Aksi Vigara Menghijaukan Lingkungan

      Vigara adalah sekolah yang berwawasan lingkungan. Warga sekolah diharapkan dapat menjaga kelestarian lingkungan sekolah. Walaupun sekolah sudah terdapat pohon yang tumbuh rindang, SMA N 1 Prambanan berupaya memanfaatkan lahan yang masih luas. Maka sekolah mengupayakan dengan melaksanakan aksi penghijauan. Upaya penghijauan dilakukan dengan menanam pohon dan tanaman hias di lingkungan sekolah. Perlu kita ketahui bahwa pohon merupakan pendamping hidup kita. Dalam pohon terdapat oksigen yang melimpah dan dapat menjaga air. Oksigen dan air merupakan kebutuhan manusia. Fungsi pohon menyerap gas CO2 maupun gas beracun.

   ‎   Upaya menghijaukan sekolah tidak hanya dilakukan peserta didik tetapi semua warga sekolah antusias dan mendukung aksi ini. Keterlibatan penanaman tanaman di kawasan sekolah membentuk empati yang tinggi kepada peserta didik dan warga sekolah. SMA N 1 Prambanan ingin mengajarkan peserta didik mencintai lingkungan dan menjadi sekolah nyaman dan asri. Sekolah memberikan bibit 20 untuk perkelas. Bahkan pihak sekolah telah menyiapkan sekitar 2000 tanaman untuk ditanam di kawasan sekolah. Tidak hanya itu, kesadaran peserta didik sangat tinggi. Mereka juga menyumbangkan tanaman untuk sekolah sehingga tanaman yang ada disekolah beragam. Ada tanaman buah, sayur, dan hias.

Peserta didik di SMA N 1 Prambanan juga berupaya memperindah halaman kelas dengan membuat taman. Beragam bentuk penataan taman dikelas mempercantik suasana SMA N 1 Prambanan. Taman hias yang dibuat tak hanya berisikan tanaman hias tetapi banyak juga tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk kehidupan sehari-hari ataupun untuk pengobatan. Kreativitas siswa sangat terlihat jelas. Mulai dari memanfaatkan barang bekas maupun menggunakan batu hias yang tidak masuk kriteria jual sehingga didapat secara gratis dari  pengusaha batu hias untuk mempercantik taman. Panasnya suasana di siang hari tertolong oleh rindangnya lingkungan sekolah. Pohon-pohon yang tumbuh dan beberapa tanaman hias membuat suasana disekolah menjadi sejuk. Aksi menghijaukan sekolah membuat SMA N 1 Prambanan menjadi  indah dipandang dan asri untuk dinikmati.

Salsabila/ X IPS 3

Pembelajaran PKWU Berbasis Lingkungan di SMA N 1 Prambanan Tahun 2018

Prambanan– Pembelajaran Prakarya dan Kewirausahaan di SMA N 1 Prambanan terasa menyenangkan dan berbeda. Ibu Luluk Linawati, S.Pd dan Ibu Rizky Paramita, S.Pd selaku guru prakarya di SMA N 1 Prambanan menyampaikan bahwa salah satu pembelajaran berbasis lingkungan mengangkat konsep pemanfaatan limbah sampah menjadi benda bernilai seni dan ekonomis. Tujuan pembelajaran ini diharapkan peserta didik berani dan mampu memecahkan masalah lingkungan tentang keberadaan sampah  dalam kehidupan, sebagai contoh memanfaatkan kemasan minyak goreng, botol plastik, kemasan plastik, dan kardus.

Tidak asing lagi bahwa sampah plastik merupakan penyumbang besar terhadap masalah lingkungan. Salah satu yang dapat kita lakukan untuk mengurangi volume sampah plastik adalah memanfaatkan bekas bungkus minyak goreng untuk polybag/ pot tanaman. Hal ini dilakukan peserta didik kelas X IPA 2 dengan menanam kacang tanah dengan memanfaatkan bungkus minyak goreng. Lahan depan laboratorium biologi termasuk luas, maka tanaman dengan bungkus minyak goreng mereka letakkan di depan laboratorium biologi.

Beberapa kemasan makanan dan minuman dari plastik juga hadir di sekitar kita. Hal ini menimbulkan masalah jika kemasan ini tetap dibiarkan saja. Peserta didik SMA N 1 Prambanan menyulap kemasan plastik ini menjadi beberapa kerajinan. Pemanfaatan bungkus kopi disulap menjadi kerajinan tas. Langkah yang dilakukan peserta didik yaitu menyiapkan bungkus kopi, mencuci bersih, memotong menjadi dua bagian (2cm), lipat 1 cm ke dalam pada ujung atas dan bawah hingga lebarnya 2 cm, anyam keempat lipatan membentuk baling-baling, gabungkan baling-baling yang sudah terbentuk satu persatu dan buat sudut vertikal agar bisa dianyam ke arah atas, siapkan tali tas dan jahit. Kerajinan tas ini dapat dilihat di etalase kerajinan daur ulang di hall SMA N 1 Prambanan. Selain itu beberapa siswa juga memanfaatkan kardus bekas untuk dibuat kerajinan tempat lampu. Hal ini bisa dilakukan sesuai kreasi, salah satu kerajinan yang telah dibuat dengan memotong kardus 2 cm sejumlah 10, bentuk persegi, tata, pasang lampu dan kabel. Sebelum VIGARA berbenah, minuman kemasan plastik masih dikonsumsi oleh peserta didik. Namun dengan niat dan kerja sama yang kuat untuk memecahkan masalah sampah, SMA N 1 Prambanan mampu berbenah menuju sekolah berwawasan lingkungan dengan mengupayakan beberapa botol yang masih ada digunakan sebagai media tanam, hal ini terlihat di beberapa depan kelas. Pembelajaran PKWU yang telah dilakukan tersebut membuktikan bahwa pembelajaran yang dilakukan di SMA N 1 Prambanan tidak hanya belajar pada teori saja, tetapi peserta didik mampu mengimplementasikan di kehidupan dengan menghasilkan karya yang bernilai jual serta mencetak peserta didik yang peduli lingkungan serta berjiwa kewirausahaan.

TRADISI TAHUNAN PERAYAAN SUMPAH PEMUDA DI SMAN 1 PRAMBANAN

Kita bangsa Indonesia setiap tanggal 28 Oktober selalu memperingati haris sumpah pemuda. Sejarah sumpah pemuda terjadi pada tanggal tersebut 90 tahun silam. Walaupun peristiwa itu sudah berlalu hampir satu abad, namun semangat persatuan yang dikumandangkan pada pemuda kala itu masih tetap harus menyala dalam hati pemuda-pemudi bangsa Indonesia saat ini dan selamanya.

Pada upacara peringatan hari sumpah pemuda tahun ini menjadi sebuah kebanggaan bagi SMAN 1 Prambanan sebab yang menjadi pembina upacara adalah Kompol Totok Suwantoro, S.H. dari POLDA DIY. Beliau membacakan pidato peringatan hari sumpah pemuda ke-90 dari Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Bapak Imam Nahrawi. Beberapa hal yang menjadi point penting dari pidato tersebut yaitu pentingnya pengetahuan dan kedewasaan generasi muda dalam menyikapi perkembangan teknologi saat ini. Ciri pemuda yang maju adalah pemuda berkarakter, berkapasitas, dan berdaya saing. Terwujudnya pemuda yang maju akan menghasilkan bangsa yang hebat.

 Tugas pemuda saat ini jauh lebih berat dari pemuda-pemudi terdahulu. Pemuda masa kini harus bisa menyaring informasi yang mereka peroleh. Seperti pemuda terdahulu yang mampu keluar dari jebakan sikap-sikap primordial suku, agama, ras dan kultur, menuju persatuan dan kesatuan bangsa, maka tugas pemuda saat ini harus membuka pandangan ke luar batas-batas tembok kekinian dunia, demi menyongsong masa depan dunia yang lebih baik.

Pada akhir pidatonya, Kompol Totok Suwantoro, S.H. menyampaikan pesan agar siswa-siswi SMAN 1 Prambanan tidak terlambat masuk sekolah, kebut-kebutan di jalan, mengendarai motor tanpa helm, dan tidak melakukan vandalisme. Kepolisian bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan sekolah untuk mencegah kekerasan pelajar yang mengarah ke tindak pidana di wilayah DIY.

SMAN 1 Prambanan sebagai salah satu kawah candradimuka bagi para pemuda pemudi bangsa mempunyai tradisi tahunan dalam perayaan sumpah pemuda. Tradisi tahunan ini adalah menggunakan momentum sumpah pemuda sebagai waktu yang tepat untuk melakukan pelantikan sekaligus serah terima jabatan pengurus Osis Vigara. Tonggak kepemimpinan dari Hafid Nur Ozi yang saat ini sudah kelas XII diserahkan kepada Muhammad Rizal. Siswa kelas X Mipa1 tersebut berhasil meraih suara terbanyak dalam Pemilos (Pemilihan Umum Pengurus Osis) dan resmi terpilih sebagai Ketua Umum OSIS Vigara periode 2018/2019. Ketua I dijabat oleh Nurmalita Sari kelas XI Mipa 4 dan Ketua II dijabat oleh Farrel Reza kelas X IPS1.

Berikut ini pesan sumpah pemuda sekaligus pesan bagi pengurus osis khususnya dan siswa-siswi SMAN 1 Prambanan pada umumnya dari Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.

“Wahai pemuda Indonesia, dunia menunggumu, berjuanglah, lahirkanlah ide-ide, tekad, dan cita-cita, pengorbananmu tidak akan pernah sia-sia dalam mengubah dunia.”

Peresmian Sekolah Siaga Bencana di SMA Negeri 1 Prambanan

Prambanan– Senin, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD DIY) meresmikan SMA Negeri 1 Prambanan Sleman dan SMA Muhammadiyah Kalasan sebagai Sekolah Siaga Bencana (SSB) yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Prambanan. Hadir dalam acara launching SSB yaitu wakil Bupati Sleman, Wakil Gubernur, Kepala Pelaksana BPBD DIY dan Sleman, Kepala Dinas Dikpora DIY, Kepala BPBD DIY,  Kapolsek dan Danramil Prambanan, Camat Prambanan, Kabag Protokol Setda DIY dan Sleman, Kepala Kemenag Prambanan, Kepala dan tim Puskesmas, Ketua PMI, Kepala UPT Prambanan, Karsi Kesiapsiagaan BPBD Sleman, Kepala SMA Muhamadiyah Kalasan, Kepala Desa dan Dukuh Madurejo, seluruh warga SMA N 1 Prambanan serta tamu undangan (22/10/2018).

Acara peresmian Sekolah Siaga Bencana (SSB) diawali dengan simulasi penanggulangan gempa bumi. Simulasi gladi lapang diawali dengan terjadi gempa mikro beberapa kali berkekuatan 2,2 sampai 3,2 skala Richter dengan pusat di sekitar sesar Opak, sehingga dilakukan koordinasi dan penyebaran informasi yang tepat. Selanjutnya disusul gempa dengan kekuatan 6,9 skala Richter disertai tindakan bunyi bel 5 kali sehingga seluruh warga sekolah yang melaksanakan kegiatan belajar mengajar harus tanggap, tangkas, dan tangguh dalam menghadapi bencana. Dalam acara simulasi beberapa siswa terlihat panik dan guru yang berada di kelas berusaha menenangkan siswa-siswi serta memberi arahan untuk berlindung di bawah meja. Gempa belum reda selanjutnya berusaha keluar kelas dengan posisi tas di atas kepala untuk melindungi diri serta menuju titik kumpul. Terlihat semua warga sekolah berada dititik kumpul sesuai peta titik kumpul evakuasi, dan nampak seluruh tim siaga melaksanakan tugasnya. Tim evakuasi mengevakuasi korban dibantu tim kesehatan. Tim kesehatan melakukan penanganan 13 korban diantaranya korban memar, patah tulang, shock, lecet-lecet dan ibu hamil. Dengan melibatkan warga sekolah, PMI, BPBD, puskesmas, TNI/Kepolisian, dan relawan korban simulasi gempa bumi dapat ditangani dan diselamatkan. Selain melaksakan simulasi penanggulangan bencana gempa bumi, SMA N 1 Prambanan juga telah memiliki tim penanggulangan bencana yang mendapat sosialisasi kebencanaan sehingga acara simulasi gempa bumi dapat berjalan lancar sesuai visi misi yang dicanangkan.

Kepala Pelaksana BPBD, Biwara Yuswantana M.Si menyampaikan pembentukan SSB merupakan salah satu langkah penanggulangan secara sistematik dengan tujuan menyiapkan kesiapsiagaan warga sekolah dalam menghadapi potensi ancaman. Hal ini sesuai dengan amanat UU 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana yang mendorong penanggulangan bencana berbasis pada paradigma pengurangan resiko bencana.  Adapun tujuan SSB adalah membangun budaya siaga dan budaya aman disekolah dengan mengembangkan jejaring bersama para pemangku kepentingan di bidang penanganan bencana; meningkatkan kapasitas institusi sekolah dan individu dalam mewujudkan tempat belajar yang lebih aman bagi siswa, guru, anggota komunitas sekolah serta komunitas di sekeliling sekolah; menyebarluaskan dan mengembangkan pengetahuan kebencanaan melalui jalur pendidikan sekolah.

Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun menyampaikan bahwa Sekolah Siaga Bencana (SSB) dicanangkan secara nasional oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana terkait tingginya frekuensi bencana dan banyaknya potensi bencana di Indonesia yang memiliki kondisi geografis, geologis, hidrologis, dan demografis sehingga memungkinkan terjadinya bencana, yang mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis. Maka melalui gladi penanggulangan bencana, beliau berharap semua dapat berperan untuk mengurangi risiko akibat bencana, sehingga tidak ada tumpang tindih atau saling lempar tanggung jawab saat terjadi bencana. Beliau juga menyampaikan bahwa semua harus bisa tanggap, tangkas, dan tangguh terhadap semua bencana. Ibu Sri Muslimatun menambahkan dengan diresmikannya dua sekolah saat ini, Kabupaten Sleman memiliki 58 SSB dari jenjang SD sampai SMA, sedangkan Desa Tangguh Bencana sebanyak 45 desa.

Wakil Gubernur juga menambahkan bahwa pengurangan resiko bencana harus didukung dengan kepedulian dan kerja sama lembaga pendidikan. “Momentum ini merupakan keterampilan kesiapsiagaan menanggapi bencana”, tambahnya.

Iringan karawitan VIGARA menghantarkan prosesi pengukuhan Tim Siaga Bencana yang dilanjutkan pemasangan rompi, penyerahan SK dan bantuan tas siaga bencana.  Selanjutnya penandatanganan prasasti yang  diikuti pembentangan kaos SSB oleh seluruh guru, karyawan, peserta didik dan tamu undangan. Hal ini menandakan bahwa SMA Negeri 1 Prambanan Sleman dan SMA Muhammadiyah Kalasan resmi sebagai Sekolah Siaga Bencana (SSB). Di akhir acara Ketua PMI DIY menyerahkan bantuan tenda dan emergency kepada dua Sekolah Siaga Bencana.

Keluarga besar SMA Negeri 1 Prambanan Sleman menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam acara peresmian Sekolah Siaga Bencana ini, semoga semua dapat menjadi manusia yang tanggap, tangkas, dan tangguh terhadap ancaman bencana sehingga mengurangi risiko akibat bencana.

Salam SSB!

Tanggap, Tangkas, Tangguh!

 

Perayaan Idul Adha di SMA N 1 Prambanan Tahun 2018/ 2019

ROHIS SMA Negeri 1 Prambanan menyelenggarakan peringatan hari raya Idul Adha. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu dan Kamis, 22 dan 23 Agustus 2018. Pada hari Rabu, 22 Agustus 2018 SMA N 1 Prambanan menyelenggarakan shalat Idul Adha berjamaah yang dihadiri oleh peserta didik, guru, karyawan dan warga desa Gumuk. Imam dan Khotib pada kesempatan ini adalah Ustadz Sukardi, S.Ag. Dalam khotbahnya, beliau menyampaikan tentang keteladanan dan keikhlasan Nabi Ibrahim A.S untuk mengorbankan putranya Nabi Ismail A.S.

Selanjutnya pada hari Kamis, 23 Agustus 2018 dilaksanakan pemotongan hewan qurban. Hewan qurban pada tahun ini sebanyak satu ekor sapi. Pemotongan hewan qurban dilaksanakan pukul 07.00 oleh Rohis, guru, dan karyawan. Daging qurban dibagikan warga sekitar. Selesai pembagian daging qurban diadakan lomba memasak oleh setiap kelas dengan waktu sekitar 3 jam. Dengan kerja sama yang maksimal, setiap kelas menampilkan kreativitasnya dalam masakan yang sudah siap ditampilkan di meja juri dengan berbagai tampilan yang menarik dan rasa berbeda.

Selain lomba memasak, panitia juga mengadakan lomba keagamaan. Lomba keagamaan dilaksanakan untuk meningkatkan spiritual dan menggali potensi di bidang keagamaan. Beberapa lomba yaitu adzan, ceramah putra dan putri, MTQ, serta kaligrafi. Setiap kelas mengirimkan wakilnya untuk mengikuti lomba. Adapun hasil lomba pilihan juri yang sesuai kriteria lomba sebagai berikut. Lomba masak diraih oleh kelas XI IPS 1, XI IPA 4, X IPS 2. Lomba adzan diraih Muhammad Algifari (X IPA 4), Cholis Ardika Tantomi ( XI IPA 3), Dicky Eka Putra ( XI IPS 3). Lomba ceramah putra: Herdian Maulana (XII IPA 4), Harun Najmudin (X IPS 1), Widad Ramadhan (X IPA 2). Ceramah putri: Refinda Okta (XII IPA 4), Shindy Arum (XI IPA 2), Putri Azzahra ( XII IPA 1). Lomba MTQ Putra: Choirul Budi (XII IPA 4), Hunan Fikriansyah ( X IPA 2), Daffa Naufal Suni (XII IPA 2). Lomba MTQ Putri: Putri Dwi Riyanti (X IPS 2), Intan Meifilindati (X IPS 3), Clarisa Diva Isdayanti (XII IPA 4). Lomba kaligrafi putra: Daffa Andhika Haridhwan (X IPA 2), Bagus Saloko (XII IPA 4), Aldhi Yanu Pratama ( XI IPS 3). Lomba Kaligrafi putri: Vizena Fatmawati (X IPA 2), Errika Anggraini (XII IPA 3), Dea Rachmawati (XI IPA 1).

Semoga dengan memperingati Idul Adha di SMA N 1 Prambanan  seluruh civitas dapat meningkatkan spiritual dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, menumbuhkan kerja sama serta solidaritas antar teman.

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan Pekan Pramuka Model Blok di SMA Negeri 1 Prambanan Tahun 2018/ 2019

Dalam rangka menyambut peserta didik baru tahun pelajaran 2018/ 2019, SMA Negeri 1 Prambanan Sleman berusaha menyambut dengan maksimal dan bernuansa edukatif kreatif. Panitia dan OSIS telah merencanakan program kegiatan PLS yang menyenangkan, berpendidikan, berkarakter, beriman dan berbudaya sehingga peserta didik dapat menuntut ilmu di taman belajar yang menyenangkan dan menjalin kekeluargaan di kampus SMA Negeri 1 Prambanan, sekolah hijau. Kegiatan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) bagi siswa baru. Kegiatan dilaksanakan tanggal 16-18 Juli 2018 dan dilanjutkan masa keakraban pada tanggal 19-20 Juli 2018.

Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) adalah kegiatan pertama masuk sekolah untuk pengenalan program, sarana prasarana, cara belajar, penanaman konsep pengenalan diri, dan pembinaan awal kultur sekolah. Tujuan pengenalan lingkungan sekolah yaitu membantu siswa baru beradaptasi, menumbuhkan motivasi belajar, mengembangkan interaksi positif antara siswa, guru, karyawan, menumbuhkan sikap menghargai adanya keanekaragaman.

Hari pertama sekolah dan pengenalan lingkungan sekolah diawali dengan upacara pembukaan yang dihadiri oleh seluruh siswa, guru dan karyawan di lapangan upacara dengan properti 4 medali sebagai tanda kejuaraan pencak silat Yogya Championship 2018. Bapak Darwito, S.Pd,  selaku kepala sekolah SMAN 1 Prambanan bertindak sebagai pembina upacara sekaligus membuka kegiatan pengenalan lingkungan sekolah. Beliau mengucapkan selamat datang kepada peserta didik baru dan berharap dapat bergabung menuntut ilmu di SMA Negeri 1 Prambanan. Beliau juga berpesan kepada kakak kelas untuk lebih rajin belajar serta memberikan motivasi bahwa banyak kelas XII yang telah diterima di Perguruan Tinggi Negeri dengan jurusan favorit.

 

Sebagai makhluk yang beriman, keluarga besar SMA berusaha menjalin hubungan dengan Tuhan dan sesama dengan mengadakan syawalan. Acara ini dipandu oleh Hafidh Nur Ozi Alfianto, sebagai ketua OSIS memimpin ikrar syawalan, dilanjutkan berjabat tangan. Selanjutnya berbagai materi dan kegiatan disampaikan peserta didik baru mulai dari pengenalan lingkungan dan ekstrakurikuler, HAM (Pembina Pramuka), bahaya narkoba oleh BNN, pembinaan karakter, kenakalan remaja dan lalu lintas (Kapolsek), mitigasi bencana (BPBD)  dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana, baris berbaris, pemilihan pleton, penghijauan, berbagai permainan, serta kreativitas.

Seiring kegiatan PLS, peserta didik kelas XI dan XII juga melaksanakan kegiatan Pekan Pramuka. Kegiatan ini menggunakan model Blok. Model Blok adalah pola kegiatan ekstrakurikuler wajib pendidikan kepramukaan yang diselenggarakan setahun sekali, yakni pada awal tahun ajaran baru. Sebagai penanggung jawab model blok adalah Kepala Sekolah selaku Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus). Sedangkan Pembina kegiatan Pembina Pramuka serta dapat dibantu oleh Pembantu Pembina. Kegiatan Model Blok yaitu dinamika kelompok, semaphore, rapling, pengenalan kesakaan, teknologi tepat guna, lomba pionering, hasta karya, sketsa panorama dan peta pita menaksir tinggi, lebar, dan deras arus.

 

Pada hari Kamis, 17 Juli 2018  seluruh peserta didik melaksanakan jalan sehat di Candi Banyunibo dan Tebing Breksi Banyunibo yang letaknya tak jauh dari lokasi sekolah. Semua berkumpul dengan keceriaan, berbaur satu sama lain di warisan budaya Candi Banyunibo, sehingga menciptakan keakraban bagi peserta didik baru dan warga sekolah.

 

Usai prosesi PLS dan Pekan Pramuka, kegiatan ditutup dengan pentas seni dan ritual penutupan. Peserta didik mulai dari kelas X-XII menampilkan ekspresinya mulai dari band, musikalisasi puisi, dance, dan kreasi lainnya. Kegiatan berjalan lancar, apresiasi untuk Kesiswaan, panitia PLS dan Pekan Pramuka, OSIS, BPBD, BNN, Kapolsek Prambanan serta peserta. Semoga dengan adanya kegiatan PLS dan Pekan Pramuka menjadikan peserta didik mempunyai minat belajar yang tinggi, nyaman, lebih mandiri dan bijak dalam menghadapi segala perubahan, pembaharuan serta tantangan zaman.

SMAN 1 Prambanan Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila Tahun 2018

SMA Negeri 1 Prambanan Sleman menggelar upacara dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, Jumat (1/6). Bertindak sebagai inspektur upacara adalah bapak Darwito, S.Pd, selaku Kepala Sekolah. Tujuan peringatan ini sebagai momen pengingat, pemacu, dan menanamkan nilai-nilai Pancasila untuk mengaktualisasikan dalam kehidupan.

Hari Lahir Pancasila 1 Juni perlu dimaknai khusus untuk mengingat bahwa Pancasila adalah ideologi dan dasar negara Indonesia yang perlu disanjung sebagai rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi rakyat Indonesia. Pancasila pertama kali diuraikan oleh Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945 kemudian dituangkan dalam Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945 dan dirumuskan secara final pada tanggal 18 Agustus 1945. Pancasila berperan sebagai falsafah dan dasar negara menjadi fondasi bangsa Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Bapak Darwito, S.Pd dalam amanatnya menyampaikan pidato Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dengan tema “Kita Bersatu, Berbagi, Berprestasi“.  Pesan pada peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2018 yaitu kita harus meneguhkan semangat untuk bersatu, berbagi, dan berprestasi. Sebagai bangsa yang majemuk, semangat persatuan adalah pilar utama dalam kehidupan. Bersatu untuk memperkokoh dan menjadi bangsa yang kuat. Selain itu, semangat berbagi antar anak bangsa dengan memperkuat kepedulian, saling menghargai dan empati tanpa memandang agama dan kemajemukan untuk kesejahteraan serta kemajuan. Dengan modal energi bersatu dan berbagi dengan sesama, bangsa Indonesia mampu untuk berprestasi. Sebagai generasi muda harus semangat belajar untuk menggapai prestasi dan mampu bersaing dalam dunia serta menghindari perselisihan.

Pancasila merupakan pemikiran tentang cita-cita bangsa Indonesia harus diwujudkan. Dengan peringatan Hari Lahir Pancasila semoga pengamalan Pancasila menjadi kebiasaan yang selalu melekat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila berjalan khidmat. Walaupun peserta menjalankan ibadah puasa tetap tidak menyurutkan sikap nasionalisme keluarga besar SMA Negeri 1 Prambanan.

Selamat Hari Lahir Pancasila!

Kita bersatu, berbagi dan berprestasi!

SMAN 1 Prambanan Gelar Upacara Hari Jadi Sleman Ke-102

Menurut Perda No.12 Tahun 1998 tertanggal 9 Oktober 1998, menetapkan tanggal 15 Mei 1916 adalah hari jadi Sleman. Keberadaan hari jadi Kabupaten Sleman memiliki arti penting bagi masyarakat untuk memantapkan jati diri sebagai landasan gerak langkah ke masa depan. Dalam perhitungan Almanak, hari jadi Kabupaten Sleman jatuh pada hari Senin Kliwon, 12 Rejeb tahun Je 1846 Wuku Wayang. Atas dasar perhitungan tersebut ditentukan surya sengkala (perhitungan tahun Masehi) Rasa Manunggal Hanggatra Negara yang memiliki arti Rasa= 6, manunggal= 1, Hanggatra= 9, Negara= 1, sehingga terbaca tahun 1916. Sementara menurut perhitungan Jawa (Candra Sengkala) hari jadi Sleman adalah Anggana Catur Salira Tunggal yang berarti Anggana=6, Catur=4, Salira=8, Tunggal=1, sehingga terbaca tahun 1846. Kepastian keberadaan hari jadi Sleman juga didasarkan pada Rijksblad No.11 tertanggal 15 Mei 1916. Hal ini dilakukan melalui penelaahan berbagai materi dari berbagai sumber dan fakta sejarah.

Semarak hari jadi Kabupaten Sleman yang ke-102 sudah tercium sebelum hari perayaan. Dinas Kabupaten Sleman telah menyelenggarakan berbagai agenda untuk memeriahkan hari jadi Sleman. SMA Negeri 1 Prambanan Sleman, sebagai salah satu sekolah di daerah Sleman ikut memperingati hari jadi Sleman ke-102. SMA Negeri 1 Prambanan Sleman menyelenggarakan upacara, Selasa (15/5/2018). Upacara kali ini berbeda dari biasanya. Peserta upacara mengenakan pakaian tradisional gagrak Jawa, yaitu surjan bagi laki-laki dan kebaya bagi perempuan. Tidak hanya itu, tata laksana upacara menggunakan bahasa Jawa. Hal ini terdengar unik bagi seluruh peserta. “Siyaga yitna, gya!”, seru Andi selaku pemimpin upacara, menyiapkan seluruh peserta.

Bapak Slamet Riyadi, S.Pd sebagai pembina upacara menyampaikan pidato dari bapak Bupati Sleman, dengan tema “DENGAN HARI JADI KE-102 KABUPATEN SLEMAN KITA WUJUDKAN KEHIDUPAN MASYARAKAT YANG MANDIRI DAN BERBUDAYA UNTUK MENDUKUNG SLEMAN SMART REGENCY”. Dalam pidato tersebut, beliau berharap bahwa semua perangkat daerah dapat memberikan inovasi untuk meningkatkan pelayanan publik. Selain itu beliau berharap semua dapat memberikan sumbangsih demi terwujudnya masyarakat Sleman yang sejahtera, mandiri, dan berbudaya. Sebagai pelajar diharapkan menjadi generasi yang berilmu, berkarakter, dan berbudaya. Di akhir upacara, beberapa peserta didik sebagai civitas Sleman telah menunjukkan prestasinya. Hal ini terbukti telah menambahkan daftar kejuaraan yaitu meraih medali perak pada lomba lompat jauh PORKAB Sleman 2018 dan menyabet perunggu pada lari 100 meter atas nama Yoga Ardika. Selain itu Muhammad Akbar Januar juga meraih medali perak dalam beladiri tarung derajat dalam PORKAB. Ditambah lagi tim juara film pendek “Golden Wallet” dengan director film Dion Elliot berhasil meraih 2nd runner up dalam kompetisi film pendek tingkat SMA Se-Jawa yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Sanata Dharma.

Partisipasi SMA N 1 Prambanan terkait hari jadi Sleman tidak hanya menyelenggarakan upacara, ketika pembelajaran peserta didik, guru, dan karyawan menggunakan bahasa pengantar bahasa Jawa sampai akhir pembelajaran. Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa bangga dengan bahasa daerah serta melestarikan budaya. Dengan hari jadi Sleman yang ke-102 semoga semua civitas dapat mengevaluasi dan memperbaiki diri menuju Sleman yang sejahtera, mandiri, dan berbudaya serta terintegrasi sistem E-government menuju Smart Regency tahun 2021.

Wisuda Purnasiswa SMAN 1 Prambanan Tahun Pelajaran 2017/ 2018

Prambanan– Kamis, SMA Negeri 1 Prambanan Sleman menggelar pelepasan peserta didik kelas XII (3/5/2018). Acara ini dilaksanakan di GOR Sasana Vigara, dengan pembawa acara Natasya dan Arya. Wisuda ini merupakan tanda pengukuhan atas kelulusan yang diraih. Pelepasan peserta didik dihadiri oleh Kapolsek Prambanan, Danramil, Kepala UPT Dinas Pendidikan, Kepala Desa, Camat Prambanan, pengurus komite, guru karyawan SMA Prambanan, wali murid,  peserta didik kelas XII, OSIS, dan tamu undangan.

Nuansa dan setting yang berbeda, peserta didik mengenakan kebaya dan jas didampingi orang tua memasuki GOR sebagai saksi proses pelepasan purnasiswa. Prosesi wisuda diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mars VIGARA. Semua hadirin disuguhi penampilan tari Pendet dari  Zian Fitri R, Dani Nurlitasari, dan Avrilliani Anggara. Selanjutnya Bapak H. Darwito, S.Pd, selaku Kepala Sekolah dalam sambutannya menyampaikan bahwa UNBK 2017/ 2018 yang telah dilaksanakan kelas XII dengan jumlah 192 terdiri dari 112 jurusan IPA dan 80 jurusan IPS dinyatakan lulus. “Keberhasilan ini harus kita syukuri dan semuanya tidak terlepas dari usaha berbagai pihak, maka kami menyampaikan terima kasih kepada Muspika Prambanan, bapak ibu guru, komite, orang tua wali yang bersama-sama ikut berperan dan ikut menyukseskan ujian nasional”, tutur beliau. Beliau berpesan kepada peserta didik bahwa kelulusan ini hanya sebagian keberhasilan, ada tugas baru yang lebih menunggu yaitu berjuang untuk memperoleh kursi di perguruan tinggi negeri dan faforit.

Bapak Djoko Purwanto, selaku ketua komite menyampaikan terima kasih dan permintaan maaf kepada bapak ibu guru yang telah membimbing dan mendidik anak-anak. Beliau menambahkan kelulusan ini adalah titik awal kesuksesan, semua harus berusaha melanjutkan perjalanan sukses dan meraihnya. Senada dengan itu, Bapak Eko Suhargono, S.IP, selaku Camat Prambanan juga  memberikan motivasi kepada wisudawan dan wisudawati untuk lebih giat meraih cita-cita terutama bagi wisudawan yang kelak akan menjadi kepala rumah tangga seyogyanya sukses dalam menembus dunia kerja. Selain itu beliau juga memberikan beberapa gambaran perguruan tinggi ikatan dinas supaya semua termotivasi untuk melanjutkan ke perguruan tinggi dan meraih kesuksesan.

Maulana Kangko, sebagai perwakilan peserta didik kelas XII menyampaikan ucapan terima kasih dan permintaan maaf kepada keluarga besar SMA Negeri 1 Prambanan serta mengharap doa restu dari Bapak/ Ibu guru agar diberi kemudahan dalam meraih kesuksesan. Selain itu, ia menyampaikan pesan kepada teman-teman untuk menjalin silaturahmi dengan bapak ibu guru.

Puncak acara adalah pengukuhan kelulusan yang diawali oleh siswa berprestasi dengan pemberian samir dan hasil kelulusan oleh bapak Darwito  dilanjutkan bapak Abdul Kasri, S.Pd, bapak Rochmat Yuwono, S.Pd, bapak Wasi Suharsana, S.Pd dan dilanjut wisuda tiap kelas oleh wali kelas. Pengukuhan terlihat khidmad, satu persatu wisudawan dipanggil untuk melaksanakan prosesi sakral ini. Tiga tahun menuntut ilmu, kini saatnya melepas untuk melanjutkan ke jenjang lebih tinggi dan menebarkan manfaat atas ilmu yang didapat.

Prestasi terbaik Jurusan IPA

  1. Anik Suhartanti                       Kelas XII MIPA 2,    Jumlah Nilai 332,5
  2. Agsa Ardelia Musnamar         Kelas XII MIPA 4,    Jumlah Nilai 318,5
  3. Intan Sari Alamsah                 Kelas XII MIPA 4,    Jumlah Nilai 307,5

Jurusan IPS

  1. Nabila Salsabila                     Kelas XII IPS 3,    Jumlah Nilai 315,5
  2. Maria Imaculata Asri              Kelas XII IPS 1,    Jumlah Nilai 312,0
  3. Nurwanto Iskandar                 Kelas XII IPS 2,    Jumlah Nilai 309,5

Peserta didik yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri jalur SNMPTN

  1. Al Fanni Herawati Setyaningsih, Kelas XII IPA 2, UGM Jurusan Akuakultur
  2. Chici Cahyaningsih, kelas IPA 1, UNY, PGSD PENJAS
  3. Rizky Nur Rahmawati, kelas IPA 4, UNY, Biologi

Seiring doa yang dipimpin bapak Anshori, keluarga besar SMA Negeri 1 Prambanan mengucapkan “Selamat atas kelulusan  kelas XII, semoga sukses meraih cita-cita”.

 

Memaknai Momentum Hari Pendidikan Nasional, SMAN 1 Prambanan Gelar Upacara

Prambanan– Rabu. SMA Negeri 1 Prambanan Sleman menggelar upacara memperingati Hari Pendidikan Nasional (2/5/2018). Bertindak sebagai pembina upacara adalah bapak Darwito, S.Pd selaku Kepala Sekolah. Sebagaimana telah diketahui bahwa Hari pendidikan Nasional ditetapkan pada tanggal 2 Mei. Tanggal tersebut bertepatan dengan kelahiran Raden Mas Soewardi Soerjaningrat, seorang tokoh pendidikan Indonesia yang dikenal dengan nama Ki Hajar Dewantara.

Bapak Darwito, S.Pd dalam amanatnya menyampaikan pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy bahwa tema Peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2018 yaitu ”Menguatkan Pendidikan, Memajukan Kebudayaan”. Di dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Tahun 2003, BAB I Pasal 1 ayat 2 menyatakan bahwa pendidikan nasional kita adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, sedangkan kebudayaan merupakan akar pendidikan nasional. Jika pendidikan kuat maka kebudayaan juga akan maju. Sebagaimana diakui Asisten Direktur Jenderal UNESCO, Fransesco Bandarin mengatakan bahwa Indonesia sebagai negara adidaya (super power) kebudayaan. Indonesia terus menggali kekayaan budaya, melestarikan, dan mengembangkan demi terwujudnya negara yang benar-benar adikuasa, sesuai UU Nomor 5 Tahun 2017.

Bapak Darwito, S.Pd juga menyampaikan pesan Mendikbud bahwa kita berusaha bergandeng tangan memberikan kebutuhan peserta didik dalam menanamkan tiga komponen yaitu kualitas karakter, kemampuan literasi, dan kompetensi. Karakter moral diantaranya nilai Pancasila, keimanan, ketaqwaan, kejujuran, empati, rasa welas asih, sopan santun. Karakter kinerja yaitu kerja keras, ulet, tangguh, gigih, kemampuan beradaptasi, dan kepemimpinan. Untuk menghadapi tantangan zaman juga harus membudayakan literasi sains, teknologi, finansial, dan budaya. Ditambah kompetensi kreativitas, berpikir kritis, memecahkan masalah, dan komunikasi.

Upaya memajukan pendidikan dan kebudayaan tersebut memerlukan kerja sama satuan pendidikan yang disebut tripusat pendidikan yaitu sekolah, keluarga, masyarakat. Guru, orang tua, dan masyarakat harus menjadi sumber kekuatan untuk memperbaiki kinerja pendidikan dan kebudayaan dalam menumbuhkembangkan karakter dan literasi peserta didik. SMAN 1 Prambanan telah mengimplementasikan literasi, mengembangkan kompetensi kognitif dan keterampilan serta Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang mengamanahkan gerakan pendidikan di bawah tanggung jawab dan kerja sama antara satuan pendidikan sebagai persemaian nilai religius, tanggung jawab, kejujuran, gotong-royong dan sebagainya. Upaya penguatan karakter juga ditekankan sebelum pengumuman UN kelas XII yaitu dengan menghimbau peserta didik untuk menghindari vandalisme dan konvoi. Kemajuan pendidikan juga dirasakan di SMAN 1 Prambanan, terbukti di akhir upacara diumumkan beberapa peserta didik yang berhasil mengukir prestasi, diantaranya juara 1 O2SN Lompat jauh tingkat Kabupaten dan juara 2 tingkat Provinsi, juara pencak silat, juara lompat jauh putri, dan dua peserta didik berhasil lolos anggota Paskibraka tingkat Kabupaten, selanjutnya satu siswa maju seleksi tingkat nasional. Maka di momentum Hari Pendidikan Nasional ini diharapkan semua satuan pendidikan dengan tulus bersama membangkitkan semangat mengabdi dengan ikhlas, bergerak untuk pendidikan demi menghasilkan generasi yang berkepribadian. Selamat Hari Pendidikan Nasional! VIGARA Jaya!