Pemilihan Calon Ketua OSIS SMAN 1 Prambanan Tahun 2016/2017

SMA Negeri 1 Prambanan menggelar pemilihan ketua OSIS masa bakti 2016/2017. Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS dilakukan secara langsung pada hari Senin, tanggal 26 September 2016.

Kegiatan diawali dengan orasi penyampaian Visi dan Misi calon ketua OSIS di hadapan seluruh siswadan guru di halaman upacara SMA N 1 Prambanan. Mekanisme pemilihan ketua OSIS merupakan agenda tetap pengurus OSIS. Setiap  siswa bergantian memberikan hak suaranya  di mulai dari kelas X sampai dengan kelas XII dan Guru, sehingga proses kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap dapat berjalan dengan baik. Panitia telah menyediakan beberapa bilik suara bagi pemilih, sehingga pemilihan ketua OSIS dijamin kerahasiannya.

Pelaksanaan Pemilihan Ketua OSIS dengan menggunakan sistem pemilu ini merupakan sebuah proses pembelajaran demokrasi secara langsung bagi seluruh siswa. Sehingga kedepanya saat menghadapi Pemilu para siswa tidak canggung lagi, karena telah memiliki pengalaman pada saat di sekolah. Selain itu kegiatan ini juga bertujuan menanamkan sikap jujur dan sportif bagi setiap siswa. OSIS mengadakan Musyawarah Perwakilan Kelas (MPK) X, XI, dan XII. Kemudian dari masing-masing jurusan dan tingkat kelas mengajukan calon melalui musyawarah dan mufakat. Setelah terpilih, para calon diorganisir oleh pengurus MPK untuk diadakan orasi dan pelaksanaan pemilihan ketua umum OSIS, ketua 1, dan ketua 2. Calon ketua OSIS yang telah terpilih melalui jalur mufakat adalah :

  1. Lutfi Aditama Pramudita, perwakilan dari kelas X program IIS
  2. Hafidh Nur Ozi Alfianto, perwakilan dari kelas X program MIPA
  3. Anugrah Lintang Pratista, perwakilan dari kelas XI program IIS
  4. Maulana Kangko Wicaksono, perwakilan dari kelas XI program MIPA

Sistem yang digunakan dalam pemilihan Ketua OSIS  mengadopsi sistem yang biasa digunakan oleh KPU dalam Pemilihan Umum, dimana setiap pemilih diberikan selembar kertas suara yang berisi nomor sesuai dengan nomor urut yang dimiliki oleh masing-masing calon. Selanjutnya pemilih memberikan hak suara dengan cara mencoblos salah satu nomor sesuai dengan Nomor Urut Calon Ketua OSIS yang diinginkan, dan setelah itu surat suara yang telah dicoblos dimasukkan kedalam kotak suara. Untuk menghindari adanya pemilih ganda, setiap usai memberikan hak suaranya para pemilih diwajib mencelupkan jari kedalam tinta warna hitam. Proses pemungutan suara selesai sekitar pukul 12.00. Kemudian setelah melaksanakan Sholat Dhuhur dilakukan proses perhitungan suara yang disaksikan oleh seluruh perwakilan pengurus kelas X, XI, dan XII dengan hasil : Ketua Umum dimenangkan oleh Mualana Kangko Wicaksono, Ketua 1 Hafidh Nur Ozi Alfianto, Ketua 2 Anugrah Lintang Pratista dan Sekretaris Umum Lutfi Aditama Pramudita.

Bagi seluruh kandidat yang bersaing diharapkan dapat menerima apapun hasil yang diperoleh dalam proses pemilihan yang dilaksanakan. Selain itu Ketua OSIS terpilih diharapkan mampu menjadi sosok yang bisa memimpin dan  memberikan contoh yang baik bagi rekan-rekannya.

 

SERAH TERIMA JABATAN KEPALA SMA NEGERI 1 PRAMBANAN

Pada hari Senin,  tanggal 19 September 2016 Bupati Sleman melantik 84 kepala sekolah baru yang terdiri dari 10 orang  Kepala SMA/SMK, 18 Kepala SMP, dan 56 Kepala SD.  Salah satu dari 10 orang Kepala SMA/SMK yang dilantik tersebut adalah Bapak Darwito, S.Pd yang sebelumnya menjabat Kepala SMAN 2 Ngaglik dan dilantik menjadi kepala sekolah baru di SMAN 1 Prambanan.

Bapak Darwito, S.Pd ini menggantikan Bapak Drs. Tri Sugiharto yang sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Tugas Kepala SMAN 1 Prambanan. Bapak Drs. Tri Sugiharto yang juga merupakan Kepala SMAN 1 Kalasan dilantik sebagai Pelaksana Tugas Kepala SMAN 1 Prambanan pada tanggal 1 Juni 2015 menggantikan Bapak Drs. Mawardi Hadisuyitno yang telah memasuki masa purna tugas pada tanggal tersebut.

Serah terima jabatan kepala sekolah lama kepada kepala sekolah baru ini dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 27 September 2016 di GOR Sasana Vigara SMAN 1 Prambanan. Acara ini dihadiri oleh bapak ibu guru dan karyawan dari SMAN 1 Prambanan dan dari SMAN 2 Ngaglik yang ikut mengantar Bapak Darwito, S.Pd, serta tamu undangan dari berbagai instansi terkait. Tamu undangan yang hadir antara lain Kepala Dinas Dikpora, Pengawas SMA Kab. Sleman, Kapolsek Prambanan, Danramil, Komite sekolah, Camat Prambanan, Kepala SMPN 1 Prambanan, Kepala SDN Madusari 1, Kepala TK Madurejo, Dukuh Majasem Madurejo, Dukuh Jirak Bokoharjo, RT/RW setempat, Kepala UPT Kec. Prambanan, Kepala RSUD Prambanan, Kepala Puskesmas Prambanan. 

Dalam acara serah terima jabatan kepala sekolah tersebut sekaligus dilangsungkan juga acara serah terima jabatan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kelompok SMAN 1 Prambanan, yaitu dari ketua lama Ibu Dra. Wening Yuktiasri Tri Sugiharto kepada ketua baru Ibu Fita Cahyaningrum Darwito, S.Pd.

Dalam sambutannya, Bapak Drs. Tri Sugiharto mengucapkan selamat datang kepada Bapak Darwito, S.Pd. Beliau menyampaikan bahwa masih banyak hal yang sedang dikerjakan dan perlu segera diselesaikan oleh kepala sekolah baru di SMAN 1 Prambanan. Diantaranya adalah pembangunan gedung baru untuk empat ruang KBM, pembenahan laboratorium kimia, pembenahan laboratorium komputer, pengadaan komputer baru dan kelengkapan fasilitas lainnya untuk persiapan menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan pelaksanaan ISO 9001 : 2008.

Harapan beliau semoga Bapak Darwito, S.Pd selaku kepala sekolah baru mampu menjadikan SMAN 1 Prambanan lebih maju, lebih unggul dalam kualitas, dan lebih dikenal baik oleh masyarakat luas. 

Kegiatan Rekoleksi dan Regenerasi Kepengurusan Serkat SMAN 1 Prambanan Tahun Ajaran 2016/2017

Pengurus Serikat Katholik (Serkat) SMAN 1 Prambanan mengadakan kegiatan Rekoleksi dan Regenerasi Kepengurusan Serkat Tahun Ajaran 2016/2017. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu – Minggu tanggal 24 – 25 September 2016 bertempat di Panti Semedi Sangkal Putung, Klaten.

Kegiatan rekoleksi merupakan kegiatan yang dilakukan untuk merefleksikan diri. Kegiatan ini menuntut pesertanya untuk melihat kembali ke belakang tentang apa yang sudah dilakukan di masa lalu dan memikirkan apa yang perlu dilakukan ke depannya. Bagi umat Kristiani rekoleksi juga merupakan salah satu upaya untuk melatih hidup rohani dan menumbuhkan rasa ingin berubah ke arah yang lebih baik. Oleh karena pentingnya kegiatan ini, pengurus Serkat SMAN 1 Prambanan mengadakan kegiatan Rekoleksi dan Regenerasi Kepengurusan Serkat setiap tahun ajaran.

              Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan :

  1. Semakin mempererat persaudaraan antarumat Kristiani dan umat yang lain di SMAN 1 Prambanan.
  2. Semakin meneguhkan iman warga Kristiani SMAN 1 Prambanan.
  3. Menjadikan warga Kristiani SMAN 1 Prambanan berkat bagi sesama.

Peserta dari kegiatan ini terdiri dari :

  1. Siswa Katholik kelas X sebanyak 11 orang
  2. Siswa Katholik kelas XI sebanyak 10 orang
  3. Siswa Katholik kelas XII sebanyak 12 orang
  4. Guru Pembimbing sebanyak 4 orang

Adapun bentuk kegiatannya antara lain :

  1. Keorganisasian
  2. Pendidikan karakter dan motivasi
  3. Solo night
  4. Misa
  5. Out bond

Kegiatan-kegiatan tersebut dipimpin oleh Frater Wisnu dari Paroki Kalasan. Melalui kegiatan ini diharapkan siswa-siswi Katholik di SMAN 1 Prambanan dapat menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Demikian juga kepengurusan baru Serkat diharapkan dapat menjalankan tugas-tugasnya dengan penuh tanggung jawab. 

Lanjutkan Perjuangan Sebagai Generasi Penerus Bangsa

Karya: Mutia Husnun Nursihha / XII  MIPA 1

            Di tahun 2016, pada tanggal 17 Agustus Indonesia telah menghirup udara kemerdekaan selama 71 tahun. Kemerdekaan yang dahulu diperjuangakan oleh para pahlawan disertai dengan pertumpahan darah demi kemajuan bangsa Indonesia dimasa yang akan datang. Berjuang demi kehidupan yang nyaman, tentram serta layak bagi generasi penerus pembangun bangsa. Menjadikan sebuah kata “Kemerdekaan” sebagai hadiah dari panjangnya perjuangan melawan penjajah, dan sebagai titipan agar selalu dijaga dan dipertahankan. 

            Bangsa Indonesia sudah selayaknya bersyukur atas kemerdekaan Negara Republik Indonesia (NKRI) yang telah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Masa depan Bangsa Indonesia berada ditangan generasi muda Bangsa ini. Indonesia memiliki cita-cita luhur yang harus selalu diperjuangakan, yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan keejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Dalam upaya mewujudkan cita-cita dan mempertahankan kedaulatan bangsa tentu akan menghadapi banyak rintangan dan hambatan. Semangat kepahlawanan harus senantiasa berada di dalam hati para pemuda Indoneisa. Semangat juang yang menggelora, berjiwa nasionalisme dan patriotisme, keberanian, rela berkorban, pantang menyerah, cinta tanah air, dan bergotong-royong harus dijunung tinggi di manapun kita berada.

 Sudah menjadi tugas kita sebagai generasi penerus bangsa, untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan. Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk melanjutkan perjuangan mereka yang telah gugur mendahului kita.

Beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk meneruskan perjuangan para pahlawan adalah sebagai berikut:

      1. Mengisi kemerdekaan Indoneisa dengan hal-hal yang positif

Kita harus mengisi kemerdekan dengan hal-hal yang positif, bukan dengan tawuran atau berpesta dimalam kemerdekaan dengan menggunakan obat-obatan terlarang. Justru hal itu malah merusak persatuan dan kesatuan bangsa, bukan menjaga persatuan dan kesatuan. Masih banyak hal positif yang dapat kita lakukan seperti lomba-lomba sebagai bentuk rasa perjuangan demi meraih kemenangan, dll.

       2. Kita sebagai generasi penerus bangsa harus belajar dengan tekun

Sebagai pelajar memang sudah semestinya belajar dengan tekun, agar cita-cita kita dapat tercapai dan dapat menharumkan nama bangsa Indonesia. Untuk membawa Indonesia ke kemerdekaan yang sesungguhnya, pendidikan menjadi nomor satu.

       3. Saling menghargai dan toleransi dalam setiap perbedaan untuk menjaga persatuan dan kesatuan

Seperti semboyan kita “Bhineka Tunggal Ika” yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Persebaran budaya yang berbeda-beda namun tetap indah dengan ciri khasnya masing-masing. Perbedaan agama, suku, dan ras di Indonesia namun tetap saling toleransi menjadi sebuah pemandangan yang membedakan bangsa ini dengan negara-negara lain. Banyak orang luar negri yang datang ke Indonesia hanya untuk belajar toleransi. Maka dari itu, kita harus bangga menjadi bagian dari bangsa yang memilik ribuan pulau ini.

4. Mengamalkan isi dari sila-sila Pancasila

Banyak hal yang positif dalam kandungan Pancasila yang berfungsi untuk menciptakan keamanan dan ketertiban ngara. salah satu contohnya adalah menghargai hak setiap warga negara untuk bermusyawarah mufakat yang dilakukan tanpa adanya tekanan, paksaan ataupun intervensi. Ini adalah pengamalan yang terkandung dalam sila ke empat.

5. Menghindari pergaulan bebas yang menjurus ke hal-hal negatif

Ini adalah point penting yang harus dipegang teguh oleh para generasi muda. Sekarang banyak sekali geng-geng motor yang anarkis yang beranggotakan para pelajar, dan yang lebih parah lagi adalah  banyaknya pemuda yang terjerumus kecanduan mengkonsumsi narkoba dan minuman keras. Jika generasi muda rusak, siapa lagi yang bisa meneruskan perjuangan para pahlawan?.

            Masih banyak hal-hal yang dari kecil hingga besar untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan. Mengheningkan cipta setidaknya kita lakukan walupun hanya pada saat mengikuti upacara bendera untuk mengenang jasa para pahlawan kita. Beberapa point diatas adalah sedikit bagian dari seluruh hal yang dapat kita lakukan untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan.

Semoga dengan membaca artikel ini dapat menumbuhkan semangat juang demi mempertahan kemerdakan RI. Terimakasih Indonesia, masih mampu merdeka diumurmu yang ke-71. Semoga kami bukan hanya generasi penerus bangsa yang hanya sekedar hormat kepada benderamu saja. Namun hormat pula kepada sesama warganya. Dirgahayu Republik Indonesia. Merdeka!.

 

Sumber referensi:

http://kelompok8rear.blogspot.co.id/?m=1

http://holicthehellboy.blogspot.co.id/p/melanjutkan-cita-cita-para-pahlawan.html/?m=1

http://alfarizi.mywapblog.com

Buku Paket Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Kelas XII Kurikulum 2013, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI, 2013.

Memperingati Hari Olahraga Nasional di SMA N 1 Prambanan

“Walk’s Together and Fell The Solidarity” adalah tema acara yang diselenggarakan oleh OSIS SMA N 1 Prambanan dalam memperingati Hari Olahraga Nasional tahun 2016. Acara ini dilaksanakan pada hari Jumat, 9 September 2016 bertempatkan di lapangan sepak bola dan lapangan upacara SMA N 1 Prambanan.

Kegiatan ini melibatkan seluruh warga SMA N 1 Prambanan. Menurut OSIS SMA N 1 Prambanan kegiatan dengan tema “Walk’s Together and Fell The Solidarity” ini perlu selenggarakan untuk meningkatkan solidaritas dan persatuan antar warga, meningkatkan kecintaan dengan lingkungan sekitar sekolah, dan membantu propram pemerintah untuk mengurangi polusi udara dengan cara jalan sehat. Sasaran kegiatan ini adalah seluruh warga SMA N 1 Prambanan.

Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakandalam memperingati Hari Olahraga Nasional yaitu senam peregangan, jalan sehat, akustikan, dan pembagian doorprize. Kegiatan pertama yang akan dilakukan yakni senam peregangan, senam ini dipimpim oleh seorang instruktur dan diikuti oleh seluruh warga SMA N 1 prambanan.Instruktur sendiri dipilih dari siswa yang memang memiliki kompetensi dalam hal senam. Setelah peregangan dilakukan ada pengarahan dan doa bersamayang dipimpin oleh Bapak Wasi Suharsana, S.Pd. kemudian dilanjutkan dengan jalan sehat.

Seluruh siswa sangat bersemangat mengikuti kegiatan ini. Rasa letih dan panas tak mereka hiraukan, mereka mengakui senang dengan diadakannya kegiatan seperti ini. Para peserta jalan sehat akan mengikuti rute yang telah ditentukan oleh pihak pelaksana. OSIS SMA N 1 Prambanan telah mempersiapkan sebuah hiburan setelah mereka kembali ke sekolah. Para siswa akan mempertunjukkan aksi mereka dalam bermusik yakni sebuah pertunjukan akustik. Sebagai penutup pihak pelaksana kegiatan telah mempersiapkan doorprize yang akan dibagikan bagi mereka yang beruntung.

Setiap kegiatan berlangsung dengan meriah dan lancar. Seluruh warga SMA N 1 Prambanan sangat antusias dalam mengikuti berbagai kegiatan. Jalinan silturahmi, kerukunan, dan kebersamaan inilah yang diharapkan akan memperkuat rasa persatuan dan kesatuan antar siswa SMA N 1 Prambanan khususnya dan masyarakat pada umumnya.

Maria Imaculata Asri Wulandari Juara I Lomba Pidato Bahasa Indonesia Tingkat SMA/SMK se-Kabupaten Sleman

Maria Imaculata Asri Wulandari, siswa SMA N 1 Prambanan meraih Juara 1 pada Lomba Pidato Bahasa Indonesia se-Sleman yang diadakan oleh Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FBS, UNY pada hari Jumat, tanggal 9 September 2016 di Jalan Colombo No.1 Yogyakarta.

Tema pidato kali ini yaitu “Menumbuhkan Budaya Literasi di Sekolah”. Peserta dari lomba pidato ini sejumlah 20 orang yang mewakili sekolah masing-masing di daerah Sleman. Pada pidatonya, Maria mendeskripsikan perkembangan budaya literasi di Indonesia. Ia mengemukakan bahwa begitu pentingnya budaya literasi disekolah. Karena disekolah merupakan salah satu faktor utama pencetak generasi muda yang berkualitas. Namun untuk mencapai keberhasilan program tersebut terdapat beberapa hal yang menjadi penghambat pengembangan budaya literasi. Dalam pidatonya Maria juga memberikan solusi dari berbagai aspek dalam mengatasi permasalahan tersebut. Diakhir pidatonya, Maria menyerukan gerakan budaya literasi disekolah kepada seluruh audiens, “Bersama pembudayaan literasi di sekolah, generasi Indonesia bisa! tegasnya”

Selain berhasil menyampaikan pidatonya dengan baik dan penuh penghayatan, Maria berhasil mendapatkan poin tertinggi dari juri. Menurutnya, ketika akan berpidato, ia merasa sangat gugup sampai-sampai telapak tangannya terasa dingin, apalagi ketika ia tahu bahwa ia mendapat urutan ke tujuh belas. Namun setelah mulai berpidato ia justru memperlihatkan ketenangan dan keseriusannya dalam menyampaikan materi yang telah dipersiapkan sebelumnya. Atas keberhasilan tersebut, Maria berhak mendapatkan uang pembinaan, trofi, dan sertifikat.

Maria merasa prestasinya yang sekarang belumlah cukup, dan tidak akan berhenti atau menyerah sampai di sini. Karena baginya “Proses lebih penting dari hasil” dan baginya proses yang ia jalani belumlah selesai. Tips untuk adik-adik kelasnya yang akan mengikuti Lomba Pidato tahun depan adalah, belajar yang giat dan rutin latihan. Bahkan sebelum tidur Maria tetap menghafal naskah pidatonya. Untuk persiapan suara agar tidak serak dan terdengar jelas, ia bercerita suka memakan kencur dan bawang putih. Kalau muncul rasa malas dan jenuh, ia berusaha mengingat alasannya pertama kali berniat ikut lomba pidato ini. Alasan ikut lomba pidato ini, “Saya ingin membanggakan orang tua saya” ujarnya.

Selamat untuk Maria, serta terimakasih sudah mengharumkan nama SMA N 1 Prambanan. Semoga banyak orang yang dapat mengambil manfaat dari isi pidato Maria, dan termotivasi untuk mengambil kesempatan untuk belajar dan menumbuhkembangkan budaya literasi di Indonesia!

MELAWAN PENJAJAH DI ERA GLOBALISASI

   Karya: Nanda Cindy Hendaliani/MIPA 2

        Indonesia bisa mencapai kemerdekaan berkat perjuangan para pahlawan yang telah gugur di medan perang. Perjuangan Pahlawan Indonesia selama beratus–ratus tahun melawan penjajah sangat berjasa bagi bangsa Indonesia. Sudah tujuh puluh satu tahun sudah Bangsa Indonesia mencapai kemerdekaan. Tapi, apakah kita yakin bahwa bangsa Indonesia benar-benar bebas dari penjajahan?

Selama ini bangsa Indonesia tidak menyadarinya bahwa Indonesia masih dijajah oleh bangsa lain. Bukan negara, bukan tanah air yang mereka jajah, namun hal–hal kecil lain yang tidak begitu diperhatikan . seperti bahasa, budaya, teknologi, makanan, minuman, hingga pakaian yang setiap hari kita kenakan.

Untuk apa perjuangan para pahlawan yang telah memerdekakan Indonesia kalau kita sebagai bangsa Indonesia tidak bisa menjaga negara kita sendiri dari penjajahan–penjajahan produk–produk asing? Kitra sebagai generasi muda harus dapat menjaga apa yang telah diperjuangkan para pahlawan kita dimasa lampau.

Zaman semakin maju, informasi mudah berkembang, generasi muda semakin cerdas. Namun masih belum bisa memilah–milah budaya yang masuk di Indonesia. Bukan dengan berperang atau tidakan yang heroik lainnya, namun kita dapat memulainya melalui hal–hal kecil yang dapat kita lakukan.

Contohnya seperti menggunakan bahasa daerah setempat kita tinggal agar bahasa daerah kita tidak punah. Banyak generasi muda sekarang ini yang malu menggunakan bahasa daerah. Mereka menganggap menggunakan bahasa daerah merupakan hal yang memalukan. Justru lebih memalukan kalau tidak bisa berbahasa daerah namun lancar menggunakan bahasa asing.

Mengkonsumsi lagu–lagu dan film Indonesia. Anak muda zaman sekarang lebih suka mengkonsumsi lagu–lagu dan film dari luar Indonesia karena mereka menganggap lagu dan film dari negara luar lebih berkualitas daripada lagu dan film Indonesia. Itualah tugas dari generasi muda zaman sekarang untuk menciptakan lagu-lagu dan film–film yang dapat dikonsumsi dan disenangi oleh masyarakat Indonesia.

Berpakaian dengan sopan. Selain untuk melindungi tubuh kita dari panas matahari, berpakaian dengan sopan juga dapat meningkatkan derajat kita.

Menggunakan produk–produk Indonesia. Selain untuk mengurangi penjajahan produk negara asing, menggunakan produk Indonesia juga dapat mendambah devisa negara dan memperkenalkan produk Indonesia ke Dunia.

Mengembangkan dan melestarikan makanan dan minuman asli Indonesia. Sebagai kebutuhan pokok kita, makanan juga bida dijajah, contohnya banyak rumah makan cepat saji yang menyediakan makanan dari negara eropa daripada warung makanan yang menjajakan makanan asli Indonesia. Salahsatu faktor yang menyebabkan makanan cepat saji lebih diminati daripada makanan Indonesia adalah penyajiannya yang kurang menarik. Itulah mengapa kita harus mengembangkan makanan–makanan tersebut sehingga dapat menjadi makanan yang diminati oleh masyarakat Indonesia.

Tidak hanya memperjuangkan bahasa, budaya, makanan, dan produk – produk Indonesia, namun kita juga harus memperjuangkan anak–anak Indonesia. Masih banyak anak – anak Indonesia yang belum mendapatkan hak – haknya sebagaimana mestinya. Apabila kita tidak memperjuangkan anak–anak Indonesia, bagaimana generasi penerus kita selanjutnya? Apakah bangsa Indonesia akan diisi dengan anak – anak yang tidak mendapat pendidikan sebagaimana mestinya? Atau anak – anak yang candu akan narkotika dan obat–obatan terlarang? Untuk itu kita harus memperjuangkan anak– anak Indoesia agar mereka mendapat pendidikan yang layak agar anak–anak Indonesia menjadi anak–anak yang cerdas yang dapat memerdekakan Indonesia dari budaya–budaya yang tidak sesuai dengan budaya Indonesia.

Untuk itu kita sebagai generasi muda penerus bangsa harus menjadi generasi muda yang cerdas untuk melawan penjajahan–penjajahan yang mulai menggerogoti budaya–budaya Indonesia. Tidak harus melawan dengan hal yang menggebrak, namun kita dapat memulainya melalui hal–hal kecil yang dapat kita lakukan sehari–hari.

SISWA SMAN 1 PRAMBANAN MERAIH JUARA III ATLETIK CABANG LARI 100M PUTRA PADA KEJURKAB SLEMAN 2016

Aji Pangestu, siswa SMAN 1 Prambanan kelas XII MIPA 2, berhasil meraih Juara III atletik cabang lari 100m putra pada kejuaraan kabupaten (kejurkab) Sleman 2016. KegiataninidiselenggarakanolehPersatuanAtletikSeluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Sleman pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 3 dan 4 September 2016 di Stadion Tridadi Sleman.

Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIY XIV akan diselenggarakan tahun depan di Kabupaten Bantul. Demi mempertahankan ambisi trofi juara umum Porda DIY XIV, pengurus PASI Sleman telah menggelar rakercab pada pekan lalu. Sejumlah keputusan penting diputuskan dalam raker tersebut. Salah satu poin penting yang diambil dalam raker tersebut adalah kewajiban dan tugas pengurus PASI Sleman untuk menggelar seleksi atlet untuk Porda DIY XIV tahun 2017 mendatang.

Pengurus PASI Sleman kemudian menggelar ajang Kejurkab Atletik yang diikuti atlet-atlet dari berbagai nomor atletik. Setelah Kejurkab, maka akan terjaring potensi-potensi terbaik di cabang atletik yang akan dipersiapkan terjun di Porda DIY XIV. Atletik merupakan cabang olahraga (cabor) yang memperebutkan medali terbanyak. Paling tidak, ada 40 set medali yang dapat diperebutkan dari cabang ini.

Cabang atletik yang diperlombakan mulai dari tingkat SD sederajat, SLTP sederajat, SLTA sederajat, mahasiswa dan umum. SMAN 1 Prambanan mengirimkan lima atlet untuk mengikuti Kejurkab tersebut dan satu atlet dari guru olahraga mengikuti cabang lompat jauh putra untuk kategori umum, yaitu Bapak Hernawan Setyabudi, S.Pd.Jas. Lima atlet yang mengikuti Kejurkab tersebut adalah :

  1. Ilham Muhammad Ridho kelas XI MIPA 2, cabang lari 800m putra
  2. Rizka Sukma A kelas XI MIPA 1, cabang lari 100m putri
  3. Diaz Nur Arkan kelas XII MIPA 1, cabang lompat jauh putra
  4. Aji Pangestu kelas XII MIPA 2, cabang lari 100m putra
  5. Santika Lintang kelas XII MIPA 2, cabang lompat jauh putri

Aji Pangestu behasil meraih juara III atletik cabang 100m putra. Sedangkan Bapak Hernawan Setyabudi, S.Pd.Jas berhasil meraih juara I cabang lompat jauh putra kategori umum.

Sekolah memberi apresiasi yang setinggi-tingginya. Semoga mereka berdua bisa mewakili kabupaten Sleman untuk mengikuti Porda DIY XIVtahun depan. 

 

Ignatius Arya Jalu Harmadika dan Rosa Virginia Ratih Krisnani Juara Ke-2 Pemilihan Duta Remaja Sehat Tahun 2016

Dalam rangka mendukung kegiatan Hari Kesehatan Nasional di Kabupaten Sleman ke-52 Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman mengadakan acara “Kampanye Kesehatan remaja” di SMA N 2 Sleman, Brayut, Pandawaharja, Sleman. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 31 Agustus 2016. Kampanye Gaya Hidup Sehat remaja diikuti 300 peserta terdiri dari unsur terkait, siswa dan guru yang ditunjuk serta sekolah sekitar.

Ignatius Arya Jalu Harmadika dan Rosa Virginia Ratih Krisnani meraih juara ke-2 Orasi Bahasa Jawa Anti Buly dalam pemilihan Duta Remaja Sehat. Rosa dan Arya adalah 2 perserta siswa SMA N 1 Prambanan yang mengikuti kegiatan ini. Keduanya menjadi juara ke-2 putera dan puteri orasi bahasa Jawa. Arya dan Rosa merupakan siswa yang aktif dalam berorganisasi baik di sekolah ataupun di luar sekolah. Pemilihan Duta Remaja Sehat hanya satu dari sekian banyak jadwal kegiatan Kampanye Hidup Sehat Remaja.

Kesehatan reproduksi merupakan bagian penting dari program kesehatan dan merupakan titik pusat pembangunan sumber daya manusia mengingat pengaruhnya mengenai setiap orang yang mencakup banyak aspek kehidupan sejak dalam kandungan sampai kematian. Hasil survey Depkes (1996-1997) terhadap 10.981 pengunjung klinik KB di Yogyakarta, terdapat 19,3 % yang datang dengan kehamilan yang tidak diinginkan dan telah melakukan tindak pengguguran secara disengaja sendiri secara tidak aman. Sekitar 2% diantaranya berada di bawah usia 22 tahun. Faktor ketidaktahuan terhadap informasi mengenai kesehatan reproduksi antara lain mengakibatkan banyak permasalahan yang dihadapi oleh para remaja. Banyak kasus HIV – AIDS, NAPZA, pergaulan bebas, kehamilan tidak diinginkan, dan aborsi seringkali dilakukan oleh remaja baik yang berada di perkotaan maupun pedesaan.

Selama ini KIE yang dilakukan pada remaja sudah cukup sering dan banyak, tapi masih menggunakan metode yang konvensional. KIE yang melibatkan remaja dan dalam rangkaian acara yang menarik diharapkan remaja mempunyai insight untuk mau mengakses informasi tentang gaya hidup sehat remaja, serta mau dan mampu mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. 

Komik Karya Siswa SMA N 1 Prambanan Terpilih dalam Workshop dan Lomba Komik se-DIY

Dinas Kebudayaan DIY bekerja sama dengan Media Komik dan Visual Art “Mulkarya” mengadakan Workshop dan lomba pemeranan komik. “KUKURUYUK#2 Bangunlah Jiwanya, Bangunlah Badannya!” Adalah tema workshop, lomba dan pemeranaan komik ini. Workshop dan lomba pemeranan komik telah dilaksanakan pada tanggal 3-4 Agustus 2016, bertempat di Omah Petruk Karang Kletak. Acara yang melibatkan 100 remaja usia SMA/SMK se-Daerah Istimewa Yogyakarta ini bertujuan untuk memupuk kreatifitas, kemampuan bertutur dan bercerita lewat bahasa gambar (komik).

Pada perkembangannya, komik bukan hanya sekedar bacaan anak dan dewasa, tetapi juga merupakan produ budaya dan industri yang mecerminkan karakter suatu bangsa. Cerita komik yang dibuat dengan melibatkan karakter-karakter lokal suatu daerah/bangsa seperti kondisi geografis, sejarah dan kultur suatu masyarakat, menkadi pintu masuk untuk mengenal karakter bangsa tersebut. Ada trasfer pengetahuan dalam proses tersebut. Mulkarya dalam acara ini mencoba memberi semangat dan dorongan untuk anak-anak muda yang menyukai komik untuk tampil dan dan bercerita dengan karakter mereka sendiri.

Dhimas Lingga Haryo Pamungkas dan Ilham Muhammad Ridho adalah dua siswa  yang karyanya dimuat dalam buku katalog hasil workshop dan lomba KOMIK se-DIY tahun 2016. Mereka adalah siswa kelas XI MIPA 2 yang mewakili SMA N 1 Prambanan dalam acara tersebut. Hasil karya dari dua siswa ini telah berhasil terpilih dalam 30 karya komik terbaik hasil workshop dan lomba lukis komik. Kemudian siswa dengan karya tebaik yang terpilih untuk dimuat dalam buku katalog akan mendapatkan uang pembinaan.

Kekuatan suatu bangsa ada pada generasi muda saat ini. Semoga setelah mengikuti workshop dan lomba pemeranan komik ini menjadi langkah awal munculnya komik-komik Indonesia yang disukai dan menjadi raja di negeri sendiri.