuatan proposal, dan penyusunan program kerja. Kegiatan yang tidak kalah pentingnya adalah kegiatan outdoor, yaitu outbont dan berbagai game yang dapat melatih jiwa kepemimpinan.

Bapak Darwito, S.Pd selaku kepala sekolah SMA Negeri 1 Prambanan memberikan sambutan dan juga materi kepemimpinan. Beliau berharap supaya OSIS memiliki gaya kepemimpinan demokratis dan delegatif yang ideal. Selain materi kepemimpinan, penyuluhan narkoba juga disampaikan oleh Bapak Iswanto, S.Pd. Beliau memberikan pesan supaya semua anggota OSIS dapat selektif dalam bergaul, selalu menjalankan ibadah, dan berpikir positif.

Kegiatan outbond dilakukan hari Minggu, 30 Oktober 2016. Dalam kegiatan ini seluruh anggota OSIS diharapkan bersikap ramah dengan menerapkan 5S kepada sesama. Selain itu semua peserta dituntut peduli lingkungan dengan cara mengambil sampah yang ditemukan di jalan.

Fany Pramesti Handayani, selaku anggota OSIS bagian seksi pendidikan bela bangsa dan negara mengatakan bahwa latihan dasar kepemimpinan ini sangat bermanfaat. Ia juga menyatakan bahwa peserta LDK sangat antusias sampai kegiatan akhir, semua peserta melalui game dan outbont diajarkan menjalin komunikasi yang baik, kerja sama, kekompakan dan kedisiplinan.

Dengan dilaksanakan Latihan Dasar Kepemimpinan OSIS 2016/ 2017, semoga dapat menjadi bekal dalam berorganisasi dan berkomitmen melaksanakan program kerja OSIS dengan penuh semangat dan tanggung jawab. Selain itu, anggota OSIS SMA Negeri 1 Prambanan diharapkan dapat menjadi penggerak yang kreatif, inovatif dan berakhlak mulia menjadi teladan yang baik seperti slogan Ki Hajar Dewantoro “Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa , Tut Wuri Handayani.”

SMAN 1 Prambanan Melaksanakan Upacara Bendera dalam Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-88

Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-88, SMAN 1 Prambanan melaksanakan upacara bendera pada hari Jumat, 28 Oktober 2016 di halaman upacara. Upacara diikuti oleh seluruh siswa siswi dan guru SMA N 1 Prambanan.

Bapak Darwito S.Pd sebagai pembina upacara membacakan sambutan Menpora Imam Nahrawi pada peringatan hari Sumpah Pemuda tahun 2016 ini. Berdasarkan Surat Edaran yang dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Pedoman Penyelenggaraan Upacara Bendera Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-88 tahun 2016. Pada lampiran surat tersebut juga disertakan mengenai sambutan Menpora pada peringatan hari Sumpah Pemuda tahun 2016 ini.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 88 tahun 2016  bertema “Pemuda Indonesia Menatap Dunia”. Ada tiga karakter dan kapasitas yang perlu dikapitalisasi setiap generasi muda untuk memenangi “pertarungan” masa depan sekaligus dalam mewujudkan mimpi Indonesia. Pertama, diperlukan generasi muda yang memiliki kualitas integritas yang tinggi, Kedua, kapasitas keahlian dan intelektual yang cukup mumpuni, Ketiga, karakter kepemimpinan yang peduli dan profesional.

Semoga melalui momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke 88 tahun 2016 ini bisa membawa perubahan yang lebih baik menuju Indonesia yang mandiri, berkemajuan dan sejahtera melalui tema “Pemuda Indonesia Menatap Dunia”. Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-88.

Siswa Siswi SMAN 1 Prambanan Menjadi Peserta Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT) Sejak Dini

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI bekerjasama dengan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat DIY mengadakan Sosialisasi Pencegahan KDRT Sejak Dini. Putra putri terbaik SMAN 1 Prambanan berbartisipasi dalam acara ini.Acara tersebut dilaksanakan pada hari Kamis, 27 Oktober 2016 di Ballroom Indraprasta Lantai 2, Sahid Jaya Yogyakarta Hotel, Jl. Babarsasi Yogyakarta dengan dihadiri lebih dari seribu peserta.

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan kejadian atau peristiwa yang merusak sendi-sendi utama ketahanan keluarga. Dampak KDRT selain mengancam keberlanjutan kehidupan rumah tangga juga berpengaruh negatif terhadap siklus kehidupan dan tumbuh kembang anak dalam rumah tangga tersebut, sementara untuk menekan prevalensi korban KDRT upaya menyeluruh dan fundamental perlu diarahka pada pencegahan dan pengenalan potensi KDRT sejak dini. Hal ini berarti harus menyentuh fase di mana kehidupan berkeluarga dan pembangunan rumah tangga akan dimulai. Kelompok sasaran yang potensial dalam hal ini adalah kalangan orang muda, pemuda, pemudi siwa siswi SLTA dan mahasiswa yang belum berumah tangga.

“Karena itu, sumberdaya yang kita miliki perlu diinvestasikan pada upaya pencegahan. Artinya, Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga ini (PKDRT) harus menyentuh kaum muda, yaitu mereka yang berada pada fase menjelang kehidupan berumah tangga,” ujar Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Vennetia R. Danes saat Sosialisasi PKDRT, di Yogyakarta, Kamis (27/10). Pencegahan dan pengenalan potensi KDRT sejak dini sangat diperlukan dalam menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak khususnya KDRT.

Kegiatan sosialisasi tersebut diharapkan dapat memberikan informasi dan pemahaman akan pentingnya pencegahan KDRT sejak dini melalui ketahanan keluarga. Tentunya dengan melibatkan peran laki-laki dalam pencegahannya. Seluruh peserta yang terdiri dari generasi muda dapat mengetahui dan memahami tentang kondisi objektif KDRT di Indonesia, dapat mengenali potensi hal hal penyebab KDRT, serta mengetahui cara mencegah KDRT sejak dini dengan mempersiapkan diri sebelum memasuki jenjang rumah tangga.

TONTI dan DANTON SMA N 1 Prambanan Berpartisipasi dalam Lomba Baris Berbaris Kreasi Putra Bangsa

Peleton Inti (TONTI) Putra dan Putri SMA N 1 Prambanan mengikuti Lomba Baris Berbaris Kreasi Putra Bangsa Tahun 2016. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Minggu, tanggal 23 Oktober 2016 di lapangan Pemda Sleman dan sekitarnya.

Dalam rangka menyongsong Peringatan Hari Sumpah Pemuda yang ke-88, Pemerintah Kabupaten Sleman tahun 2016, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman  bekerja sama Purna Paskibraka Indonesia (PPI) kabupaten Slemanmenyelenggarakan kegiatan Lomba Baris Berbaris Kreasi Putra Bangsa Pelajar SMP/MTs dan SMA/SMK/MA Negeri/Swasta.

Persaingan dalam perlombaan sangat sengit dari dimulainya acara. Lomba dilaksanakan pada pukul 06.30 WIB, bermula dari Lapangan Pemda Kabupaten Sleman dan berakhir di Halaman Dishubkominfo Kabupaten Sleman. Peserta lomba terdiri dari Peleton Inti (TONTI) dan Komandan Peleton (DANTON) Pelajar SMP/MTs Negeri/Swasta Putra dan Putri (25 Peleton) dan Peleton Inti (TONTI) dan Komandan Peleton (DANTON) Pelajar SMA/SMK/MA Negeri/Swasta Putra dan Putri (25 Peleton).

SMAN 1 Prambanan mengirimkan perwakilan TONTI dan DANTON baik Putra dan Putri. Meskipun diawal mereka sempat kurang percaya diri karena melihat kekompakkan yang ditunjukkan dari sekolah lain. Namun, dengan mengingat kembali niat awal yaitu ingin membangagakan almamater maka mereka tetap berjuang dengan sepenuh hati.

Juara Umum Peleton Tingkat SMP/MTs dan SMA/SMK/MA putra/putri ditentukan dengan sistem total point Peleton dan Komandan. Hadiah pemenang lomba juara I, II, dan III Peleton dan Komandan Kategori SMP/MTs putra-putri dan SMA/SMK/MA putra-putri masing-masing akan mendapatkan Piagam Penghargaan dan Trophy Tetap Kepala Dinas pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman. Juara Umum Peleton tingkat SMP/MTs dan SMA/SMK/MA akan mendapatkan Trophy Bergilir Wakil Bupati Sleman.

TONTI dan DANTON SMAN 1 Prambanan, semoga keteguhan hati dan semangat yang kalian tunjukkan membuahkan hasil yang terbaik. VIGARA JAYA!

KEGIATAN PEMBELAJARAN DI LUAR KELAS PESERTA DIDIK KELAS X SMAN 1 PRAMBANAN TAHUN PELAJARAN 2016/2017

Dalam rangka mewujudkan tujuan kurikulum secara ideal terutama pelajaran Ekonomi, Fisika, Geografi, Kimia, dan Biologi, salah satu program SMA Negeri 1 Prambanan adalah mengadakan kegiatan pembelajaran di luar kelas. Kegiatan ini dilaksanakan untuk peserta didik kelas X SMAN 1 Prambanan tahun pelajaran 2016/2017 pada hari Sabtu, tanggal 15 Oktober 2016 diikuti oleh sebanyak 193 anak. Adapun objek pembelajaran yang dikunjungi yaitu Pantai Baron, Kukup, dan Sepanjang di Gunung Kidul.

Proses   belajar   mengajar   yang   dicanangkan   oleh   pemerintah   dan   tertuang   dalam kurikulum   tentunya   tidak   diartikan   secara   tekstual   belaka,   yaitu   hanya   dalam   bentuk penyampaian dari nara sumber dalam hal ini guru sebagai pengajar kepada peserta didik sebagai subjek yang diajar dengan menggunakan berbagai sumber belajar. Namun, proses belajar juga meliputi proses pengamatan langsung kepada objek-objek yang berkaitan dengan bahan pengajaran yang dapat   dilihat   atau   ditemui   hal-hal   yang   bersumber   dari   lingkungan   sekitar   yang diformulasikan menjadi teori dan bidang-bidang ilmu.

Dalam upaya untuk mencapai pengalaman belajar yang mengesankan, tentunya peserta didik juga diajak untuk melihat dan berinteraksi langsung dengan objek-objek yang menjadi salah satu bagian   bahan   ajar   yang   mereka   pelajari   di   sekolah,   tidak   melulu   hanya   melihat   buku pelajaran.   Dalam   hal   ini,   sesekali   peserta   didik   diajak   bepergian   untuk   meneliti   dan mengamati sesuatu sesuai dengan pelajaran yang dipelajari sambil berwisata.

Kegiatan pembelajaran di luar kelas ini memiliki beberapa maksud dan tujuan. Tujuan diadakan pembelajaran di wilayah pantai antara lain; 1) memperkenalkan kepada peserta didik kelas X alam sekitar, 2) memperkenalkan kepada peserta didik kelas X tentang biota di pantai selatan, 3) mempelajari letak geografi, arah angin dan kecepatan angin, ketinggian pantai permukaan laut, 4) mengamati benda-benda/zat disekitar pantai, 5) mengamati dan mempelajari kandungan air dan pasir pantai laut selatan.

Guru dan peserta didik melaksanakan berbagai kegiatan  dengan tertib dan disiplin. Setiap kelas bertanggung jawab dengan anggota masing-masing dalam melakukan presensi kehadiran. Setelah mendapat pengarahan dari Bapak Darwito, S.Pd selaku kepala sekolah dan berdoa bersama, empat buah bis berangkat beriringan menuju objek wisata. Selama perjalanan guru pendamping selalu mengontrol keadaan pesarta didik. Sesampainya di objek pembelajaran peserta didik secara berkelompok melakukan penelitian dari tugas yang telah diberikan oleh guru masing-masing matapelajaran sebagai laporan tugas individu.

Kegiatan ini sangat berguna bagi peserta didik karena dapat dijadikan ajang belajar sambil bermain dan itu lebih menarik dari pada siswa-siswi yang terus menerus belajar dikelas yang mau tidak mau harus menguasai materi yang di ajarkan tanpa tahu bentuk pengaplikasian nyatanya seperti apa. Banyak sekali informasi dan wawasan ilmu pengetahuan yang didapatkan dari program pembelajaran di luar ini.

Pelantikan Pengurus OSIS SMA Negeri 1 Prambanan Tahun 2016/2017

Senin, 10 Oktober 2016 telah dilaksanakan pelantikan Kepengurusan OSIS tahun 2016/2017 di halaman upacara SMAN 1 Prambanan. Pelantikan dilakukan setelah selesai upacara bendera.

Dias Nur Akan selaku ketua OSIS lama secara simbolik memberikan tongkat estafet kepada Maulana Kongko Wicaksono sebagai ketua OSIS yang baru. Penyerahan tongkat estafet ini berarti secara resmi telah menyerahkan tagung jawab kepengurusan OSIS dan segala tugas yang harus dilaksanakan kepada OSIS yang baru. Kemudian, Maulana Kongko sebagai ketua yang baru membacakan ikrar ditirukan oleh seluruh anggota OSIS yang baru. Ikrar tersebut berisikan tentang kesiapan melaksanakan tugas dengan menjaga martabat almamater, bangsa dan negara.

Pergantian kepengurusan OSIS merupakan agenda kegiatan rutin yang harus dilaksanakan setiap tahun. Hal ini penting dilakukan untuk meregenerasi kepengurusan OSIS dan melatih siswa dalam pembentukan karakter, sikap kepemimpinan, dan pengalaman dalam berorganisasi. Dengan adanya pergantian pengurus ini, pengurus OSIS lama yang sudah kelas XII bisa lebih fokus dalam belajar untuk mempersiapkan ujian nasional.

Bapak Darwito, S.Pd selaku kepala sekolah memberikan sambutan agar pengurus OSIS yang baru mampu melaksanakan tugas dan tanggungjawab dengan sebaik-baiknya. Kepala Sekolah juga berharap SMAN 1 Prambanan semakin maju melalui siswa yang berkarakter dan berprestasi.

Selamat bagi OSIS tahun 2016/2017 yang terpilih, semoga dapat melaksanakan amanah dengan berbagai kegiatan yang positif dan berkualitas demi kemajuan SMAN 1 Prambanan.

Semarak Peringatan 1 Muharram 1438 H di SMA Negeri 1 Prambanan

Umat muslim merayakan Tahun Baru Hijriyah yang pada tahun ini jatuh pada tanggal 2 Oktober 2016. Dalam memperingati tahun baru kali ini, Rohis Fathul Amin SMAN 1 Prambanan mengadakan kegiatan pengajian dengan tema “Mewujudkan Generasi Muda Islam yang Berimtaq, Cerdas, dan Berkarakter untuk Indonesia yang Lebih Maju dan Bermartabat”. Acara ini dilaksanakan pada hari kamis, 6 Oktober 2016 di gedung Sasana Vigara diikuti seluruh warga muslim SMA N 1 Prambanan.

Di zaman globalisasi ini, perkembangan teknologi yang sangat pesat dapat  menyebabkan penurunan nilai-nilai agama pada remaja muslim. Tidak dapat di pungkiri lagi bahwa keimanan dan ketaqwaan remaja muslim harus selalu dijaga agar pengaruh negatif dari perkembangan teknologi yang mendorong pada kemaksiatan dapat terhindar. Seperti yang dijelaskan pada tema tersebut, diharapkan melalui kegiatan ini mampu membentuk generasi yang tidak hanya cerdas otak saja, tetapi juga cerdas kepribadian agar mampu menghadapi perkembangan dan tantangan zaman. Oleh karena itu, dalam memperingati tahun baru Hijriah 1 Muharram 1438 H ini, OSIS dan Rohis SMAN 1 Prambanan menggelar acara pengajian  yang bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Allah SWT.

Sebelum acara dimulai, jamaah pengajian dihibur oleh anggota rohis dengan melantunkan beberapa lagu bertema religi. Penampilan yang penuh percaya diri cukup membuat meriah suasana di aula. Kemudian acara dimulai dengan pembukaaan, dilanjutkan dengan beberapa sambutan. Sambutan pertama diawali oleh Wahyu Ramadhan selaku ketua rohis dilanjutkan sambutan kedua oleh Drs. Abdul Kasri. Acara yang ketiga yaitu pengajian inti memperingati tahun baru Islam 1 Muharram 1438 H yang kemudian ditutup dengan doa. Seluruh rangkaian acara berjalan dengan lancar dan meriah.

Bpak Sutarjo, S.Ag., M.A selaku narasumber memberikan ceramah yang sangat menarik tentang makna tahun baru Islam. Sejarah tahun baru Islam atau tahun baru Hijriyah diawali dengan peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah. Sedangkan bagi umat Islam sesudah nabi, peringatan ini merupakan momen untuk hijrah dengan melakukan perubahan menjadi pribadi yang lebih baik. Maka hijrah yang akan kita jalani dalam arti kiasan disini, adalah hijrah nafsiah dan hijratul amaliyah, yaitu perpindahan dari kufur menuju iman, peningkatan mutu diri dari segi spiritual dan intelektual, serta meningkatkan semangat dan kesungguhan dalam beribadah kepada Allah SWT.

Makna dari peringatan tahun baru Islam setiap tanggal 1 Muharram, akan menjadi momen hijrah atau perpindahan dari keburukan menjadi kebaikan. Selain itu juga dapat menjadi pengingat agar kita senantiasa bermuhasabah, mengevaluasi diri atas segala kekurangan dan kelemahan kita sebagai manusia biasa yang kadar keimanannya sering naik dan turun.

Pengurus rohis dan keluarga besar SMAN 1 Prambananmengucapkan Selamat Tahun Baru 1438 Hijriyah. Semoga semua salah dan dosa di tahun 1437 H dan sebelumnya bisa kita perbaiki dan mendapat ampunan dari Allah SWT. Dan semoga tahun 1438 H menjadi tahun emas bagi kita semua. Aamiin Yaa Rabbal ‘aalamiin.

Perayaan Hari Raya Idul Adha di SMA N 1 Prambanan

Pada hari Senin, tanggal 12 September 2016 Rohis SMAN 1 Prambanan beserta keluarga besar sekolah dan warga kampung di sekitar sekolah melaksanakan shalat Idul Adha bersama. Shalat Idul Adha diselenggarakan di halaman upacara sekolah. Imam dan khotib pada kesempatan ini adalah Drs. Anshori selaku guru agama Islam di SMAN 1 Prambanan. Sebagian anggota Rohis rela bermalam di sekolah demi kelancaran pelaksanaan kegiatan tersebut.

Pada pagi harinya, segala perlengkapan dan keperluan shalat Id telah dipersiapkan oleh Rohis, kemudian sekitar pukul 06.00 WIB jamaah sudah datang memenuhi shaf di halaman sekolah. Shalat Id berlangsung dengan tertib dan khusuk. Idul adha adalah salah satu dari dua hari raya besar bagi umat muslim. Idul Adha memiliki ciri khas tersendiri di bandingkan dengan Idul Fitri. Pada hari raya Idul Fitri kita mendapatkan momen berpuasa sebulan penuh, sedangkan pada Hari Raya Idul Adha kita mendapatkan momen berkurban, yaitu menyembelih hewan yang telah ditentukan untuk dibagikan dan dinikmati seluruh warga sekitar. Berkurban dilakukan pada hari raya Idul Adha dan tiga hari setelah hari raya.

Idul Adha adalah hari raya kedua bagi umat muslim yang jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah setiap tahunnya. Hari Raya Idul Adha dikenal juga dengan Idul Qurban karena pada hari raya ini umat muslim yang mampu secara materi sangat ditekankan untuk berkurban. SMAN 1 Prambanan seperti tahun-tahun sebelumnya melaksanakan kurban dengan menyembelih seekor sapi. Penyembelihan hewan kurban dilakukan pada hari Rabu, tanggal 14 September 2016. Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan kompak karena adanya kerjasama seluruh keluarga besar sekolah dan rohis. Daging kurban kemudian dibagikan kepada keluarga besar SMAN 1 Prambanan dan sebagian dibagikan tiap kelas untuk lomba memasak.

Para siswa sangat berantusias selama pelaksanaan lomba masak berlangsung. Berbagai jenis olahan masakan yang berbahan dasar daging kurban disajikan dengan begitu menawan oleh para siswa. Penilaian masakan hasil olahan para siswa dilakukan oleh guru-guru yang sudah ditunjuk sebagai juri lomba memasak.  Kriteria penilaian berdasarkan pada rasa, penyajian, dan kerapian penyajian.

Berkurban memiliki sejarah tersendiri. Kisahnya terjadi pada masa Nabi Ibrahim a.s. dan putranya yang bernama Nabi Ismail a.s. Ibadah kurban mempunyai nilai ketauhidan yang sangat kental, dimana Nabi Ibrahim a.s dan putranya diuji keimanannya oleh Allah SWT dengan memberi perintah untuk mengorbankan anak satu-satunya yang sangat dicintai. Dengan penuh rasa tunduk dan patuh kepada perintah Allah SWT, Nabi Ibrahim a.s dan Nabi Ismail a.s mematuhi dan melaksanakan perintah tersebut. Atas bukti keimanan dan ketaatan mereka, maka Allah SWT memberi pertolongan dengan menyelamatkan Nabi Ismail a.s dan menggantikan posisinya dengan seekor kambing besar. Kisah ini mengajarkan umat manusia sikap bertauhid yang sesungguhnya. Kedua nabi tersebut membebaskan dirinya dari penghambaan kepada materi menuju penghambaan kepada Allah SWT semata. Jika manusia mengetahui makna sebenarnya dari sikap ketauhidan ini, maka hatinya akan merasa lebih tentram dan nikmat dalam menjalankan segala perintah Allah SWT.

Melalui kegiatan ini diharapkan para siswa selalu berpegang teguh pada nilai-nilai ketauhidan dalam kehidupan sehari-hari baik di sekolah maupun di masyarakat dan selalu  menguatkan tali silaturahmi terhadap sesama. Semoga acara ini dapat menumbuhkan generasi yang cerdas secara spiritual dan akademik, sehingga dapat terwujud tombak penerus bangsa yang bertanggungjawab dan mampu menghadapi perkembangan dan tantangan zaman.