Beri Warna Sejati Bagi Sang Saka Merah Putih

Karya Nevada Indriawati / X IPS 1

 

                Republik Indonesia terbentang kehidupan dari sabang sampai merauke. Beribu-ribu pulau yang tersebar namun bersatu, menghiasi layaknya kelopak bunga mawar bermekaran dalam satu tangkai yang kuat dengan duri sebagai perisai tanda ketanguhan dan kejayaan bangsa. Jangan hiraukan usikan penjajah,tetap bersatu dan lawan tanpa gemetar dalam jiwa, selalu cermati dan patuhi kehendak Tuhan Yang Maha Esa adalah kunci pertahanan.

               Nusantara adalah negara berkembang yang akan selalu berkembang hingga menemukan kemajuan yang sesungguhnya. Segala limpahan anugrah dari Sang Maha Kuasa yang meracik negeri ini menjadi alam yang sempurna. Bentangan pegunungan,hutan ,lautan dan angkasa menjadi kekayaan yang nyata dan tersyukuri. Segala jenis kehidupan pernah terjadi dan menanam sejarah yang sangat besar akan tanah kaya ini.

               Bangsa Indonesia, bangsa tak terpecahkan “BHINNEKA TUNGGAL IKA” berbeda-beda tetapi tetap satu,walau beragam perbedaan didalamnya, bahkan menjadi pemersatu sejak para terdahulu masih hidup dalam ketidakpastian ditangan penjajah. Bukan rahasia tetapi memang ini fakta, tuntunan jalan dari Tuhan untuk kekuatan yang tidak terelakkan dengan kuatnya jemari yang mengakar untuk menopang derasnya dentuman dan butiran darah pejuang waktu itu.

               Tertulis berjuta kisah abadi yang terukir sejak darah anak manusia dengan jati diri Indonesia lahir mengupas kisah pertama dengan awal kehidupan yang berpangku pada kesederhaan dan tradisi yang kental. Berdiri kerajaan dengan kuasa raja belum bisa ciptakan kesatuan. Terjatuh butiran darah hasil perselisihan kerajaan yang beropini berbeda untuk menguasai tanah air.

               Masa yang terus berlalu belum memberi kecerahan bagi Indonesia. Pribumi yang tanguh tanpa bekal dipundak bekerja keras dan bersatu untuk kemajuan bangsa. Segala komponen masih memaksimalkan kekayaan alam yang luas dan terjaga. Hidup atau mati adalah rahasia Tuhan, selama kita masih percaya dan berusaha pasti tidak ada yang mustahil.

              Tekad yang terus membara, tidak mudah dipadamkan. Membuat tiada celah tersisa bagi para perusak dan penghianat yang berdalang dibalik topeng polos tanpa kenal akhlak dan pikiran baik setelah berkuasa. Tetapi yang sebenarnya terjadi adalah manusia asing datang untuk menguji Indonesia dengan berkendara kapal yang menerjang dan mengores lautan, berlagak seperti pengagum yang menjanjikan kekayaan dari mulut seorang pecundang.

              Mereka datang untuk berbagi ilmu dan ajaran agama, dengan tujuan utama berdagang dan mencari rempah-rempah nusantara yang telah lama dikagumi. Segala cara dilakukan untuk mencapai tujuan utama. Jauh dari dugaan, dibalik semua itu pikiran mereka telah tergerak karna penglihatan yang senyatanya akan memperkaya  diri sekaligus menjatuhkan kita.

              Sejak saat itulah Indonesia sedikit demi sedikit terperangkap. Bukan waktu yang singkat tanah air terinjak dan tercabuk sebagai pelayan yang terus dihabisi tanpa kenal belas kasihan. Nurani mereka sudah tidak terkendali, sangat kejam dan memprihatinkan. Tidak sebodoh itu, pribumi segera sadar dari bius penjajah. Segala lapisan rakyat hingga pemimpin turun tangan melawan dan memusnahkan mereka para parasit untuk segera meninggalkan Indonesia.

             Tak henti-hentinya nusantara terbasuh oleh darah para pahlawan bangsa yang berjuang tanpa pamrih. Sabang sampai merauke adalah harta dan kesatuan bangsa Indonesia yang harus tetap utuh, jiwa pribumi tidak akan melemah oleh karna goresan dan tembakan serdadu mereka. Dengan semangat tinggi sangatlah mudah menyingkirkan mereka.

             Indonesia adalah bangsa yang hebat dan berdaulat, hingga puluhan taun lamanya, pribumi rindu dengan Indonesia yang aman dan sejahtera. Kerinduan itu segera terhapuskan setelah Tuhan mendengar dan melihat bahwa Indonesia bukanlah bangsa yang lemah dan pantang menyerah. Semua itu bukanlah sebuah kado para penjajah, seluruh mahluk hidup telah menjadi saksi kebenaran yang sesungguhnya. “MERDEKA!” seruan itu adalah bukti nyata kuasa Tuhan dan bayaran atas apa yang sudah diperjuangkan mati-matian.

              Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia tepat di hari Jumat, 17 Agustus 1945 pukul 10.00,bertempat di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta Pusat. Teks Proklamasi Indonesia itu diketik oleh Sayuti Melik.. Kemudian bendera Merah Putih, yang telah dijahit oleh Ibu Fatmawati, dikibarkan, disusul dengan sambutan oleh Soewirjo, wakil walikota Jakarta saat itu dan Moewardi, pimpinan Barisan Pelopor.

            Hingga saat ini 17 Agustus adalah hari sejarah terbesar di Indonesia yang tidak bisa diragukan lagi. Di tahun 2016  saat ini Indonesia telah berumur 71 tahun, sudah cukup tua dalam tingkatan manusia. Lalu jika Indonesia diumpamakan sebagai seorang manusia, apakah yang akan kita perbuat?

          Seperti layaknya manusia yang sudah tua, tidak mudah untuk menjalani hidup seperti ketika masih muda. Sadarlah bahwa hingga diumur ke 71 tahun ini tanah air tercinta belum sukses. Indonesia masih terombang-ambing dalam persaingan dunia.

            Maka dari itu ayo, bangkit! Tunjukan bahwa Indonesia adalah negara yang benar-benar sudah Merdeka. Terus semangat! Junjung nilai Pancasila sebagai pijakan kita untuk melangkah. Sang Saka Merah Putih butuh warna nyata, warna merah darah yang berani dan gemilang serta warna putih tulang yang kuat dan suci untuk hidup, jangan sia-siakan waktumu, buktikan bahwa perjuangan para pahlawan yang luar biasa akan kita teruskan bersama! Jangan cepat puas dengan apa yang sudah kita raih bersama, tetap syukuri dan terus bekerja keras. Ayo Kerja Nyata!

Musyawarah Ambalan Gerakan Pramuka SMA N 1 Prambanan

Minggu, 21 Agustus 2016 Pramuka SMAN 1 Prambanan Sleman mengadakan Musyawarah Ambalan. Musyawarah ambalan (MUSYAM) adalah suatu forum atau tempat pertemuan bagi Pramuka Penegak warga ambalan sebagai wahana permusyawaratan untuk menampung aspirasi Pramuka Penegak warga ambalan ditingkat gugusdepan.

Musyawarah Ambalan merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan dalam memberikan dan menanamkan nilai kebersamaan, rasa memiliki, kedisiplinan dan permusyawaratan suatu ambalan. Di sisi lain, Musyawarah merupakan suatu forum tertinggi dalam menetapkan suatu kebijakan dan keputusan oleh suatu Ambalan. Musyawarah Ambalan ini dilaksanakan 1 ( satu ) tahun sekali sesuai dengan masa baktinya.

Maksud dan tujuan diadakannya kegiatan tersebut antara lain; melaksanakan program kerjaDewanAmbalanperiode 2015/2016, melaporkan hasil kegiatan kepramukaan dalam satu tahun masa jabatan Dewan Ambalan periode 2015/2016, pemilihan pengurus Ambalan untuk masa bakti yang akan datang, serta membuat program kerja baru untuk satu tahun kedepan.

Musyawarah Ambalan yang bertempatkan di SMAN 1 Prambanan Sleman diikuti oleh Pinsa dan Wapinsa kelas XI SMAN 1 Prambanan sebagai Peserta Sidang dengan jumlah 16 orang, Dewan Ambalan dengan jumlah 15 orang, Pembina Penegak sebagai Penasehat Sidang dengan Jumlah 3 orang, Utusan dari Dewan Kerja Ranting Prambanan sebagai Penasehat Sidang, Perwakilan dari Gugus Depan lain sebagai Peninjau Sidang.

Musyawarah Ambalan ini perlu dan harus diadakan di SMAN 1 Prambanan Sleman guna memilih dan membentuk kepengurusan Dewan Ambalan pada masa yang akan datang.

Peringatan HUT Ke- 71 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2016 di SMAN 1 Prambanan

Dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke- 71 tahun 2016, SMAN 1 Prambanan melaksanakan upacara bendera pada hari Rabu, 17 Agustus 2016 di halaman upacara. Seperti biasanya dalam puncak pelaksanaan upacara, pengibaran Bendera Merah Putih menjadi momen sakral yang mampu membangkitkan rasa nasionalisme. Petugas upacara yang ditunjuk adalah dari OSIS dengan pembina upacara Drs. Abdul Kasri. Beliau membacakan pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Beberapa hal penting dari isi pidato tersebut antara lain : Pertama, peran penting orang tua dan guru dalam membekali anak-anak Indonesia dengan pendidikan karakter agar bisa beradaptasi pada lingkungan global yang dinamis dan beragam dengan cara menumbuhkan lingkungan dan budaya belajar yang serasi antara sekolah, masyarakat dan keluarga. Kedua, pemerintah memastikan bahwa setiap anak Indonesia, tanpa ada diskriminasi, mendapatkan layanan pendidikan yang bermutu secara merata di seluruh wilayah Indonesia. Semua anak dan siswa dari keluarga kurang mampu mendapatkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) agar dapat melanjutkan pendidikannya paling sedikit 12 tahun. Negara juga sedang memperluas ketersediaan layanan pendidikan di daerah-daerah tertinggal, terluar, dan terdepan dengan membangun sekolah garis depan. Ketiga, pemerintah memastikan bahwa lulusan sekolah memiliki keterampilan yang diperlukan untuk memasuki dunia kerja serta bisa memenangkan persaingan regional dan global. Karena itu Nawacita mengamanatkan pentingnya pengembangan pendidikan vokasi yang bermutu dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Saat ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sedang merevitalisasi pendidikan vokasi dengan melibatkan peran serta pemerintah daerah dan industri.

Setelah selesai membacakan pidato Mendikbud, pembina upacara membacakan puisi “Tentang Kemerdekaan” karya Toto Sudarto Bachtiar. Upacara ditutup dengan menyanyikan lagu wajib nasional “Hari Merdeka”, dilanjutkan dengan lagu “Mars Vigara”, “Hymne Vigara”, dan pembacaan doa. Upacara berlangsung dengan tertib dari awal hingga berakhirnya acara. 

Dua Siswi SMAN 1 Prambanan Menjadi Pasukan Pengibar Duplikat Bendera Pusaka Tingkat Kabupaten Sleman Tahun 2016

Lathifah Yuli Kurniasih dan Nabilla Risqi Fatimah adalah dua siswi kebanggaan SMAN 1 Prambanan yang menjadi Pasukan Pengibar Duplikat Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat kabupaten Sleman tahun 2016. Pemilihan dan Pelatihan Paskibraka pelajar SLTA (SMA/SMK/MA) ini perlu menempuh beberapa tahap yang harus dilewati. Seleksi yang dilakukan cukup ketat mengingat pentingnya tugas yang akan dilaksanakan.

Dalam rangka persiapan pembentukan Pasukan Pengibar Duplikat Bendera Pusaka (Paskibraka) pada Upacara Detik-Detik Proklamasi dan Aubade sebagai puncak acara Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-71 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga menyelenggarakan Pemilihan dan Pelatihan Paskibraka pelajar SLTA (SMA/SMK/MA) melalui 2 (dua) tahapan kegiatan. Tahap pertama Pemilihan Calon Paskibraka. Tahap ini meliputi Pemilihan Calon Paskibraka Tingkat Wilayah (Sleman Barat; Sleman Tengah; dan Sleman Timur) dan tahap Pemilihan Paskibraka Tingkat Kabupaten. Tahap kedua adalah Pelatihan Paskibraka Tingkat Kabupaten.

Tahap pertama Pemilihan Calon Paskibraka Tingkat Wilayah dilaksanakan dari tanggal 10 – 25 Februari 2016 bertempat di sekolah-sekolah yang sudah ditunjuk. Untuk Wilayah Sleman Tengah bertempat di SMAN 2 Ngaglik pada tanggal 10 – 12 Februari 2016. Untuk Wilayah Sleman Timur bertempat di SMKN 1 Depok pada tanggal 16 – 18 Februari 2016. Dan untuk Wilayah Sleman Barat bertempat di SMKN 1 Seyegan pada tanggal 23 – 25 Februari 2016.

Tahap kedua Pemilihan Calon Paskibraka Tingkat Kabupaten hanya diikuti oleh peserta yang lolos Pemilihan Tingkat Wilayah. Tahap kedua ini dilaksanakan pada tanggal 14 – 16 Maret 2016 bertempat di Ruang Unit I Pemda Sleman dan Dinas Dikpora Kabupaten Sleman.

SMAN 1 Prambanan ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dengan mengirimkan siswa siswi terbaiknya menjadi peserta kegiatan dimaksud. Dua siswi terbaik dari SMAN 1 Prambanan berhasil lolos sebagai peserta Paskibraka Tingkat Kabupaten Sleman. Mereka adalah Lathifah Yuli Kurniasih kelas XII MIPA 3 dan Nabilla Risqi Fatimah kelas XI IPS 2. Untuk itu mereka harus mengikuti pelaksanaan pelatihan fisik dan mulai masuk karantina pada tanggal 4 – 20 Agustus 2016 yang bertempat di Balai Besar Latihan Masyarakat (BBLM) Yogyakarta di Sleman.

Sekolah memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya. Semoga mereka yang terpilih sebagai peserta Paskibraka Tingkat Kabupaten Sleman tahun 2016 ini bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi adik-adik kelasnya.  

SISWA SMAN 1 PRAMBANAN MENGIKUTI APEL BENDERA PERINGATAN HARI PRAMUKA KE-55

Gerakan Pramuka Kwatir Ranting 04.014 Prambanan menyelenggarakan kegiatan apel bendera. Hal ini dilakukan dalam rangka Peringatan Hari Pramuka ke-55. Kegiatan ini sekaligus dikaitkan dengan Peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-71.

Upacara dilaksanakan pada hari Sabtu, 13 Agustus 2016 dimulai dari pukul 07.00 WIB di Lapangan Madurejo Prambanan Sleman. Seluruh peserta apel bendera mengenakan Seragam pramuka lengkap. Para peserta apel bendera terdiri dari perwakilan setiap sekolah yaitu SMA /SMK 2 Sangga Pa, 2 Sangga Pi dan Anggota Dewan Ambalan (DA), untuk SMP/MTs 2 Regu Pa dan 2 Regu Pa dan 2 Regu Pi. Upacara juga dihariri oleh Kepala Sekolah dan Pembina Pramuka Gugus Depan.

Sementara itu SMA N 1 Prambanan juga mengirimkan seluruh siswa kelas X untuk mengikuti apel bendera.Guru dan Anggota Dewan Ambalan memandu siswa menuju lapangan dan menertibkan barisan. Seluruh peserta apel bendera dengan penuh semangat mengikuti urutan acara dari awal hingga berakhirnya kegiatan.

Lasiman, S.Sos sekretaris Kecamatan Prambanan selaku pembina upacara menghimbau agar anak-anak menjadi manusia yang berkarakter agar mampu menghadapi masa mendatang.

Richard Wiggers, Seorang Guru dari Belanda yang Mengadakan Penelitian di SMAN 1 Prambanan

Richard Wiggers adalah seorang guru Fisika dari Belanda yang mengajar di SMA Bonhoeffer College di Castricum (www.bonhoeffer.nl). Richard mengadakan penelitian kualitatif di SMAN 1 Prambanan dan sekolah-sekolah lain yang berada di pedesaan di kabupaten Sleman. Penelitian Richard bertema tentang minat anak-anak di sekolah pedesaan terhadap mata pelajaran Fisika dan Pemrograman Robotik. Richard ingin membuktikan bahwa para siswa di sekolah pedesaan meskipun terlihat lugu, tetapi sebenarnya mereka tidak kalah cerdas dengan para siswa di sekolah perkotaan. Di samping itu Richard juga ingin mengubah persepsi para siswa bahwasannya mata pelajaran Fisika itu mudah dan menyenangkan.

Penelitian Richard mengambil objek 6 orang siswi dan 6 orang siswa dari kelas XI MIPA 1 yang terbagi dalam dua sesi. Sesi pertama dilakukan pada tanggal 20 – 30 Juli 2016 untuk kelompok putri. Dan sesi kedua dilakukan pada tanggal 1 – 13 Agustus 2016 untuk kelompok putra. Mereka diajari bagaimana cara membuat game-game menarik dan sederhana tentang materi pelajaran Fisika menggunakan media situs internet www.code.org. Setelah itu mereka diajari membuat program untuk mengatur nyala lampu led dan mengubah warna lampu led dengan menggunakan perangkat antarmuka yang disebut Arduino dan pemrograman Bahasa C. Kemudian pada akhir sesi, para siswa diajari membuat robot sederhana dari bahan karton dan kuas dengan menggunakan perangkat Arduino.

Selain sebagai seorang guru, Richard Wiggers juga merupakan seorang peneliti di dunia pendidikan dari Universitas Amsterdam (Universitate Voor Amsterdam). Dalam melakukan penelitian ini dia berada di bawah pengawasan Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan UGM dibimbing oleh Wakil Kepala Bidang SDM, Bapak Made Kutanegara. Richard melakukan penelitian atas biaya sendiri dari keluarga besarnya di Belanda. Semua ini sudah menjadi keinginannya untuk melakukan penelitian di negara dimana keluarga dari Ibu Richard dibesarkan. Richard berharap bisa memberikan kontribusi untuk Indonesia dalam rangka memperbaiki generasi di masa depan.

Hasil penelitian Richard nanti akan disampaikan kepada pihak yang membimbing dan mengawasinya  selama  melakukan  penelitian ini,  yaitu  Bapak  Made  Kutanegara  di Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan UGM. Richard juga akan mempublikasikan artikel hasil penelitiannya di situs www.academia.edu   (https://independent.academia.edu/RichardWiggers)   untuk memberikan informasi dan menggugah masyarakat luas tentang pentingnya pendidikan bagi anak-anak generasi bangsa.

Kita berharap semoga apa yang Richard lakukan bisa membawa manfaat yang besar untuk generasi selanjutnya dan bisa menjadi inspirasi bagi siapa saja untuk mewujudkan kepedulian mereka terhadap pendidikan generasi bangsa.

SELEKSI ANGGOTA PELETON INTI SMAN 1 PRAMBANAN TAHUN PELAJARAN 2016/2017

SMA N 1 Prambanan bekerja sama dengan Polsek Prambanan mengadakan seleksi peleton inti (tonti) pada tanggal 27 sampai 29 Juli 2016 di lapangan sekolah.Kegiatan ini diikuti seluruh peserta didik kelas X tahun pelajaran 2016/2017.

Pelatihan Baris-Berbaris (PBB) tersebut wajib diikuti oleh seluruh siswa kelas X agar mereka bisa mendapatkan materi baris-berbaris dan kedisiplinan. Beberapa ketentuan sekolah untuk seleksi peleton inti antara lain: dilaksanakan setelah selesai pelajaran; menyiapkan makan siang dan minum sendiri; memakai pakaian olah raga; untuk siswa yang kesehatannya tidak memungkinkan tetap hadir, walau hanya melihat (ada presensi).

Walau panas dan lelah, para peserta PBB tetap mengikuti semua proses dan acara yang telah ditetapkan. Baik siwa putra maupun putri berbaris dengan tertib mengikuti komando yang diberikan. Panas terik matahari tak menjadi penghalang untuk melatih mental dan kedisiplinan diri dari setiap peserta PBB.

Untuk menjadi seorang anggota tonti sangatlah sulit dilakukan. Banyak syarat-syarat yang harus di penuhi, salah satu tujuannya agar mereka terlatih untuk menjadi seorang paskibraka yang handal. Seleksi tersebut juga sangat berpengaruh untuk terpilih atau tidaknya para calon paskib.

Peserta didik yang berhasil lolos seleksi dilantik bersamaan dengan upacara bendera hari Senin tanggal 1 Agustus 2016. Mereka terdiri dari satu peleton laki-laki dan dua peleton perempuan. Pelantikan diisi dengan pembacaan ikrar oleh perwakilan dari tonti. Adapun isi ikrar tersebut adalah untuk konsisten menjaga harkat dan martabat SMA N 1 Prambanan.Buat mereka yang berminat dan telah berhasil menjadi pasukan tonti, semoga sukses dan apa yang kalian inginkan tercapai dan bisa mendapatkan pengalaman baru tentunya.

SMAN 1 Prambanan Menerima Dua Siswa Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM)

            Dua siswa baru Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) diperkenalkan oleh Pembina Upacara saat upacara bendera pada hari pertama masuk sekolah 18 Juli 2016 di halaman upacara SMAN 1 Pramabanan. Mereka adalah Hermene Gilda Fadimpo dan Gita Sharly Heppy Mirino.

            Dua orang siswa baru ini berasal dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berbeda. Hermene Gilda Fadimpo merupakan siswi lulusan SMPN 15 Raja Ampat dan sekarang duduk di kelas X IIS1. Sedangkan Gita Sharly Heppy Mirino berasal dari SMPN 1 Sausador dan sekarang duduk di kelas X MIPA1. Mereka diberi kesempatan untuk  melanjutkan pendidikan di SMAN 1 Prambanan selama tiga tahun.

            Bapak Wasi Suharsana, S.Pd  selaku pembina upacara sekaligus sebagai PLH (Pelaksana Harian) pengganti kepala sekolah, mengharapkan para siswi tersebut agar dapat belajar dengan sungguh-sungguh, membuka wawasan dari berbagai sumber belajar, aktif membangun jejaring dengan berorganisasi serta dapat melanjutkan belajar mereka di SMAN 1 Prambanan sampai lulus.

            Program afirmasi pendidikan telah berlangsung sejak tahun 2012/2013 dan merupakan kebijakan pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mempercepat pembangunan bidang pendidikan khusus orang asli Papua di wilayah Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat.

            Program ADEM adalah Program Nasional dalam percepatan pembangunan Papua melalui aksi afirmatif bagi pemuda-pemudi Papua dan Papua Barat untuk melanjutkan pendidikan ke sejumlah daerah di Pulau Jawa dan Bali. Program ADEM ini bertujuan mengembangkan Sumber Daya Manusia di Provinsi Papua dan Papua Barat dalam membentuk karakter bangsa dan mencetak kader bangsa bagi putra putri tanah Papua yang diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang dapat membangun Papua dan Papua Barat menjadi lebih maju.

Rosa Virginia Ratih Wakil Propinsi DIY dalam Kegiatan Forum Anak Nasional (FAN) dan Kongres Anak Indonesia (KAI) Tahun 2016

Rosa Virginia Ratih Krisnani merupakan siswa SMA N 1 Prambanan yang terpilih untuk mengikuti Forum Anak Nasional (FAN) dan Kongres Anak Indonesia (KAI). Menindaklanjuti surat dari Kementerian Pemberdayaan perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Nomor B.684/Set/05/2016 Tanggal 9 Mei 2016 Perihal Forum Anak Nasional Tahun 2016, kegiatan Forum Anak Nasional (FAN) Tahun 2016 akan dilaksakan bersama dengan kegiatan Kongres Anak Indonesia (KAI) yang akan dilaksanakan pada tanggal 19 sampai 23 Juli 2016 di Hotel Lombok Raya Jl. Panca Usaha No.11 Cilinaya, Cakranegara, Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Forum Anak Nasional (FAN) adalah organisasi anak yang dibina oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, untuk menjembatani komunikasi dan interaksi antara pemerintah dengan anak-anak di seluruh Indonesia dalam rangka pemenuhan hak partisipasi anak. Forum anak dapat juga diartikan sebagai pertemuan anak-anak dari berbagai kelompok untuk membicarakan sesuatu hal.

Rosa Virginia Ratih Krisnani adalah seorang gadis yang aktif dalam berorganisasi. Di sekolah ia menjabat sebagai bendahara OSIS VIGARA tahun 2015/2016. Selain di sekolah ia juga aktif dalam Forum Anak Kabupaten Sleman.  Ia bergabung dengan Forum Anak sejak tahun 2012. Pada tahun 2014, ia menjabat sebagai sekretaris di Forum Anak, kemudian tahun 2015 hingga saat ini ia menjabat sebagai wakil ketua.

Seorang remaja yang menjadi Duta Anak Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta 2015 ini ingin menjembatani komunikasi anak-anak dengan pemerintah dalam rangka pemenuhan hak partisipasi anak. Setelah mengikuti Forum Anak Nasional tahun 2016, ia ingin mengaktifkan forum anak kecamatan di kabupaten Sleman yang belum aktif dan ingin mensosialisasikan tentang apa itu forum anak di sekolah-sekolah yang ada di kabupaten Sleman.

Peserta FAN dan KAI terdiri dari Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunung Kidul, Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta. Setiap kabupaten diwakili oleh dua orang anak. Kemudian peserta juga akan didampingi oleh perwakilan dari LPA DIY, BPPM DIY, Pemerhati Anak, dan BPPM DIY. Adapun anak selain Rosa yang mewakili Kabupaten Sleman adalah Rohmat Romadhoni.

Berbeda dengan Kongres Anak yang setiap pertemuan diakhiri dengan deklarasi sebagai hasil kongres, pertemuan pada Forum Anak Nasional tidak merumuskan suatu deklarasi, melainkan fokus pada peningkatan kapasitas anak di bidang penanaman nilai-nilai luhur budaya bangsa, nasionalisme, patriotisme, serta pengembangan karakter bangsa (nation character building) yang di sampaikan dalam suasana bermain, partisipatif dan rekreatif berdasarkan tema-tema yang ditentukan. Forum Anak Nasional dapat dihadiri oleh seluruh anak Indonesia yang memiliki prestasi, menjadi pengurus provinsi, kabupaten/kota dan direkomendasikan oleh pemerintah setempat. 

PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH (PLS) DI SMA N 1 PRAMBANAN TAHUN PELAJARAN 2016/2017

            SMA Negeri 1 Prambanan Sleman melaksanakan kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) selama 3 hari dimulai tanggal 18 sampai 21 Juli 2016 di lingkungan sekolah. Pengenalan lingkungan sekolah adalah kegiatan pertama masuk sekolah untuk pengenalan program, sarana dan prasarana sekolah, cara belajar, penanaman konsep pengenalan diri, dan pembinaan awal kultur Sekolah.

            Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi siswa baru yang diberlakukan mulai tahun pelajaran 2016/2017 ini adalah berdasarkan pada Peraturan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi siswa baru.

            Siswa baru cukup antusias selama mengikuti Pengenalan Lingkungan Sekolah. Pada hari pertama,dibuka dengan upacara bendera sekaligus pembukaan Pengenalan Lingkungan Sekolah. Kemudian dilanjutkan dengan penenalan dengan kakak kelas, pengenalan lingkungan sekolah, kebersihan kelas, dan diakhiri dengan ketakwaan. Hari kedua, siswa baru memulai kegiatan dengan materi Hak Asasi Manusia (HAM), lalu penyampaian Visi dan Misi Sekolah, diteruskan acara keakraban dan Peng. Ekstr serta diakhiri dengan ketakwaan. Pengenalan Lingkungan Sekolah hari ketiga dimulai dengan menyanyikan Hymne Vigara, dilanjutkan penyuluhan narkoba, KEOSISAN, Pengenalan Lingkungan Sekolah, kemudian istirahat. Setelah istirahat, siswa baru diajak untuk mengikuti Penghijauan Lingkungan kemudian mencatat jadwal dikelas masing-masing dan diakhiri dengan upacara penutupan.

            Setelah upacara peneutupan selesai, pada hari terakhir kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah juga dihadiri orang  tua atau wali dari siswa baru. Seluruh siswa baru bersama orang tua atau wali murid bersama-sama masuk ke dalam kelas masing-masing dan mendapatkan pengarahan dari guru wali kelas. Semua kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah dari awal sampai akhir dilaksanakan oleh guru dan dibantu OSIS SMA N 1 Prambanan.

            Tujuan Pengenalan Lingkungan Sekolah antara lain: 1) Mengenali potensi diri siswa baru; 2) Membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan sekitarnya, antara lain terhadap aspek keamanan, fasilitas umum, dan sarana prasarana sekolah; 3) Menumbuhkan motivasi, semangat, dan cara belajar efektif sebagai siswa baru; 4) Mengembangkan interaksi positif antarsiswa dan warga sekolah lainnya; 5) Menumbuhkan perilaku positif antara lain kejujuran, kemandirian, sikap saling menghargai, menghormati keanekaragaman dan persatuan, kedisplinan, hidup bersih dan sehat untuk mewujudkan siswa yang memiliki nilai integritas, etos kerja, dan semangat gotong royong pada diri siswa.