SMA NEGERI 1 PRAMBANAN RAIH DUA PIALA

SMA Negeri 1 Prambanan berhasil meraih dua piala dalam ajang lomba lari HOT Sprint Contes yang dilaksanakan oleh PASI Sleman pada tanggal 12 November 2017 di lapangan Stadion Tridadi Sleman. Pertandingan ini terdiri dari tiga seri. Zian Fitri Rahmania mendapat seri pertama dengan 8 blok. Dari semua atlet diambil 8 terbaik, selanjutnya masuk final untuk mendapatkan juara 1, 2, dan 3. Zian Fitri Rahmania kelas X IPA 3 berhasil meraih juara 2 lari 80 meter putri, sedangkan Rizka Sukma A’inarinda meraih juara 3 lari 100 meter. Menurut pernyataan dari Zian, sejak SD ia memang sudah suka dengan dunia olah raga dan terinspirasi dari ayahnya yang selalu rutin olah raga lari dan renang. Selanjutnya ketika duduk di SMP dan SMA ia bertemu dengan pelatih dan atlet yang memberikan motivasi yaitu bapak Hernawan sebagai guru olah raga di SMA N 1 Prambanan, mulai dari situ ia terus berlatih lebih semangat dengan bapak Hernawan. Sama halnya, Rizka Sukma A’inarinda  juga sudah menekuni olah raga dan pernah meraih juara 2 dalam ajang O2SN 2017 tingkat Kabupaten. Setelah mendapatkan prestasi mereka berharap lebih giat latihan lagi supaya dikesempatan berikutnya dapat meningkatkan prestasinya. Seluruh civitas SMA N 1 Prambanan bersyukur dan memberikan penghargaan, semoga prestasi selanjutnya menghadang dan dapat menginspirasi peserta didik yang lain.

UPACARA PERINGATAN HARI PAHLAWAN DI SMA N 1 PRAMBANAN 2017/2018

SMA Negeri 1 Prambanan mengadakan upacara peringatan Hari Pahlawan, Jumat (10/11). Peserta upacara yaitu seluruh peserta didik kelas X, XI, XII, guru dan karyawan. Tujuan peringatan ini adalah bentuk penghormatan atas jasa dan perjuangan pahlawan dan pejuang; membangun ingatan kolektif untuk menggerakkan kesadaran berbangsa dan bernegara yang diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari; memperkokoh nilai kepahlawanan, keperintisan dan kesetiakawanan sosial; dan meningkatkan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia.

Peringatan hari pahlawan didasarkan pada peristiwa Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya yang merupakan pertempuran besar`setelah Indonesia merdeka antara tentara Indonesia dengan pasukan Inggris, yang menelan korban jiwa yang cukup besar. Pertempuran tersebut telah mengakibatkan sekitar 20.000 rakyat Surabaya menjadi korban, 150.000 orang terpaksa meninggalkan kota Surabaya, 1600 prajurit Inggris tewas, hilang dan luka-luka serta puluhan alat perang rusak dan hancur. Sebuah peristiwa yang memperlihatkan betapa segenap rakyat Indonesia dari berbagai ras, suku, agama, budaya melebur menjadi satu untuk mempertahankan Indonesia. Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat yang menjadi korban serta semangat yang membara ditunjukkan oleh rakyat Surabaya. Pesan dari Bung Karno yang dibacakan petugas upacara yaitu bahwa “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya”. Pesan singkat ini memiliki makna yang mendalam, tanpa pengorbanan dan perjuangan yang gigih tidak ada gagasan yang besar untuk mendirikan dan mempertahankan negara Indonesia, sehingga diharapkan kita dapat mengapresiasi jasa dan pengorbanan pahlawan juga pejuang.

Kemerdekaan yang telah diraih saat ini dapat terus kita nikmati karena pahlawan dan pejuang. Siapakah yang dapat disebut sebagai pahlawan? Menurut KBBI pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran. Bapak H. Darwito, S.Pd selaku pembina upacara menyampaikan bahwa pahlawan di masa lalu adalah orang yang rela memperjuangkan, menyerahkan nyawa, berani membela kebenaran demi NKRI. Berbeda dengan dulu, beliau juga mengartikan bahwa saat ini orang dapat dikatakan sebagai pahlawan jika menjadi orang yang memiliki kerelaan, keberanian membela kebenaran, dan dapat bermanfaat. “Saat ini siapapun dapat menjadi pahlawan tanpa membawa senjata, seseorang yang mau menolong, peduli lingkungan, berkeinginan membela dan memajukan sekolah, orang yang berprestasi membawa nama baik sekolah juga dapat dikatakan pahlawan”, tutur beliau.

Walaupun panas terik matahari pagi, seluruh peserta didik masih dalam barisan upacara. Semangat membara dirasakan juga ketika peserta didik menunggu detik-detik diumumkannya hasil kejuaraan lomba Bulan Bahasa. Semua bapak ibu guru dan juri mengapresiasi seluruh peserta didik yang memang dalam kenyataan semua terlibat lomba Bulan Bahasa. Namun ada pilihan terbaik dalam lomba dan hasil kejuaraan sebagai berikut.

  1. BAHASA INDONESIA
  1. Lomba Pidato

Juara

Kelas

Nama

Total Nilai

1

XII IPA 3

Herlinda

652

2

X IPA 2

Shindy

647

3

XII IPS 3

Ganggas

630

  1. Juara Membaca Puisi

Juara

Kelas

Nama

Total Nilai

1

XI IPS 2

Sheyla

684

2

XI IPA 4

Aura

674

3

XI IPA 1

Hermene

662

  1. Juara Membaca Cerpen

Juara

Kelas

Nama

Total Nilai

1

XI IPA 4

Refinda

735

2

XI IPS 1

Bernadin

732

3

XI IPA 3

Ajeng

721

  1. Juara Cipta Puisi

Juara

Kelas

Nama

Total Nilai

1

X11 IPS 2

Devi Agustin

676

2

XI IPS 2

Fadhila Senja

664

3

XII IPS 1

Nadila Krisma

662

  1. Juara Cipta Cerpen

Juara

Kelas

Nama

Judul

Total

1

X IPS 2

Salsabila Eka Amalia

Hidup di Kota Metropolitan

857

2

X1I

Aprilia

Seberkas Cahaya Illahi

856

3

XII

Intan

Senja di Tanah Pertiwi

849

  1. Lomba Mading

Juara

Kelas

Judul

Total Nilai

1

XII A1

Berbahasa untuk Indonesia

910

2

X11 S2

Kran Sosial Dua

810

3

X1 S1

GENERAL

795

 

      2. BAHASA INGGRIS

  1. LOMBA VIGARA SONG

Juara

Kelas

Total Nilai

1

XI S2

256

2

X S2

254

3

XI A4

253

  1. VIGARA WALL MAGAZINE

Juara

Kelas

Total Nilai

1

XI MIPA 4

1216

2

X MIPA 2

1167

3

X11 MIPA 1

1157

  1. STORY TELLING

Juara

Kelas

Nama

Total Nilai

1

XII IPS 1

Maria Imaculata

748

2

X1 IPS 1

Valentina Monica S.P

743

3

XI MIPA 4

Alfira Fanny Kuswandari

740

 

      3. BAHASA JAWA

  1. Nyerat geguritan

Juara

Kelas

Nama

Judul

1

XI IPA 3

Latifah Eksa

“Sekolahku”

2

X IPS 3

Latifah Febriani

“Elingo”

3

XI IPS 2

Nia Aprilia

“Pong-PongBolong lan Internet”

  1. Nyerat Cerkak

Juara

Kelas

Nama

Judul

1

XII AI

Luari Giri Pramelini

“Rawaten Alasku”

2

XI S2

May Dwi Rahayu

“Basa Jawa lan Basa Inggris”

3

XI A1

Deny Dwi Saputra

“Wong Jawa Ilang Jawane”

 

  1. Maos Cerkak

Juara

Kelas

Nama

1

XI IPS1

Wihelmina Twozy

2

XII IPA 4

Novikasari

3

XII IPS 3

Anugrah Lintang Pratista

  1. Maos Geguritan

Juara

Kelas

Nama

1

XII S3

Cholidatun

2

XI S2

Nadya Athifa Widyaningrum

3

XII A1

 

 

Selamat bagi juara, semoga semua peserta didik SMA N 1 Prambanan dapat mengisi perjuangan dan menjadi pahlawan bagi diri sendiri, masyarakat, sekolah dan negara.

Perbedaan Menguatkan Dalam Pelayanan

            SMAN 1 Prambanan Sleman memiliki lebih dari 6 organisasi yang berperan aktif dan eksis hingga saat ini. Dua diantaranya organisasi keagamaan yaitu Rohani Kristen (Rokris) dan Serikat Katholik (Serkat) yang belum lama ini saling bekerjasama membangun dan melaksanakan kegiatan kristiani.

            Kerjasama antara Rokris dan Serkat bukan semata-mata kehendak para siswa yang tidak mau membangun pisah kedua organisasi tersebut. Namun, kedua guru pembimbing yakni Bapak Drs. Muryono sebagai pembimbing Rokris dan Ibu Bernadeta Rinda Kusumawati sebagai pembimbing Serkat menyetujui bahwa menggabungkan Rokris dan Serkat dalam agenda kegiatan keagamaan kristiani.

            Selain memiliki tujuan yang sama yaitu mengakrabkan siswa kristiani dan membangun relasi positif dalam bidang agama, kedua organisasi ini mampu saling menyesuaikan dan mengimbangi dalam hal tata ibadah yang berbeda. Tidak lagi menjadi kendala hingga saat ini keduanya justru semakin kuat dan tidak ada masalah yang timbul akibat penggabungan Rokris dan Serkat.

            Kerjasama perdana antar keduanya dimulai sejak perayaan Paskah tahun 2017 yang diketuai oleh wakil Rokris Nevada Indriawati. Sejak saat itu dukungan dari sekolah juga tersalurkan dengan baik dan respon positif.

            Antusias panitia untuk tetap mengeksiskan organisasi yang terbilang minoritas ini terbukti dalam pencapaian mereka mencari usaha dana mulai dari berjualan di sekolah, di gereja dan mengisi pujian pada ibadah minggu. Segala usaha dimulai dari sebelum matahari terbit hingga larut, demi mematangkan persiapan retreat. Secara khusus Ibu Rian membimbing tim koor dadakan sebagai program usaha dana dengan membawakan 2 pujian di Gereja Maguwoharjo.

            Program kegiatan kedua Rokris dan Serkat mengadakan regenerasi yang dikemas dalam Retreat Rekoleksi yang berjalan selama dua hari satu malam pada Sabtu (04/11) dan Minggu (05/11) di Hotel Wijaya Kaliurang, Sleman, Yogyakarta yang dihadiri oleh Ibu Yuyun dan Ibu Rian.

            Para siswa tiba dilokasi sekitar pukul 15.00 WIB sedikit terlambat dari jadwal , akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Sleman. Panitia sempat mengubah beberapa susunan acara secara mendadak. Namun suasana dan kegiatan tetap terkoordinir dengan baik. Acara dibuka dengan ibadah yang diisi oleh dua orang mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta yakni Kak Axel yang mengawalinya dengan kesaksian dan penyampaian firman oleh Kak Yudha dan ada kuis sebagai penghantar firman yang mengusung tema “Bersatu Melayani Dalam Kristus” berlandas ayat 2 Korintus 7:22 diharapkan dengan tema tersebut kedua organisasi semakin akrab.

            Hari pertama dilangsungkan acara regenerasi, walaupun memiliki tata pemilihan yang berbeda tidak menjadi kendala karena tetap dilaksanakan namun berbeda ruangan. Acara utama tersebut berjalan dengan lancer. Hasil keputusan Rokris diketuai oleh Radikus David Agusta dengan wakilnya Marlen Chrisabel. Dalam sistem ini Rokris menggunakan konsep adik kela dilibatkan sebagai wakil di setiap susunan kepengurusan begitupun dengan serkat.

            Mencapai acara malam suasana tetap baik dengan api ungun dan hiburan pensi dari pembagian kelompok yang turut memeriahkan acara tersebut. Terik mentari di hari kedua menyambut semangat peserta dengan gairah pagi kemudian dilanjutkan outbond yang tidak kalah serunya. Acara disusun dengan sangat ekspresif sebab tidak hanya sesi seru dan menyenangkan namun sesi motifatif seperti “secret letter” membuat acara tidak monoton. Kegiatan berakhir pukul 14.15 WIB.

 

PENYULUHAN WAWASAN KEBANGSAAN DAN BELA NEGARA DI SMA NEGERI 1 PRAMBANAN SLEMAN

Upacara pengibaran bendera hari Senin, 6 November 2017 di SMA Negeri 1 Prambanan kali ini berbeda dari biasanya. Inspektur upacara kali ini adalah bapak Sarjono dari Danramil Prambanan, Kodim 0732 Sleman. Beliau memberikan amanat dan penyuluhan tentang wawasan kebangsaan dan bela negara. Tujuan penyuluhan ini adalah membentuk sikap moral dan karakter peserta didik agar memiliki nasionalisme, kepekaan, kepedulian terhadap bangsa serta cinta tanah air. Dalam amanatnya beliau menyampaikan pengetahuan tentang rasa kebangsaan, paham kebangsaan, dan semangat kebangsaan. Setelah upacara, beliau juga menyampaikan penyuluhan kepada seluruh anggota OSIS di perpustakaan terkait wawasan kebangsaan, kedisiplinan berlalu lintas, bahaya narkoba dan kenakalan remaja serta dampaknya.

Wawasan kebangsaan merupakan cara pandang yang dilingkupi oleh rasa kebangsaan, paham kebangsaan, dan semangat kebangsaan dalam upaya mewujudkan cita-cita nasional. Substansi dari wawasan kebangsaan adalah kesadaran untuk bersatu sebagai suatu bangsa akibat kesamaan sejarah dan kepentingan masa depan dan perekat yang mempersatukan sekaligus memberi dasar kepada jati diri bangsa. Berangkat dari definisi wawasan kebangsaan, bapak Sarjono menyampaikan bahwa wawasan kebangsaan di era reformasi mengalami kemunduran dan kehilangan greget yaitu timbul paham golongan yang mengkristal, miskin nasionalisme, kehilangan daya rekat, terjadi konflik horizontal bernuansa SARA dan konflik vertikal di beberapa daerah. Mengalir dari berbagai persoalan itu, beliau berharap semua harus membangun kembali semangat kebangsaan, rela berkorban, kesadaran, persatuan dan kesatuan serta rasa cinta tanah air sehingga tumbuh kebersamaan dan tanggung jawab bersama dalam mengantisipasi setiap bentuk ancaman. Sebagai contoh apabila semua mengetahui adanya upaya pihak yang mengganggu keselamatan dan ketertiban masyarakat, maka diharapkan segera melapor kepada pihak berwenang. Hal ini membuktikan  adanya antisipasi dan sikap peduli.

Bapak Sarjono juga berharap supaya kita dapat bercermin dari pahlawan yang rela mengorbankan roh, jiwa, raganya demi keutuhan bangsa serta berpegang pada empat konsensus bangsa yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Keempat konsensus ini merupakan pilihan final bagi kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara. Dengan penyuluhan wawasan kebangsaan ini semoga pelajar SMA Negeri 1 Prambanan mempunyai pemahaman wawasan kebangsaan yang meningkat sehingga menjadi pelajar yang berpancasila, sehat jasmani rohani, memiliki nasionalisme serta cinta tanah air yang tinggi, memahami dan menerapkan pancasila serta UUD 1945 dalam kehidupan.

 

 

Bulan Bahasa sebagai Sarana Merekatkan Kebinekaan Di SMAN 1 Prambanan

Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda dan Bulan Bahasa, Kepala Perpustakaan SMA Negeri 1 Prambanan pada hari Sabtu, 28 Oktober 2017 mengadakan lomba yang meliputi tiga bahasa yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Jawa. Tema yang diangkat pada tahun ini, yaitu “Meningkatkan Kemampuan Berbahasa dengan Merekatkan Kebinekaan di Era Global”.

Kegiatan yang baru pertama kali diadakan ini cukup berjalan dengan lancar dan meriah. Pesertanya merupakan siswa-siswi SMAN 1 Prambanan dari kelas X, XI, dan juga XII. Para siswa begitu antusias terhadap kegiatan tersebut. Kegiatan ini diharapkan dapat menunjang minat para siswa dalam dunia kebahasaan, baik dalam keterampilan menulis maupun keterampilan lisan.

Acara dimulai dengan upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda bertempatkan di lingkungan SMA N 1 Prambanan. Bapak Wasi Suharsono, S.Pd selaku pembina upacara menyampaikan pidato yang penuh makna kebininekaan. Bersamaan dengan upacara tersebut juga dilaksanakan pelantikan pengurus OSIS Vigara periode 2017/2018. Setelah upacara selesai kegiatan lomba pun dimulai, diantaranya lomba pidato, membaca puisi, menulis puisi, membaca cerita pendek, menulis cerita pendek, membuat mading bahasa Indonesia, story telling, English Song, membuat mading bahasa Inggris, maos geguritan, nyerat geguritan, maos cerkak dan nyerat cerkak.

Sumpah Pemuda mengingatkan kita bahwa kita dibangun diatas suatu pondasi yang bernama “perbedaan”, baik perbedaan agama, ras, suku, kebudayaan, kepulauan, maupun latar belakang kehidupan kita. Sumpah pemuda adalah suatu komitmen yang menjadi suatu pencerahan untuk menuju kemerdekaan Indonesia. Sebagai tonggak nasionalisme pemuda-pemudi Indonesia dalam merebut kemerdekaan dan menjadikan Indonesia menjadi negara yang berdaulat.

Pada akhirnya, ungkapan Soekarno “Berikan aku sepuluh pemuda, maka akan aku guncangkan dunia”, adalah sebentuk apresiasi masa lalu, masa kini dan masa depan yang akan selalu menggema. Sejauh peran pemuda diapresiasi dengan baik, daya cipta diberikan ruang gerak yang luas, menjadikan diri mereka sebagai subjek, maka sejauh itu pula pemuda akan selalu menjadi bagian penting dari sejarah kebangkitan bangsa ini.

Mari Semarakkan Bulan Bahasa 2017 di SMA Negeri 1 PrambananSleman!

           Indonesia memiliki keragaman etnik dan budaya. Salah satu di antaranya adalah keragaman bahasa. Keragaman bahasa di Indonesia menjadi kekayaan yang tidak ternilai harganya. Peta Bahasa Negara Kesatuan Republik Indonesia (2008) telah mengidentifikasi 442 bahasa daerah di Indonesia. Bertolak dari keragaman itu, bangsa Indonesia menjadi lebih paham akan arti persatuan. Meskipun beragam latar bahasanya, bangsa Indonesia terhubung melalui bahasa persatuan, yaitu bahasa Indonesia. Sesuai Undang-Undang nomor 24 Tahun 2009 maka seluruh peserta didik SMA N 1 Prambanan diharapkan mampu mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing.

            Maka dalam rangka menyemarakkan Hari Sumpah Pemuda dan Bulan Bahasa, SMA Negeri 1 Prambanan mengadakan lomba yang meliputi tiga bahasa yaitu bahasa Indonesia (pidato, membaca puisi, membaca cerpen, menulis puisi, menulis cerpen, dan mading), bahasa Jawa (membaca geguritan, membaca cerkak, menulis geguritan, dan menulis cerkak), bahasa Inggris (English Song, Story Telling, dan mading).

            Kegiatan Bulan Bahasa dan Sastra bertujuan untuk membina dan mengembangkan bahasa dan sastra serta bertekad menumbuhkan semangat persatuan . Tema yang diangkat yaitu “Meningkatkan Kemampuan Berbahasa dengan Merekatkan Kebinekaan di Era Global”. Perlombaan yang akan dilaksanakan melibatkan seluruh siswa,  kelas X, XI, dan XII. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada tanggal 28 Oktober 2017, dimulai setelah upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Serangkaian kegiatan lomba yang akan dilaksanakan antara lain:

  1. Bahasa Indonesia
  1. Lomba Pidato

Ketentuan Umum Lomba Pidato

  1. Penampilan pidato hanya dilakukan dalam satu babak.
  2. Pada setiap peserta wajib mengumpulkan 2 (dua) eksemplar teks pidato untuk diberikan kepada juri.
  3. Setiap peserta  tidak diperkenankan menggunakan naskah saat lomba. (dapat menggunakan metode ekstemporan)
  4. Setiap peserta menampilkan satu pidato bahasa Indonesia sesuai dengan tema yang ditentukan oleh panitia.
  5. Waktu penampilan setiap peserta maksimal 7 menit (sudah termasuk tata teknis penampilan).
  6. Aspek-aspek penyajian meliputi pemilihan diksi, kesesuaian isi dengan tema pidato, sasaran isi pidato, kelancaran, kejelasan ujaran, keruntutan, variasi intonasi, percaya diri, ekspresi, dan santun.
  7. Peserta diwajibkan memakai baju seragam/ almamater sekolah.
  8. Tempat: Perpustakaan

 

Kriteria Penilaian

  1. Materi (materi pidato sesuai tema yang telah ditetapkan)
  2. Penyajian (Aspek-aspek penyajian meliputi pemilihan diksi, kesesuaian isi dengan tema pidato, sasaran isi pidato, kelancaran, kejelasan ujaran, keruntutan, variasi intonasi, percaya diri, ekspresi, dan santun kinestetika)
  3. Waktu (Alokasi waktu yang digunakan sesuai ketentuan)

                               

  1. Lomba Membaca Puisi

Ketentuan Umum

  1. Peserta wajib memilih dan membawakan 1 (satu) judul puisi yang disediakan panitia

Judul puisi:                 

Lagu Tanah Airkukarya Piek Ardijanto Soeprijadi

Resonansi Indonesia karya Ahmadun Yosi Herfanda

Rakyat karya Hartoyo Andang Jaya

Doa Para Pelaut yang Tabah karya Sapardi Djoko Damono

Perempuan-Perempuan Perkasa karya Hartoyo Andangjaya

 

  1. Pembacaan puisi hanya dilakukan dalam satu babak.
  2. Peserta tidak diperkenankan menggunakan alat pengiring, baik dimainkan sendiri atau dimainkan orang lain saat pembacaan puisi.
  3. Dalam penampilannya, peserta tidak diperkenankan bekerja sama dengan pihak lain, kecuali pada waktu persiapan.
  4. Peserta diperkenankan menggunakan tambahan property pentas yang pengadaannya diusahakan sendiri.
  5. Waktu yang disediakan untuk tiap peserta maksimal 7 menit,
  6. Waktu bagi tiap peserta terhitung mulai ketika peserta dipanggil oleh MC hingga berakhirnya penampilan peserta.
  7. Peserta tidak diperkenankan meminta tambahan waktu kepada panitia.
  8. Peserta membawakan puisi sesuai durasi waktu yang disediakan panitia. Jika terjadi perpanjangan waktu penampilan, kepada peserta yang bersangkutan akan dikenai  sangsi berupa pengurangan point.
  9. Peserta tidak diperkenankan meminta tambahan property apapun kepada panitia
  10. Tempat: Kelas X IPS 1

         Kriteria Penilaian

  1. Penafsiran
  2. Penghayatan
  3. Vokal
  4. Penampilan

 

  1. Lomba Membaca Cerpen

Ketentuan Umum

  1. Peserta wajib memilih dan membawakan 1 (satu) judul cerpen yang disediakan panitia
  2.  Pembacaan cerpen hanya dilakukan dalam satu babak.
  3. Dalam penampilannya, peserta tidak diperkenankan bekerja sama dengan pihak lain, kecuali pada waktu persiapan.
  4. Peserta diperkenankan menggunakan tambahan property pentas yang pengadaannya diusahakan sendiri.
  5. Waktu bagi tiap peserta terhitung mulai ketika peserta dipanggil oleh MC hingga berakhirnya penampilan peserta..
  6. Peserta tidak diperkenankan meminta tambahan property apapun kepada panitia.
  7. Tempat: X IPA 1

KriteriaPenilaian

  1. Penafsiran Naskah Cerpen
  2. Struktur Psikologi Karakter Peran
  3. Vokal
  1. Lomba Cipta Puisi

Ketentuan Umum Lomba Menulis Puisi

  1. Puisi di buat dan di tulis tangan, dengan menggunakan tinta hitam, pada lembar kertas folio bergaris.
  2. Panjang  maksimum  Karya Puisi  yang   dibuat   adalah  2 (dua)   lembar kertas folio bergaris.
  3. Karya Puisi yang dibuat disesuaikan dengan tema yang telah ditentukan.
  4.  Penulisan Karya Puisi harus menggunakan jelas dan mudah dibaca.
  5. Judul Puisi tidak harus sama dengan tema yang telah ditentukan, tetapi relevan dengan tema tersebut.
  6. Urutan  penulisan  Karya  Puisi  adalah  :  “Judul Puisi; Ciptaan  (nama penciptanya); dan Isi Puisi”.
  7. Setiap peserta maksimal membuat dua karya puisi.
  8. Durasi: 60 menit
  9. Tempat: X IPS 2

Kriteria Penilaian

  1. Kesesuaian Tema dengan Isi Puisi.
  2. Kekuatan Pesan.
  3. Diksi.
  4. Orisinalitas.
  5. Daya puitika
  6. Kesegaran ekspresi dan perspektif

 

  1. Lomba Cipta Cerita Pendek

Ketentuan Umum

  1. Judul menggunakan huruf kapital.
  2. Di bawah judul disertai nama penulis.
  3. Peserta membawa peralatan tulis sendiri.
  4. Setiap karya maksimal 5 halaman.
  5. Karya yang dibuat adalah ciptaan sendiri dan belum pernah dipublikasikan.
  6. Durasi: 120 menit
  7. Tempat: X IPA 2

 

Kriteria Penilaian

  1. Orisinalitas.
  2. keunikan ide cerita.
  3. Kerapian cerita, tata bahasa, tanda baca yang baik dan benar serta kerapian paragraf.
  4. Plot dan unsur dramatik cerita.
  5. Mengandung nilai-nilai moral.

 

Nb :  Jika terjadi perubahan dan atau penambahan dalam materi petunjuk teknis ini, maka akan disampaikan pada waktu sebelum dimulainya lomba.

  1. Membuat mading

Jumlah peserta: setiap kelas mengirimkan perwakilan 5 orang laki-laki/perempuan

Tema: “Meningkatkan Kemampuan Berbahasa dengan Merekatkan Kebinekaan di Era Global”.

Durasi:3-5 jam, tempat: GOR Sasana Vigara

Sekolah menyediakan papan triplek ukuran 1×1,2 dan plastik sampul

 

 

  1. BahasaInggris
  1. Story Telling

VIGARA STORY TELLING COMPETITION 2017

            Story Telling is one of the Competitions in “LombamerayakanBulanBahasa 2017”. This Competition is held to develop all participants’ ability in revealingtheir creativity and expression through telling a story using English Language. Through the Competition, we expect that all the participants can improve their speaking skills in English Language.

A.    Definition of Story Telling Competition

  Storytelling is the art of using language, vocalization, and/or physical movement and gesture to reveal the elements and images of a story to a specific, live audience. A central, unique aspect of storytelling is its reliance on the audience to develop specific visual imagery and detail to complete the story.

  Story Telling Competition is a competition in which participants using their abilities to use language, vocalization, and physical movement and gesture to reveal or interpret the elements and images of a story to a specific, live audience, so the audience can have a visual imagery and detail to complete and co-create the story.

B.   Theme, TimeandVanue

  1. The Theme : Indonesian Legend ( you can choose one of the Indonesian Legend) for example AndeAndeLumut, BawangPutihBawangMerah, JakaTarub, Timun Mas, RoroMendut, AjiSaka, Dewi Sri, MalinKundang, RaraJonggrang, Sangkuriang, Sri Tanjung, etc.
  2. Time   : The story telling Competition will be held on Saturday, October 28, 2017
  3. Vanue : ‘Dance room’ of  Prambanan Senior high School

 

C. Competition Rules and Regulation

  1. The capacity of this Story Telling Competition participants are 21 students. Every class may appoint 1 student to join The Story Telling Competition
  2. Each participant will have to come 15 minutes before the competition starts.
  3. The participant(s) will be disqualified if he/she doesn’t show up until 3 times calling without any reasonable permission. Participant will be called three times in a row based on their order of perform. If at the last call, he/she doesn’t show up without reasonable permission from the committee, he/she will be disqualified.
  4. Each participant must stay at the competition venue until the competition ends, and must remain silent when another participant delivers his/her story, unless permitted by the committee.
  5. The applause can be given only at the beginning and at the end of story.
  6. Every communication device must turn silent at the competition venue.
  7. Recording device are allowed within the competition venue, as long as they do not disturb the other participants when delivering their story
  8. Don’t take photos using flash, as it will distract the participant’s focus.
  9. None of the participants are allowed to read any story from text or keynote when delivering the story.
  10. Participants may use any of the equipment that follow their story (props or costumes).
  11. Props or costumes as follows:
    1. Participants may use any of the equipment that follows their story.
    2. The participants’ equipment may not consist any harmful material or sharp objects.
    3. Participants are not allowed to bring properties that littering the venue such as liquids or powders.
  12. The participant submitthree extra copies of printed out story that will be used to the committees (any English teachers)two daysbefore competition.(on 8-1/2” by 11” white paper, 1.5spaced, in Times New Roman 12 point font)
  13. Participants will have 5 to 7 minutes for the presentation of the story.
  14. Every rule must be followed, disqualification is necessary for any participant who violated the rule.
  15. The score margin is between 0 – 100.
  16. The judges’ decision is final and no correspondence pertaining to the judging process will be reconsidered.

D.    Scoring Criteria

a. Content (Story is delivered in logical order and is appropriate to the theme.)

b. Pronunciation (Articulation and Intonation)

c. Fluency (Pace, Voice Quality, Vocal Expression)

d. Performance (Confidence, Gesture, Mimicry)

 

b. English Song

VIGARA ENGLISH SONG FESTIVAL 2017

Competition Rules and Regulation

  1. Every class may appoint 1 group of 3 – 5 students to join The English Song Competition
  2. The duration of each performance is between 5 – 10 minutes
  3. The contestants wear school uniform during their performance.
  4. The contestants are free to choose any song to perform ( the song should be slow song)

But the participants must submit3 copies of the printed Song and the name of the original singer to the committee (any English Teachers).

  1. The contestants should bring their own instruments that are needed.
  2. Each group will have to come 15 minutes before the competition starts.
  3. The participants will be disqualified if he/she doesn’t show up until 3 times calling without any reasonable permission. Participant will be called three times in a row based on their order of perform. If at the last call, he/she doesn’t show up without reasonable permission from the committee, he/she will be disqualified.
  4. Each participant must stay at the competition venue until the competition ends, and must remain silent when another participantsperform their song, unless permitted by the committee.
  5. The applause can be given only at the beginning and at the end of story.
  6. Every communication device must turn silent at the competition venue.
  7. Recording device are allowed within the competition venue, as long as they do not disturb the other participants when perform their Song
  8. Don’t take photos using flash, as it will distract the participant’s focus.
  9. Every rule must be followed, disqualification is necessary for any participant who violated the rule.
  10. The score margin is between 0 – 100.
  11. The judges’ decision is final and no correspondence pertaining to the judging process will be reconsidered.

 

Scoring Criteria

  1. The harmony between vocal and music.
  2. Artistic, how the performance can amuse the audience.
  3. The creativity how the contestant do improvisation.
  4. Articulation, the clearness of the pronunciations.

c.Wall Magazine

VIGARA WALL MAGAZINE COMPETITION 2017

  1. The participants are teams consisting of 3-5 students from each class
  2. Each team will have to compete to design the most attractive and informative wall magazine that are relevant to the theme “ Improving the Language skills to unite the  Indonesian diversity”
  3. Participants are required to execute the work on the spot
  4. Time allotted for making wall magazine is maximum 5 hours
  5. Each team should be able to finish on time. The magazines are going to be put on displays regardless of whether it has been completed or halfway through it
  6. Give Title for your wall magazines
  7. The committee will provide the stereo foam, the color HVS and the participants are allowed to bring others thing needed.
  8. Attractiveness, creativity, content, relevancy to the theme, and  layout-property will be the criteria for evaluation.
  1. Bahasa Jawa
  1. Membaca cerkak

Jumlah peserta: setiap kelas mengirimkan perwakilan 1 orang laki-laki/perempuan

Peserta lomba membaca cerkak tidak diperbolehkan mengikuti lomba-lomba lain.

Peserta membaca cerkak yang disediakan panitia, membacakan judul dan nama pengarang terlebih dahulu.

Judul cerkak: Korupsi dening Rahudin

Tempat: XI IPA 3

Criteria penilaian: artikulasi/ kejelasan suara, irama intonasi, gesture, ekspresi, mimic, pernapasan, penghayatan isi.

 

  1. Membaca geguritan

Jumlah peserta: setiap kelas mengirimkan perwakilan 1 orang laki-laki/perempuan

Peserta lomba membaca geguritan tidak diperbolehkan mengikuti lomba-lomba lain.

Peserta tidak boleh menambahkan, dalam bentuk nyanyian dan atau mengulang larik/bait tertentu, atau mengurangi kata dalam geguritan yang dibacakan.

Peserta membacageguritan yang disediakan panitia

Peserta membacakan judul dan nama geguritan terlebih dahulu

Judul geguritan: Aja Kok-Ijoli Warisanku dening R. Bambang Nursinggih

Tempat: Kelas XIIPA 3

Kriteria penilaian : artikulasi, irama dan intonasi, gesture, ekspresi, mimic, pernapasan, penghayatan isi

  1. Menulis cerkak

Petunjuk teknis

  1. Peserta membawa dan menggunakan laptop
  2. Ditulis dengan format folio (21,5×33 cm), 1 spasi, font cambria 11, dituliskan judul cerkak disertakan nama penulis dan kelas.
  3. Jumlah halaman minimal 2 halaman
  4. Cerita tidak boleh
    1. Beraroma penistaan dan diskriminasi SARA
    2. Menjiplak dari media apa pun
    3. Mengcopypaste yang dibuat sebelumnya
  5. Cerkak akan dicek pengawas di ruangan, jika melanggar nomor 4 akan digugurkan
  6. Tema ditentukan ketika lomba berlangsung agar bersifat original, namun gambaran tema yang mungkin dipilih adalah
    1. Ekologi dan pelestarian lingkungan
    2. Nilai luhur bahasa, sastra, dan budaya Jawa
    3. Semangat hidup dalam keberagaman/ kebinekaan
    4. Setelah selesai, hasil karya dikumpulkan/ dikopikan soft file ke pengawas. Format penamaan file: judul cerkak_penulis_kellas
    5. Cerkak akan dipublikasikan internal di SMA N 1 Prambanan

Kriteria penilaian

  1. Memenuhi unsure intrinsic dan ekstrinsik
  2. Orisinilitas dan keunikan cerkak
  3. Penggunaan tata bahasa (paramasastra) yang baik dan benar dalam penulisan cerkak, missal penggunaan tanda akhir kalimat, ujaran langsung
  4. Mengutamakan unsure konflik batin para tokoh disesuaikan tema
  5. Adanya unsure kejutan dalam cerkak

           Jumlah peserta: setiap kelas mengirimkan perwakilan 1 orang laki-laki/perempuan

           Durasi: 120 menit, tempat: XI IPS 1

 

  1. Menulis geguritan
  1. Peserta membawa dan menggunakan laptop
  2. Peserta menulis 2 geguritan hingga selesai
  3. Ditulis dengan format folio (21,5×33 cm), 1 spasi, font cambria 11, dituliskan judul geguritan disertakan nama penulis dan kelas.
  4. Jumlah halaman menyesuaikan kebutuhan penulis
  5. Geguritan tidak boleh
    1. Beraroma penistaan dan diskriminasi SARA
    2. Menjiplak dari media apa pun
    3. Mengcopypaste yang dibuat sebelumnya
  6. Geguritan akan dicek pengawas di ruangan, jika melanggar nomor 5 akan digugurkan
  7. Tema ditentukan ketika lomba berlangsung agar bersifat original, namun gambaran tema yang mungkin dipilih adalah

                        a.Ekologi dan pelestarian lingkungan

                        b.Nilai luhur bahasa, sastra, dan budaya Jawa

                        c.Semangat hidup dalam keberagaman/ kebinekaan

8. Setelah selesai, hasil karya dikumpulkan/ dikopikan soft file ke pengawas. Format penamaan file: judul geguritan_penulis_kelas

9. Geguritan  akan dipublikasikan internal di SMA N 1 Prambanan

Kriteria penilaian

  1. Penulisan kata atau kode kebahasaan dalam geguritan yang merujuk pada tata bahasa
  2. Kesesuaian dengan tema
  3. Keutuhan atau keselarasan dari awal sampai akhir
  4. Diksi
  5. Gaya bahasa (lelewa basa, purwakanthi, bebasan, metaphor dll)
  6. Kedalaman geguritan (wirasa)

Hadiah Istimewa Larasati Indah pada Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2017

Bangsa Indonesia memeringai Hari Kesaktian Pancasila pada hari Minggu, 1 Oktober 2017. Seluruh warga SMA Negeri 1 Prambanan pun turut memeringatinya dengan melaksanakan upacara bendera di halaman upacara Sekolah. Upacara yang dipimpin bapak Darwito, S.Pd selaku kepala sekolah berlangsung dengan tertib dan lancar.

Hari Kesaktian Pancasila lebih berkaitan dengan peristiwa G30S/PKI yang terjadi 30 September 1965 karena terjadi insiden yang dinamakan Gerakan 30 September (G30S).Pancasila merupakan ideologi yang paling cocok untuk bangsa Indonesia dan juga sudah tidak bisa ditawar lagi.  Pada hari itu, enam Jenderal dan 1 Kapten  serta beberapa orang lainnya dibunuh oleh oknum-oknum yang digambarkan pemerintah sebagai upaya kudeta dan berupaya mengubah unsur Pancasila menjadi ideologi komunis.Sudah sepatutnya generasi penerus bangsa dapat meneruskan semangat dan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

Namun ada yang berbeda pada upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila kali ini. Seorang siswa mengharumkan almamater dengan prestasi yang diraihnya. Ia adalah Larasati Indah, memberikan hadiah istimewa kepada SMA N 1 Prambanan setelah berhasil meraih juara 3 kelas B putri dalam Kejuaraan Asia Tenggara Open Pencak Silat SMP dan SMA Sederajat Perebutan Piala Menpora RI Ke-3 Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta. Semangat dan rasa percaya diri yang kuat menjadi modal utama gadis yang sekarang duduk di kelas X IPA 4 ini. Ia mengatakan cukup puas dengan hasil yang telah diperoleh.

Dalam rangka memperingati Dies Natalis Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta yang Ke-62 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pencak Silat Tapak Suci Dewantara UST menyelenggarakan “DEWANTARA CHAMPIONSHIP” pencak silat antar pelajar SMP dan SLTA/sederajat Perebutan “Piala Menpora RI Ke-3” tahun 2017. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu-Rabu, tanggal 26-30 September 2017 di Grahawana Bhaktiasa Jl. Kenari No. 01 Yogyakarta.

Kegiatan yang bertemakan “Membangun Karakter Generasi Bangsa Melalui Pencak Silat”tersebut diharapkan mampu memberikan konstribusi olahraga pencak silat yang sesungguhnya. Selain itu juga meningkatkan kecintaan terhadap budaya bangsa sehingga dapat membakar jiwa semangat patriotisme, nasionalisme, religiuskultural dan humanistic yang melandasi profesionalisme dalam intelektual dan moralitas generasi penerus bangsa khususnya kaum pelajar dalam menghadapi tantangan globalisasi.

 

Damainya Pesta Demokrasi Pemilihan Ketua OSIS di SMA Negeri 1 Prambanan Sleman Tahun 2017/ 2018

Keluarga besar SMA Negeri 1 Prambanan Sleman memberikan hak suaranya pada pemilihan ketua OSIS periode 2017/ 2018 yang dilaksanakan di laboratorium biologi (29/9). Pemilihan ketua OSIS ini dilakukan secara langsung. Hal ini bertujuan untuk mengajarkan siswa tata cara demokrasi sehingga mereka bisa terlibat langsung dalam proses pemilihan OSIS. Kandidat calon ketua OSIS ada tiga yang sebelumnya mereka melakukan orasi dan penyampainan visi dan misi pada hari Senin, 25 September 2018, yang akan menjadi tolok ukur peserta didik untuk memilih calon ketua yang terbaik. Visi misi yang disampaikan ketika orasi sebagai berikut.

1.Hafidz Nur Ozi kelas XI IPA 2 (Calon nomor 1)

Visi

(1)Menjadikan peserta didik yang didasari dengan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa

(2)Menjadikan OSIS SMA Negeri 1 Prambanan menjadi suatu organisasi yang bermutu dan berkualitas

(3)Menjadikan siswa SMA Negeri 1 Prambanan menjadi siswa yang lebih disiplin, berprestasi, kreatif dan berakhlak

Misi

(1)Menumbuhkembangkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa

(2)Meningkatkan kembali kesadaran siswa mengenai pentingnya menjaga lingkungan sekolah

(3)Bisa memperlihatkan sikap karakter masing-masing peserta didik

(4)Memperbaiki program kerja OSIS yang masih belum sukses

(5)Menjaga dan mengharumkan nama baik SMA N 1 Prambanan

(6)Menjadikan OSIS sebagai contoh teladan

(7)Menumbuhkan rasa kekeluargaan antar siswa.

2.Muhammad Dody Krisnanda kelas X IPA 2 (Calon nomor 2)

Visi

Menjadikan SMA N 1 Prambanan berprestasi, kreatif, inovatif, aktif dalam semua bidang positif yang berlandaskan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa

3.Nurmalita Sari Husnah Arifah kelas X IPA 4 (Calon nomor 3)

Visi

Menjadikan OSIS SMA Negeri 1 Prambanan menjadi organisasi yang bertanggung jawab, tangguh dalam IMTAQ dan IPTEK, berkualitas dan aktif di segala bidang.

Misi

  1. Menjadikan organisasi OSIS sebagai wadah aspirasi bagi warga SMA N1 Prambanan
  2. Mengadakan dan melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan bimbingan karakter
  3. Mengadakan kegiatan yang berhubungan dengan kepedulian terhadap lingkungan sekolah maupun sekitar
  4. Mengadakan seminar tentang bimbingan karakter terhadap bulliying dan diskriminasi terhadap teman.
  5. Melanjutkan berbagai kegiatan positif OSIS tahun lalu yang belum terlaksana

Proses demokrasi dalam pemilihan calon Ketua OSIS SMA Negeri 1 Prambanan pertama kali diarahkan oleh Ferdiansyah selaku panitia. Setiap kelas secara bergantian memberikan hak suaranya menuju tempat pemilihan suara di laboratorium biologi. Petugas di tempat pemilihan suara adalah anggota OSIS dan panitia yang sebelumnya telah mempersiapkan segala sesuatu untuk pemilihan OSIS. Acara dimulai  pukul 07.30-11.00. Semua petugas sudah ada di tempat pemilihan suara, lalu melakukan persiapan. Petugas sudah menyediakan tiga bilik untuk mencoblos/ memilih calon ketua OSIS. Kemudian Ferdiansyah, selaku petugas memberikan penjelasan tentang cara memberikan suara, kondisi surat suara, dan detail teknisnya. Proses pemilihan ini pertama pemilih berbaris, mengisi presensi dan mendapat surat suara lalu langsung masuk ke bilik suara untuk mencoblos. Satu persatu pelajar memasuki TPS. Setiap pelajar diinstruksikan mengambil kertas suara dari panitia. Kertas suara tersebut berisi gambar tiga pasangan calon pemimpin OSIS yaitu Hafidz Nur Ozi (nomor 1), Muhammad Dody Krisnanda (nomor 2), dan Nurmalita Sari Husnah Arifah (nomor 3). Setelah itu, pemilih memasukkan surat suara ke dalam kotak suara dengan arahan petugas. Selanjutnya, mereka mencelupkan jari ke tinta biru sebagai tanda telah memberikan hak suara.

Pemungutan suara dilanjutkan dengan penghitungan suara oleh OSIS dan panitia disaksikan pelajar yang bertugas menjadi saksi dan bapak Wasi Suharsana, S.Pd sebagai pembina OSIS dan Kesiswaan. Saksi dari Hafidz Nur Ozi sebagai calon nomor 1 adalah Andara dan Aditya. Saksi dari Muhammad Dody sebagai calon nomor 2 yaitu Nurlita, dan saksi dari Nurmalita Sari Husnah Arifah sebagai calon nomor 3 adalah Ria Selvy. Petugas perhitungan suara yang berperan sebagai pembuka surat suara sembari melihat kondisi surat suara apakah sah atau tidak adalah Maulana Kangko. Pencatat hasil suara yaitu Anugrah Lintang dan Nanda Cindy. Hasil dari perhitungan pemilihan Ketua OSIS 2017/ 1018 menunjukkan bahwa Hafidz Nur Ozi kelas XI IPA 2 sebagai ketua umum, Muhammad Dody Krisnanda sebagai Ketua 1, dan Nurmalita Sari Husnah Arifah kelas X IPA 4 sebagai Ketua 2.

Bapak H. Darwito, S.Pd selaku Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Prambanan mendukung pemilihan ketua OSIS. Beliau menyampaikan bahwa pemilihan ketua OSIS ini sebagai sarana memperkenalkan siswa untuk belajar demokrasi terutama bagi peserta didik yang belum pernah melaksanakannya. Melalui pemilihan ini, siswa diharapkan belajar  memilih calon pemimpin yang sesuai dengan pilihannya yang dapat bertanggung jawab. Maulana Kangko Wicaksono selaku ketua OSIS tahun 2016/ 2017 dan ketua panitia menyampaikan bahwa pemilihan Ketua OSIS berjalan dengan lancar dan tertib. Ia juga berharap semoga ketua OSIS tahun 2017/2018 menjadi pemimpin yang bertanggung jawab, membawa VIGARA menjadi lebih baik.

Memaknai Sejarah dengan Nonton Bareng Film G30S/ PKI Di SMA Negeri 1 Prambanan Sleman tahun 2017/ 2018

Pada hari Sabtu, 30 September 2017 Koramil Prambanan bekerja sama dengan SMA Negeri 1 Prambanan Sleman melakukan nonton bareng film pengkhianatan G30S/ PKI yang bertempat di GOR VIGARA. Seluruh keluarga besar SMA, baik peserta didik maupun guru bersama jajaran Koramil Prambanan menyaksikan film ini. Seluruh peserta didik dengan arahan wali kelas masuk GOR dengan tertib. Sebelum menyaksikan pemutaran film ini, Komandan Koramil Prambanan mengatakan bahwa kegiatan nonton bareng film ini bertujuan untuk mengetahui penggalan sejarah Indonesia yang pernah terjadi. Beliau berpesan supaya semua peserta didik ketika menyaksikan dapat memaknai mana adegan yang bersikap nasionalisme dan adegan yang kejam jangan sampai ditiru.

Peristiwa G30S PKI menjadi malapetaka dan tragedi berdarah bagi Indonesia. Mereka melakukan penculikan, penyiksaan, dan pembunuhan terhadap enam perwira tinggi. Para perwira angkatan darat tersebut disiksa selanjutnya dibunuh dan dimasukan ke Lubang Buaya. Dalam film ini terlihat ketujuh korban dan TNI Angkatan Darat yaitu Letnan Jenderal Ahmad Yani yang menjabat sebagal Menteri I Panglima Angkatan Darat (Menpangad), Mayor Jenderal R.Soeprapto yang menjabat sebagai Deputi II Pangad, Mayor Jenderal Haryono Mas Tirtodarmo yang menjabat sebagai Deputi Ill Pangad, Mayor Jenderal Suwondo Parman yang menjabat sebagai Asisten I Pangad, Brigadir Jenderal Donald Izacus Panjaitan (Asisten IV Pangad), Brigadir Jenderal Soetoyo Siswomihardjo (lnspektur Kehakiman loditur), Letnan Satu Piere Andreas Tendean (Ajudan Jenderal A.H. Nasution). Ketika terjadi penculikan tersebut, Jenderal A.H. Nasution berhasil menyelamatkan diri, tetapi putrinya Ade Irma Suryani menjadi korban sasaran tembak.

Walaupun pemutaran film G30SPKI ini menyita waktu sekitar 3,5 jam semua peserta didik terlihat tetap tertib duduk di barisan masing-masing. Mereka tidak hanya menyaksikan film itu tetapi juga membuat resume film tersebut. Menurut pernyataan Novaria kelas X ia belum pernah menyaksikan film G30S/PKI. “Begitu kejamnya perilaku komunis dan tidak manusiawi, semoga Indonesia terhindar dari sikap komunis”, tuturnya.

Dengan menyaksikan film pengkhianatan G30SPKI semoga seluruh peserta didik dapat memaknai sejarah dan selalu menumbuhkan sikap nasionalisme. Semoga para pejuang dan pahlawan Indonesia mendapat derajat yang tinggi dan Indonesia tetap dapat mempertahankan NKRI.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gelar Pengajian 1 Muharram 1439 Hijriyah Di SMA Negeri 1 Prambanan Tahun 2017/ 2018

Dalam rangka memeringati tahun baru Islam 1 Muharram 1439 Hijriyah, ROHIS SMA Negeri 1 Prambanan menyelenggarakan pengajian yang di hadiri oleh peserta didik kelas X, XI, XII, bapak ibu guru dan karyawan. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 30 September 2017 pukul 10.30-11.40 tepatnya setelah pemutaran film G30S/PKI di GOR VIGARA. Pengajian ini bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Allah, menambah jiwa korohanian, menjalin silaturahmi, memberi ketenangan hati ketika menghadapi pekan penilaian harian (PPH), selalu berdzikir kepada Allah dan bersalawat kepada Nabi Muhammad.

Pengajian ini dibuka oleh pembawa acara Alfian Afiesta Tama dan Ria Selvy Nugraheny dengan mengusung tema “Mahabbatul Muharram (Kecintaan pada Muharram)”. Selanjutnya pembacaan tilawah dan sari tilawah oleh Atika Kumala Sari dan Dias Wahyu. Acara inti pengajian disampaikan oleh ustadz Arif Mansyur. Sejarah tahun baru Islam atau tahun baru Hijriyah diawali dengan peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah. Sedangkan bagi umat Islam, peringatan ini merupakan momen untuk hijrah dengan melakukan perubahan menjadi pribadi yang lebih baik. Maka hijrah yang akan kita jalani yaitu perpindahan dari kufur menuju iman, peningkatan mutu diri dari segi spiritual dan intelektual, serta meningkatkan semangat dan kesungguhan dalam beribadah kepada Allah SWT.

Ustadz Arif Mansur dalam tausiyahnya dengan  penuh semangat berpesan agar seluruh peserta didik berusaha menjadi orang yang beruntung, sesuai pada ayat Al Maidah ayat 11. Maka sebaiknya semua diharapkan untuk (1) shalat khusyuk; (2) jangan melakukan perbuatan yang sia-sia; (3) selalu mengeluarkan zakat dengan ikhlas; (4) tidak mengumbar aurat, selalu menjaga aib orang lain atau saudara; (5) menjaga amanah; dan (6) menjaga shalatnya.

Peringatan tahun baru Islam ini akan menjadi momen hijrah atau perpindahan dari kurang baik menjadi lebih baik. Selain itu juga dapat menjadi pengingat agar senantiasa dapat mengevaluasi diri menjadi lebih baik dengan menjauhi larangan dan menjalankan perintah Allah dengan kesungguhan hati.