Dahsyatnya VIGARA Creative Action dalam Acara HUT SMA N 1 Prambanan ke-33

SMA Negeri 1 Prambanan Sleman merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-33. Kegiatan ini merupakan acara tahunan yang diselenggarakan OSIS SMA Negeri 1 Prambanan. Acara ulang tahun mengangkat tema “Creative”.  Acara dilaksanakan selama dua hari yakni tanggal 21-22 November 2018. Peserta yang hadir dalam acara hari jadi VIGARA yaitu Kapolsek Prambanan beserta jajarannya, Danramil, Kepala UPT Dinas Pendidikan, Kepala Desa, Camat Prambanan, pengurus komite, seluruh warga SMA N1 Prambanan,  dan tamu undangan.

Rabu, senam pagi mengawali rangkaian acara. Seluruh warga sekolah melakukan senam bersama di lapangan SMAN 1 Prambanan (21/11/2018). Acara dilanjutkan dengan jalan santai. Dengan kreatifitas masing-masing kelas, setiap kelas membawa ciri khas dan maskot yang berbeda. Bahkan beberapa kelas mengampanyekan peduli lingkungan menuju sekolah adiwiyata dengan menuliskan slogan di propertinya. Kegiatan ini berlangsung semarak karena diikuti oleh seluruh warga sekolah. Panitia HUT VIGARA menyiapkan beberapa acara yang menyenangkan, mendidik dan berkarakter. Salah satu acaranya yaitu outbound (balap kelereng, estafet karet, cahaya harapan) yang dipandu panitia dan diikuti oleh seluruh peserta didik. Hal ini bertujuan mempererat kerja sama dan solidaritas antar peserta didik. Acara selanjutnya penampilan band Fire Under Water. Panitia juga menyuguhkan acara colour jump dengan diiringi oleh DJ. Seluruh siswa-siswi bebas berekspresi selama masih dalam lingkup yang positif dan dapat dipertanggungjawabkan.

Memasuki hari kedua HUT VIGARA, seluruh keluarga SMA N 1 Prambanan melaksanakan upacara dengan mengenakan jas almamater. Dalam even ini dibacakan selayang pandang sejarah lahirnya sekolah, pergantian kepemimpinan, hingga perkembangan sekolah. Dalam rangkaian ini juga dilaksanakan prosesi pemotongan tumpeng oleh kepala sekolah yang diserahkan kepada Muhammad Dody, selaku ketua panitia HUT VIGARA, selanjutnya diikuti pelepasan 3 pasang burung merpati yang dilakukan oleh kepala sekolah, ketua OSIS dan ketua panitia. Hal ini sebagai simbol dan harapan semoga prestasi VIGARA terus mengangkasa sampai nasional bahkan internasional. Bapak Darwito, S.Pd selaku kepala sekolah menyampaikan ucapan selamat ulang tahun yang ke-33 dan berharap agar sekolah ini tetap jaya. Hal ini senada dengan bapak Sukarjo, S.Pd selaku Kepala Desa Madurejo yang menyampaikan kepada seluruh peserta didik untuk selalu menjaga almamater tercinta dan menjadi peserta didik yang berprestasi membawa nama baik sampai nasional dan internasional. Muhammad Dody, sebagai ketua panitia juga menyampaikan rasa syukur dengan hari jadi VIGARA yang ke-33, ia berharap VIGARA dapat menjadi kampus yang hebat dan sukses mencetak generasi yang berprestasi dan berkarakter. Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada donatur dan sponsor. “Tanpa mereka, kami belum tentu membuat even ini, harapannya dukungan mereka akan terus berlanjut”, tuturnya. Panitia HUT VIGARA juga membagikan kebahagiaan kepada masyarakat sekitar sekolah dengan memberikan sembako dalam acara bakti sosial. Pemberian sembako dilakukan secara simbolis oleh bapak Darwito, S.Pd selaku kepala sekolah kepada masyarakat.

Acara lebih menarik dan bermakna lagi ketika HUT VIGARA bertepatan dengan Hari Pohon Sedunia. Panitia menyuguhkan acara yang lebih berkesan dan berkarakter dengan penanaman pohon di lingkungan sekolah. Acara penanaman pohon dimulai oleh Kepala Desa Madurejo, Kapolda, dan Komite. Hal ini dilakukan dengan tujuan memberikan teladan bagi seluruh peserta didik untuk selalu peduli terhadap lingkungan. Selain itu, panitia juga menyediakan tempat untuk menyalurkan bakat melukis dalam acara mural. Hal ini bertujuan untuk menghindari vandalisme. Lomba mural mengangkat tema “Menuju Adiwiyata, Selamatkan Bumi!” Lomba ini dilakukan dengan berkelompok yang dilaksanakan di pagar dinding sepanjang tempat parkir siswa. Peserta didik terlihat antusias mengikuti kegiatan ini, terlihat beberapa kelompok asyik mendiskusikan warna, beberapa menuang cat dan menorehkan kuas membentuk karya lukisan, seperti yang dilakukan Andy dan timnya kelas XII IPS 3. “Apalagi masa SMA, masa yang menggebu-gebu mengekspresikan diri dan mural ini adalah tempat yang lebih tepat juga terarah”, tutur Andy XII IPS 3.

Acara Creative Action dibuka oleh pembaca acara Monica (XII IPS 2), Twisy dan Braha Dela (XII IPS 1). Mereka berhasil menggetarkan panggung Creative dengan menebarkan semangat dan menumbuhkan keakraban antara keluarga VIGARA. Memasuki pentas seni, tari Wiwitan mengawali acara creative action. Tari ini menceritakan ritual adat persembahan menjelang panen padi. Hal ini bertujuan melestarikan budaya sebagai rasa syukur kepada Tuhan atas hasil panen. Tari Wiwitan karya  Kumara Ningsih dibawakan oleh Yahsa (X IPS 2), Riska (X IPS 2), Dani (XI IPA 3), Galang (XII IPA 1), dan Erlangga (XI IPA 1) berhasil menghipnotis tamu undangan dan seluruh warga SMA N 1 Prambanan. Penampilan selanjutnya dari berbagai band baik dari anak VIGARA maupun alumni menambah meriah acara. Beberapa band yang tampil yaitu Last Day, Mbok Band, Good 4 people dari alumni, Essensial Band, Mentari Senja (Kelas X), Jomblo Yo Band, Never End. Beberapa ekstrakurikuler juga menampilkan aksinya mulai dari Jet Kundo, dance, tari, musik. Kemeriahan terus berlanjut dengan hadirnya Guyon Waton dan Topik Sudirman sebagai bintang tamu.

Acara HUT VIGARA berjalan lancar. Kesuksesan acara ini tidak terlepas dari kerja keras kesiswaan dan kekompakan OSIS serta panitia HUT VIGARA. Hal ini tampak dari awal persiapan, pelaksanaan, hingga berakhirnya terlihat semangat dan konsisten dengan tugas masing-masing. Meskipun baru terbentuk namun mereka membuktikan bahwa mereka mampu mengemban tanggung jawab sebagai OSIS SMA N 1 Prambanan. Keluarga SMA N 1 Prambanan juga mengucapkan terima kasih kepada semua pahlawan VIGARA yang telah gigih berjuang mulai dari cikal bakal terbentuknya SMA N 1 Prambanan sampai almamater tercinta ini menjadi hebat. Semoga amal baik diterima Tuhan Yang Maha Esa.

Selamat Hari Ulang Tahun VIGARA!

VIGARA Jaya, SMAN 1 Prambanan hebat!

Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) OSIS SMA N 1 Prambanan Tahun 2018/ 2019

SMA Negeri 1 Prambanan mengadakan Latihan Dasar Kepemimpinan OSIS (LDK) tahun 2018/ 2019. Latihan ini dilaksanakan selama dua hari, pada tanggal 16-17 November 2018 di SMA Negeri 1 Prambanan. Peserta kegiatan berjumlah 48 orang, diantaranya adalah pengurus OSIS dan Purna OSIS. Pelatihan ini dilakukan rutin setiap tahun ketika pergantian pengurus OSIS. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kepemimpinan, meningkatkan solidaritas, melatih tanggung jawab, dan menumbuhkan kedisiplinan.

Kegiatan yang diberikan dalam Latihan Dasar Kepemimpinan mencakup kegiatan indoor dan outdoor. Materi indoor yaitu kepemimpinan, pembentukan pengurus OSIS, penyusunan anggaran, pembuatan proposal, dan penyusunan program kerja (16/11/2018). Kegiatan yang tidak kalah pentingnya adalah kegiatan outdoor yaitu olah raga, kerja bakti, outbound dan berbagai game yang melibatkan intelegensi, fisik maupun mental sehingga dapat melatih jiwa kepemimpinan (17/11/2018). Bahkan dalam kegiatan outdoor peserta LDK menunjukkan jiwa peduli lingkungan dengan melaksanakan tindakan patroli sampah di kawasan SMA, terutama di sepanjang sungai Mekong SMAN 1 Prambanan.

Bapak Darwito, S.Pd selaku kepala sekolah SMA Negeri 1 Prambanan menyampaikan visi misi SMA N 1 Prambanan yaitu “Unggul dalam Mutu, Berwawasan Lingkungan, Tangguh Bencana, Berkepribadian, dan Taqwa.” Hal ini bertujuan supaya program kerja yang dicanangkan OSIS senada dengan visi misi SMA N 1 Prambanan. Beliau juga berharap supaya OSIS memiliki gaya kepemimpinan demokratis yang ideal.  Hafidh Nur Ozi Alfianto, selaku Ketua OSIS Tahun 2017/ 2018 menambahkan dan berpesan kepada peserta LDK untuk selalu membawa nama baik almamater dan berusaha semaksimal untuk bekerja dengan ikhlas demi kemajuan SMA tercinta.

Hastuti, selaku sekretaris OSIS menyatakan bahwa Latihan Dasar Kepemimpinan ini sangat bermanfaat dalam melatih kepemimpinan. Ia juga menambahkan bahwa peserta LDK sangat antusias sampai kegiatan akhir, semua peserta diajarkan menjalin komunikasi yang baik, kerja sama, merajut kekompakan dan kedisiplinan.

Dengan dilaksanakan Latihan Dasar Kepemimpinan, semoga dapat menjadi bekal dalam berorganisasi melaksanakan program kerja OSIS dengan penuh semangat dan tanggung jawab. Selain itu, anggota OSIS SMA Negeri 1 Prambanan diharapkan dapat menjadi penggerak yang kreatif, inovatif dan berakhlak mulia menjadi teladan yang baik bagi peserta didik SMA N 1 Prambanan.

MAU DIKEMANAKAN BOTOL-BOTOL KITA?

“Kita adalah manusia-manusia microplastik yang lebih suka mimik air kemasan daripada bawa mimik dari rumah pakai botolnya mama”, ungkap Bu Dwi di depan siswa-siswi saat sedang istirahat. Angka pembelian minuman kemasan botol di kantin dan kopsis SMAN 1 Prambanan memang cukup tinggi. Anak-anak cenderung akan membeli minuman kemasan botol, terutama air mineral, untuk mencukupi kebutuhan cairannya. Memang ada sebagian besar siswa yang membawa minuman dari rumah, namun dengan alasan air minum yang mereka bawa dari rumah tidak cukup menghapus dahaganya sampai sore, maka mereka membeli minuman kemasan.

Beberapa tahun terakhir muncul penelitian yang menunjukkan bahwa dalam air minum kemasan terdapat kandungan microplastik. Apa itu microplastik? Menurut Prabang Setyono, ahli lingkungan hidup UNS, sebagaimana dikutip dari kompas.com menjelaskan bahwa microplastik adalah plastik dengan ukuran mikrokopis. Apabila terakulumulasi dalam jumlah tertentu, microplastik berpotensi mengganggu metabolisme tubuh manusia. Jumlah microplastik yang mencermari lingkungan, baik tanah maupun lautan, sudah cukup tinggi. Di dalam air, microplastik terlihat seperti plankton sehingga ikan-ikan dan binatang laut lain akan memakannya.

Selain masalah microplastik, air minum kemasan juga menimbulkan persoalan lain, yaitu keberadaan botol bekas kemasan. Botol bekas kemasan air minum tersebut sebagian besar terdapat simbol PETE (segitiga dengan kode 1 ditengahnya), yang berarti hanya bisa digunakan sekali sebab jika diisi ulang kembali akan berbahaya. Botol ini bisa memunculkan racus DEHA yang menyebabkan gangguan hati, hormonal, dan bisa memicu kaker. Jika botol tersebut tidak bisa digunakan kembali, sedangkan angka konsumsi minuman botol cukup tinggi, bagaimana kita mengatasi masalah sampah-sampah botol tersebut?

Beberapa tahun yang lalu, dikelas-kelas SMAN 1 Prambanan terdapat gerakan mengumpulkan botol kemasan bekas minuman. Botol-botol tersebut ditata di jendela-jendela, setelah terkumpul cukup banyak, botol tersebut akan dijual dan uangnya masuk ke kas kelas. Namun gerakan itu tidak lagi terlihat dua tahun ini. Lalu kemana botol-botol itu menghilang?

Botol-botol bekas sisa kemasan minuman itu tidak lagi berjajar di jendela-jendela kelas. Siswa juga tidak lagi menjual botol-botol itu untuk menambah pundi-pundi kas kelas. Botol-botol bekas tersebut disulap menjadi bermacam barang yang menarik dan bisa digunakan kembali. Beberapa botol bekas dicat dan dibentuk menjadi pot-pot yang digunakan untuk menghias taman di lingkungan kelas. Ada juga yang disulap menjadi vas bunga dan tempat pensil. Bahkan saat acara HUT SMAN 1 Prambanan ke-33, 21 November 2018, panitia menggunakan botol bekas untuk dekorasi lapangan.

Kreativitas siswa-siswi SMAN1 Prambanan ternyata mampu mengurasi jumlah sampah botol bekas minuman. Bahkan botol-botol tersebut menjadi lebih menanfaat dan indah dipandang mata. Ini adalah tidakan untuk mencintai lingkungan dan menyelamatkan bumi. Dari hal terkecil yang ada dilingkungan kita, dari yang tidak berguna menjadi berguna, dari yang dibuang menjadi dicintai dan diinginkan banyak orang.

Setelah munculnya gerakan mendaur ulang botol plastik ini berjalan, siswa-siswi SMAN 1 Prambanan saat ini sedang menjalankan gerakan mengurangi konsumsi minuman botol. Kenapa ini dilakukan? Sebab mendaur ulang sampah namun kita terus menghasilkan sampah tersebut maka kegiatan itu tidak akan efisien. Oleh sebab itu, kita harus mengurangi jumlah konsumsi air minum kemasan. Demi lingkungan dan juga diri kita.

KALINE RESIK, SEKOLAHE APIK

SMAN 1 Prambanan adalah salah satu sekolah dengan lingkungan yang unik sebab dibelah oleh sebuah sungai yang dikenal dengan nama Mekong. Sungai Mekong membelah SMAN 1 Prambanan dan memisahkan antara bagian barat sekolah dengan timur sekolah. Sungai ini merupakan saluran irigasi yang digunakan oleh para petani untuk mengairi sawah-sawah di sekitar SMAN 1 Prambanan. Sungai Mekong tidak pernah kering. Sungai itu terus mengalir baik pada musim hujan maupun kemarau, bahkan tidak pernah banjir juga pada saat curah hujan tinggi.

Tepi sungai mekonng menjadi spot menyenangkan bagi warga sekolah untuk melewatkan waktu istirahat dan juga melakukan pembelajaran di luar kelas. Tempatnya yang sejuk, teduk, asri menjadi lokasi alternatif untuk belajar, khususnya pada siang hari, saat ruang kelas terasa begitu panas. Sekolah membangun gasebo-gasebo di tepian Sungai Mekong dengan kanopi-kanopi di atasnya sehingga menambah kenyamanan. Kawasan ini dikenal dikalangan warga vigara sebagai kawasan “gasebo”. Kiri-kanan gasebo terdapat banyak pohon sehingga saat siang udara disana begitu sejuk. Selain itu, terdapat juga pohon mangga yang jika tiba musimnya berbuah dengan rimbun.

Memiliki sungai yang mengalir di lingkungan sekolah menjadi pekerajaan rumah tersendiri bagi SMAN 1 Prambanan. Sebab, apabila sungai tidak dijaga dengan baik maka akan mengganggu kenyamanan warga sekolah. Sepesrti yang sudah dijabarkan tadi, Mekong bukan hanya sekedar sekolah tetapi sungai untuk irigasi para petani. Kadang air di sungai berwarna keruh, kadang berbau amis, namun tidak jarang juga dia jernih dan sangat bersih.

Salah satu cara sekolah untuk menjaga kebersihan Mekong adalah memasang jaring-jaring untuk menyortir sampah dari luar sekolah yang terbawa arus air. Dengan teknik ini diharapkan air Sungai Mekong yang mengalir terbebas dari sampah sehingga alirannya lancar tanpa hambatan. Cara yang kedua adalah secara rutin membersihkan sampah-sampah yang masuk ke mekong. Walaupun sudah ada jaring-jaring di pintu masuk mekonng bagian utara, namun aliran sungai ini masih sering tercemar oleh guguran daun-daun dari pohon perindang yang ada di kiri-kanan mekong.

Beberapa waktu yang lalu, siswa-siswi SMAN 1 Prambanan melakukan kegiatan bhakti lingkungan sekitar kelas. Salah satu area yang menjadi target bhakti lingkungan adalah lahan DAS mekong. Beberapa siswa menyiasi pohon-pohon di kanan-kiri sungai, ada juga yang menyaring sampah, dan mengangkat sampah-sampah daun yang menumpuk di pintu keluar aliran mekong. Sungai Mekong adalah bagian dari lingkungan sekolah yang harus kita jaga kebersihannya. Sebab jika sungainya bersih kita yang menikmatinya, namun jika sungainya kotor kita juga yang merasakan dampaknya. Kaline resik, lingkungane apik.

TRADISI TAHUNAN PERAYAAN SUMPAH PEMUDA DI SMAN 1 PRAMBANAN

Kita bangsa Indonesia setiap tanggal 28 Oktober selalu memperingati haris sumpah pemuda. Sejarah sumpah pemuda terjadi pada tanggal tersebut 90 tahun silam. Walaupun peristiwa itu sudah berlalu hampir satu abad, namun semangat persatuan yang dikumandangkan pada pemuda kala itu masih tetap harus menyala dalam hati pemuda-pemudi bangsa Indonesia saat ini dan selamanya.

Pada upacara peringatan hari sumpah pemuda tahun ini menjadi sebuah kebanggaan bagi SMAN 1 Prambanan sebab yang menjadi pembina upacara adalah Kompol Totok Suwantoro, S.H. dari POLDA DIY. Beliau membacakan pidato peringatan hari sumpah pemuda ke-90 dari Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Bapak Imam Nahrawi. Beberapa hal yang menjadi point penting dari pidato tersebut yaitu pentingnya pengetahuan dan kedewasaan generasi muda dalam menyikapi perkembangan teknologi saat ini. Ciri pemuda yang maju adalah pemuda berkarakter, berkapasitas, dan berdaya saing. Terwujudnya pemuda yang maju akan menghasilkan bangsa yang hebat.

 Tugas pemuda saat ini jauh lebih berat dari pemuda-pemudi terdahulu. Pemuda masa kini harus bisa menyaring informasi yang mereka peroleh. Seperti pemuda terdahulu yang mampu keluar dari jebakan sikap-sikap primordial suku, agama, ras dan kultur, menuju persatuan dan kesatuan bangsa, maka tugas pemuda saat ini harus membuka pandangan ke luar batas-batas tembok kekinian dunia, demi menyongsong masa depan dunia yang lebih baik.

Pada akhir pidatonya, Kompol Totok Suwantoro, S.H. menyampaikan pesan agar siswa-siswi SMAN 1 Prambanan tidak terlambat masuk sekolah, kebut-kebutan di jalan, mengendarai motor tanpa helm, dan tidak melakukan vandalisme. Kepolisian bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan sekolah untuk mencegah kekerasan pelajar yang mengarah ke tindak pidana di wilayah DIY.

SMAN 1 Prambanan sebagai salah satu kawah candradimuka bagi para pemuda pemudi bangsa mempunyai tradisi tahunan dalam perayaan sumpah pemuda. Tradisi tahunan ini adalah menggunakan momentum sumpah pemuda sebagai waktu yang tepat untuk melakukan pelantikan sekaligus serah terima jabatan pengurus Osis Vigara. Tonggak kepemimpinan dari Hafid Nur Ozi yang saat ini sudah kelas XII diserahkan kepada Muhammad Rizal. Siswa kelas X Mipa1 tersebut berhasil meraih suara terbanyak dalam Pemilos (Pemilihan Umum Pengurus Osis) dan resmi terpilih sebagai Ketua Umum OSIS Vigara periode 2018/2019. Ketua I dijabat oleh Nurmalita Sari kelas XI Mipa 4 dan Ketua II dijabat oleh Farrel Reza kelas X IPS1.

Berikut ini pesan sumpah pemuda sekaligus pesan bagi pengurus osis khususnya dan siswa-siswi SMAN 1 Prambanan pada umumnya dari Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.

“Wahai pemuda Indonesia, dunia menunggumu, berjuanglah, lahirkanlah ide-ide, tekad, dan cita-cita, pengorbananmu tidak akan pernah sia-sia dalam mengubah dunia.”

Peresmian Sekolah Siaga Bencana di SMA Negeri 1 Prambanan

Prambanan– Senin, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD DIY) meresmikan SMA Negeri 1 Prambanan Sleman dan SMA Muhammadiyah Kalasan sebagai Sekolah Siaga Bencana (SSB) yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Prambanan. Hadir dalam acara launching SSB yaitu wakil Bupati Sleman, Wakil Gubernur, Kepala Pelaksana BPBD DIY dan Sleman, Kepala Dinas Dikpora DIY, Kepala BPBD DIY,  Kapolsek dan Danramil Prambanan, Camat Prambanan, Kabag Protokol Setda DIY dan Sleman, Kepala Kemenag Prambanan, Kepala dan tim Puskesmas, Ketua PMI, Kepala UPT Prambanan, Karsi Kesiapsiagaan BPBD Sleman, Kepala SMA Muhamadiyah Kalasan, Kepala Desa dan Dukuh Madurejo, seluruh warga SMA N 1 Prambanan serta tamu undangan (22/10/2018).

Acara peresmian Sekolah Siaga Bencana (SSB) diawali dengan simulasi penanggulangan gempa bumi. Simulasi gladi lapang diawali dengan terjadi gempa mikro beberapa kali berkekuatan 2,2 sampai 3,2 skala Richter dengan pusat di sekitar sesar Opak, sehingga dilakukan koordinasi dan penyebaran informasi yang tepat. Selanjutnya disusul gempa dengan kekuatan 6,9 skala Richter disertai tindakan bunyi bel 5 kali sehingga seluruh warga sekolah yang melaksanakan kegiatan belajar mengajar harus tanggap, tangkas, dan tangguh dalam menghadapi bencana. Dalam acara simulasi beberapa siswa terlihat panik dan guru yang berada di kelas berusaha menenangkan siswa-siswi serta memberi arahan untuk berlindung di bawah meja. Gempa belum reda selanjutnya berusaha keluar kelas dengan posisi tas di atas kepala untuk melindungi diri serta menuju titik kumpul. Terlihat semua warga sekolah berada dititik kumpul sesuai peta titik kumpul evakuasi, dan nampak seluruh tim siaga melaksanakan tugasnya. Tim evakuasi mengevakuasi korban dibantu tim kesehatan. Tim kesehatan melakukan penanganan 13 korban diantaranya korban memar, patah tulang, shock, lecet-lecet dan ibu hamil. Dengan melibatkan warga sekolah, PMI, BPBD, puskesmas, TNI/Kepolisian, dan relawan korban simulasi gempa bumi dapat ditangani dan diselamatkan. Selain melaksakan simulasi penanggulangan bencana gempa bumi, SMA N 1 Prambanan juga telah memiliki tim penanggulangan bencana yang mendapat sosialisasi kebencanaan sehingga acara simulasi gempa bumi dapat berjalan lancar sesuai visi misi yang dicanangkan.

Kepala Pelaksana BPBD, Biwara Yuswantana M.Si menyampaikan pembentukan SSB merupakan salah satu langkah penanggulangan secara sistematik dengan tujuan menyiapkan kesiapsiagaan warga sekolah dalam menghadapi potensi ancaman. Hal ini sesuai dengan amanat UU 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana yang mendorong penanggulangan bencana berbasis pada paradigma pengurangan resiko bencana.  Adapun tujuan SSB adalah membangun budaya siaga dan budaya aman disekolah dengan mengembangkan jejaring bersama para pemangku kepentingan di bidang penanganan bencana; meningkatkan kapasitas institusi sekolah dan individu dalam mewujudkan tempat belajar yang lebih aman bagi siswa, guru, anggota komunitas sekolah serta komunitas di sekeliling sekolah; menyebarluaskan dan mengembangkan pengetahuan kebencanaan melalui jalur pendidikan sekolah.

Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun menyampaikan bahwa Sekolah Siaga Bencana (SSB) dicanangkan secara nasional oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana terkait tingginya frekuensi bencana dan banyaknya potensi bencana di Indonesia yang memiliki kondisi geografis, geologis, hidrologis, dan demografis sehingga memungkinkan terjadinya bencana, yang mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis. Maka melalui gladi penanggulangan bencana, beliau berharap semua dapat berperan untuk mengurangi risiko akibat bencana, sehingga tidak ada tumpang tindih atau saling lempar tanggung jawab saat terjadi bencana. Beliau juga menyampaikan bahwa semua harus bisa tanggap, tangkas, dan tangguh terhadap semua bencana. Ibu Sri Muslimatun menambahkan dengan diresmikannya dua sekolah saat ini, Kabupaten Sleman memiliki 58 SSB dari jenjang SD sampai SMA, sedangkan Desa Tangguh Bencana sebanyak 45 desa.

Wakil Gubernur juga menambahkan bahwa pengurangan resiko bencana harus didukung dengan kepedulian dan kerja sama lembaga pendidikan. “Momentum ini merupakan keterampilan kesiapsiagaan menanggapi bencana”, tambahnya.

Iringan karawitan VIGARA menghantarkan prosesi pengukuhan Tim Siaga Bencana yang dilanjutkan pemasangan rompi, penyerahan SK dan bantuan tas siaga bencana.  Selanjutnya penandatanganan prasasti yang  diikuti pembentangan kaos SSB oleh seluruh guru, karyawan, peserta didik dan tamu undangan. Hal ini menandakan bahwa SMA Negeri 1 Prambanan Sleman dan SMA Muhammadiyah Kalasan resmi sebagai Sekolah Siaga Bencana (SSB). Di akhir acara Ketua PMI DIY menyerahkan bantuan tenda dan emergency kepada dua Sekolah Siaga Bencana.

Keluarga besar SMA Negeri 1 Prambanan Sleman menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam acara peresmian Sekolah Siaga Bencana ini, semoga semua dapat menjadi manusia yang tanggap, tangkas, dan tangguh terhadap ancaman bencana sehingga mengurangi risiko akibat bencana.

Salam SSB!

Tanggap, Tangkas, Tangguh!

 

Perayaan Idul Adha di SMA N 1 Prambanan Tahun 2018/ 2019

ROHIS SMA Negeri 1 Prambanan menyelenggarakan peringatan hari raya Idul Adha. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu dan Kamis, 22 dan 23 Agustus 2018. Pada hari Rabu, 22 Agustus 2018 SMA N 1 Prambanan menyelenggarakan shalat Idul Adha berjamaah yang dihadiri oleh peserta didik, guru, karyawan dan warga desa Gumuk. Imam dan Khotib pada kesempatan ini adalah Ustadz Sukardi, S.Ag. Dalam khotbahnya, beliau menyampaikan tentang keteladanan dan keikhlasan Nabi Ibrahim A.S untuk mengorbankan putranya Nabi Ismail A.S.

Selanjutnya pada hari Kamis, 23 Agustus 2018 dilaksanakan pemotongan hewan qurban. Hewan qurban pada tahun ini sebanyak satu ekor sapi. Pemotongan hewan qurban dilaksanakan pukul 07.00 oleh Rohis, guru, dan karyawan. Daging qurban dibagikan warga sekitar. Selesai pembagian daging qurban diadakan lomba memasak oleh setiap kelas dengan waktu sekitar 3 jam. Dengan kerja sama yang maksimal, setiap kelas menampilkan kreativitasnya dalam masakan yang sudah siap ditampilkan di meja juri dengan berbagai tampilan yang menarik dan rasa berbeda.

Selain lomba memasak, panitia juga mengadakan lomba keagamaan. Lomba keagamaan dilaksanakan untuk meningkatkan spiritual dan menggali potensi di bidang keagamaan. Beberapa lomba yaitu adzan, ceramah putra dan putri, MTQ, serta kaligrafi. Setiap kelas mengirimkan wakilnya untuk mengikuti lomba. Adapun hasil lomba pilihan juri yang sesuai kriteria lomba sebagai berikut. Lomba masak diraih oleh kelas XI IPS 1, XI IPA 4, X IPS 2. Lomba adzan diraih Muhammad Algifari (X IPA 4), Cholis Ardika Tantomi ( XI IPA 3), Dicky Eka Putra ( XI IPS 3). Lomba ceramah putra: Herdian Maulana (XII IPA 4), Harun Najmudin (X IPS 1), Widad Ramadhan (X IPA 2). Ceramah putri: Refinda Okta (XII IPA 4), Shindy Arum (XI IPA 2), Putri Azzahra ( XII IPA 1). Lomba MTQ Putra: Choirul Budi (XII IPA 4), Hunan Fikriansyah ( X IPA 2), Daffa Naufal Suni (XII IPA 2). Lomba MTQ Putri: Putri Dwi Riyanti (X IPS 2), Intan Meifilindati (X IPS 3), Clarisa Diva Isdayanti (XII IPA 4). Lomba kaligrafi putra: Daffa Andhika Haridhwan (X IPA 2), Bagus Saloko (XII IPA 4), Aldhi Yanu Pratama ( XI IPS 3). Lomba Kaligrafi putri: Vizena Fatmawati (X IPA 2), Errika Anggraini (XII IPA 3), Dea Rachmawati (XI IPA 1).

Semoga dengan memperingati Idul Adha di SMA N 1 Prambanan  seluruh civitas dapat meningkatkan spiritual dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, menumbuhkan kerja sama serta solidaritas antar teman.

Pulung Tegar, Siswa SMA N 1 Prambanan Menjadi Paskibraka Kabupaten Sleman Tahun 2018/ 2019

Pulung Tegar, siswa kelas XI IPS 3 adalah salah satu siswa kebanggaan SMA N 1 Prambanan yang menjadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kabupaten Sleman tahun 2018. Sebelum mengikuti seleksi Paskibraka, ia telah mempersiapkan diri selama satu tahun mulai dari persiapan kesehatan, fisik, maupun psikologi. Pemilihan Paskibraka ini menempuh beberapa seleksi yang harus dilewati. Seleksi yang dilakukan cukup ketat. Seleksi pemilihan Paskibraka diikuti oleh pelajar SMA/ SMK/ MA baik negeri maupun swasta se-Kabupaten Sleman yang dibagi menjadi tiga wilayah yaitu wilayah Barat, Tengah, dan Timur. Ia mengikuti seleksi di Sleman Timur. Seleksi tahap pertama meliputi tes postur, PBB, dan wawancara. Seleksi ini diikuti oleh 200 peserta yang merupakan hasil seleksi tingkat wilayah. Selanjutnya dari 200 peserta akan dipilih 50 peserta (25 pasang).

Setelah berhasil seleksi daerah, ia mengikuti pemilihan Paskibraka yang dilakukan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Purna Paskibraka Indonesia (PPI), TNI/POLRI di Stadion Tridadi Sleman selama tiga hari. seleksi tahap kedua ini lebih menantang, hari pertama meliputi tes psikologi, akademik, kesehatan, dan PBB. Selanjutnya hari kedua tes fisik, PBB, dan postur. Hari ketiga tes bakat dan wawancara. Tahap kedua ini peserta Paskibraka dipilih 25 pasang.

Karantina Paskibraka Kabupaten Sleman dimulai pada tanggal 4-20 Agustus 2018. Selama di asrama materi terbagi menjadi dua yaitu materi lapangan dan pembinaan. Materi lapangan meliputi praktik baris berbaris lengkap dengan formasi sedangkan materi pembinaan adalah pembinaan pemuda, Kepaskibrakaan, kewirausahaan, patriotisme, nasionalisme, motivasi, bahaya narkoba dan seks bebas, budaya dan generasi muda, public speaking, leadership, serta purna paskibraka.

Pulung Tegar sebagai anggota Paskibraka mengemban tugas dengan penuh tanggung jawab. Hal ini terbukti ia melaksanakan latihan dengan baik. Latihan PBB mulai pukul 07.00-15.00 dan dilanjut pukul 08.00-12.00, bangun pukul 03.30 ibadah, lari pagi dan suplemen. Hal ini dilakukan sampai tanggal 14 Agustus 2018 dengan penuh semangat sebagai calon Paskibraka yang gigih. Selanjutnya, pada tanggal 15 Agustus dilaksanakan pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Sleman yang dilaksanakan oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman. Pada tanggal 17 Agustus, ia melaksanakan tugas bersama Paskibraka di Lapangan Denggung Sleman dengan inspektur upacara Bupati Sleman, Sri Purnomo dengan tema “Kerja Kita Prestasi Bangsa”. Tim Paskibraka dengan pengawal bendera pusaka tercatat sukses dalam acara pengibar dan penurunan bendera.

Pada tanggal 18 Agustus 2018 Paskibraka se-DIY melaksanakan acara penerimaan sertifikat dan beasiswa dengan Gubernur dilanjutkan acara resepsi. Kegiatan selanjutnya malam Inagurasi, seluruh anggota Paskibraka menampilkan kreatifitasnya dalam pensi dan api unggun (19/8) dan upacara penutupan (20/8).

Paskibraka merupakan peserta pilihan yang mempunyai jiwa nasionalisme dan patriotisme yang tinggi sehingga pada tanggal 27-31 Agustus mendapat kehormatan mengikuti darma wisata ke Surabaya (Tugu Pahlawan, Komando Maritim, Monumen Jalesveva Jayamahe, Rumah Soekarno, Blitar, dll). Akhirnya pada awal September, masih dengan semangat nasionalisme ia kembali menuntut ilmu di kampus VIGARA dan siap membangun daerahnya. “Kepada adik kelas yang ingin masuk Paskibraka dapat mempersiapkan fisik sebelumnya, niat tulus mengabdi, berusaha dan berdoa”, tuturnya. “Sebelum mengikuti seleksi Paskibraka, saya berusaha mempersiapkan diri mulai dari persiapan kesehatan (berat badan awal 87 kg menjadi 69 kg), fisik, maupun psikologi bersama Bagas, teman saya”, tambahnya. Keluarga SMA N 1 Prambanan  memberikan apresiasi karena prestasi ini patut disyukuri mengingat tugas dan tanggung jawab yang tinggi sebagai Paskibraka yang menjadi cerminan generasi bangsa. Semoga prestasi ini dapat memotivasi peserta didik lainnya untuk menjadi Paskibraka sampai tingkat nasional.

HUT POLWAN KE-70, INI PESAN KOMPOL RINI ANGGRAINI KEPADA SISWA SISWI SMA NEGERI 1 PRAMBANAN

Momen upacara bendera hari Senin, tanggal 20 Agustus 2018 kemarin dimanfaatkan Polisi Wanita (Polwan) Polsek Prambanan untuk memberikan sosialisasi kepada warga SMAN 1 Prambanan tentang bahaya narkoba. Dalam kesempatan ini, Kapolsek Prambanan, Kompol Rini Anggraini, S.s; S.Ik. bertindak sebagai pembina upacara.

“Angka penyalahgunaan narkoba di Indonesia semakin hari semakin tinggi, khususnya di kalangan pelajar.”, Ungkap Kompol Rini Anggraini saat mengawali amanatnya.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh BNN dan Puslitkes UI tahun 2017, 24% dari total penyalahgunaan narkoba di Indonesia dilakukan oleh kalangan pelajar. Artinya, sekitar 800.000 pelajar di Indonesia terkait dalam penyalahgunaan narkoba.

Penyalahgunaan narkoba menjadi salah satu ancaman besar bagi generasi  muda bangsa Ini. Masih dari penelitian yang sama, diperoleh data bahwa penyalahgunaan narkoba terbagi dalam kategori berikut; 64% adalah kelompok coba pakai, 26% kelompok teratur pakai, 8% kelompok penyalahguna non suntik, dan 1% kelompok pecandu sunti. Kelompok yang harus menjadi perhatian kita semua adalah kelompok penyalahguna terbesar, yaitu kelompok coba pakai. Kelompok coba pakai adalah gerbang awal seorang pengguna menjadi pecandu. Kelompok ini banyak ditempati oleh kalangan pelajar yang mempunyai antusiasme tinggi untuk mencoba hal baru.

Pelajar yang bebas narkoba akan memiliki pemikiran yang cerdas, mampu mengembangkan potensi yang dimiliki, kreatif, inovatif, memiliki semangat juang, sikap welas asih, dan tenggang rasa. Sebalikn, penyalahguna narkoba bisa menyebabkan menggunanya melakukan hal-hal yang melanggar moral dan norma dalam masyarakat. Sebab, narkoba adalah zat-zat adiktif yang jika disalahgunakan bisa menyerang saraf-saraf dalam tubuh dan menghilangkan kesadaran penggunanya. Oleh sebab itu, POLRI dan komunitas sekolah memiliki tugas besar untuk saling bersinergi dalam upaya mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.

Dalam akhir amanatnya, Kompol Rini memberikan pesan kepada siswa-siswi SMAN 1 Prambanan untuk  menjadi relawan Stop Bahaya Narkoba dengan menjaga diri dan tidak terjerumus pada hal-hal buruk yang melanggar norma, moral, dan regulasi. Hindari memberikan stigma negatif terhadap pengguna narkoba dan bantu mereka untuk pulih agar memiliki masa depan yang lebih baik serta dapat bermanfaat bagi diri, keluarga, dan masyarakat.

SMA N 1 Prambanan Raih Juara 2 Group Discussion Competition SMA/ SMK se-DIY

Potensi dan keaktifan peserta didik SMA Negeri 1 Prambanan sudah tidak diragukan lagi. Hal ini terbukti peserta didik selalu mengikuti berbagai lomba dan kegiatan yang positif. Kali ini SMA Negeri 1 Prambanan ikut berpartisipasi dalam acara Group Discussion Competition SMA/ SMK se-DIY, yang diselenggarakan oleh STIE Nusa Megarkencana dan Radio Kota Perak 94, 6 FM. Anggota  Group Discussion Competition yaitu  Putri Azzahra Salsabila (XI IPA 1), David Cristiantoro (X IPA 1), dan Tito Sumario (X IPA 4).

Acara lomba Group Discussion Competition dilaksanakan bulan Mei- Agustus di radio Kota Perak yang di siarkan live 94,6 FM. Ada beberapa SMA/ SMK se-Yogyakarta yang mengikuti  lomba dengan waktu lomba yang berbeda. Tim Group Discussion Competition dari SMA Negeri 1 Prambanan mendapat jadwal siaran periode pertama pada Sabtu, 5 Mei 2018 pukul 14.00-15.00. Selama 60 menit waktu siaran dikuasai penuh dari tim SMA N 1 Prambanan yang dipandu oleh kak Ola, sebagai penyiar radio Kota Perak. Tema Group Discussion Competition setiap periode berbeda. Tim dari SMA Negeri 1 Prambanan mengangkat tema “Kriminalitas Remaja dan Cara Penanganan secara Bijaksana”, yang waktu itu kriminalitas murid dengan guru sedang aktual dan memprihatinkan.

Rundown acara Group Discussion Competition terdapat tiga session. Session pertama, tim menyampaikan yel-yel SMA yang dipandu Ananda Putri Azzahra. Seruan yel-yel dari tim VIGARA memecahkan ketegangan, sehingga suasana siaran terlihat santai, tenang, dan lebih aktif. Sesi pertama ini dilanjutkan presentasi oleh anggota tim. Setelah tim menyampaikan materi dan argumennya ada beberapa comment host ,dosen dari STINUS dan SMA. Sesi kedua yaitu special interaktive. Dalam sesi ini narasumber,  dosen dari STINUS, dan pemirsa Kota Perak memberikan beberapa pertanyaan dan tanggapan kepada tim VIGARA, mereka berhasil menjawab dengan argumen yang logis. Sesi kedua ini terlihat menarik karena pemirsa yang ada di rumah melalui pesan maupun telepon ikut aktif  mengirimkan pertanyaan pada tim VIGARA.

Pemenang Group Discussion Competition diumumkan bertepatan ulang tahun Kota Perak pada hari Sabtu, 11 Agustus 2018 pukul 19.00 di Monumen Serangan Umum 1 Maret Titik Nol Kilometer. Tim Group Discussion Competition dari SMA Negeri 1 Prambanan berhasil meraih juara 2 dengan skor 1040, mendapatkan penghargaan sertifikat dan uang pembinaan Rp 1.000.000,00. Tim Group Discussion Competition memberikan himbauan kepada seluruh generasi muda sebagai aset negara untuk menjadi pribadi yang berpendidikan dan berkarakter. Mereka juga berpesan kepada orang tua serta guru untuk selalu memberikan teladan, motivasi, benteng agama sejak dini, sesibuk apapun orang tua selalu memberikan perhatian dan waktu bersama anaknya, sebagai pelajar diharapkan mengikuti komunitas dan kegiatan positif untuk mengisi waktu luang, serta memilih lingkungan yang baik. Selain itu, kerja sama di masyarakat juga harus ditanamkan, karena tidak semua anak dilahirkan di keluarga yang ideal. Selamat kepada tim Group Discussion Competition, semoga lebih sukses.